Iwate memang cocok banget untuk road trip musim gugur! Di prefektur terbesar kedua di Jepang ini, lereng gunung yang membara, ngarai sungai yang dalam, kompleks kuil bersejarah, dan hutan yang tenang berubah menjadi warna merah tua, oranye, dan keemasan dari akhir September hingga awal November.
Yang lebih seru, musimnya datang bertahap. Kawasan dataran tinggi seperti Gunung Kurikoma dan Hachimantai mulai berubah warna beberapa minggu sebelum warna itu sampai ke Morioka, Hiraizumi, dan lembah-lembah yang lebih rendah, sehingga kamu punya banyak kesempatan untuk menikmati daun di puncak keindahannya.
Dari objek wisata terkenal seperti Kuil Chuson-ji dan Ngarai Geibikei sampai aliran sungai gunung yang sepi dan jalur berkendara indah yang jarang dijamah wisatawan mancanegara, berikut 15 tempat terbaik untuk menikmati musim gugur di Iwate.
(Foto: PIXTA)
Kenapa harus ke Iwate saat musim gugur?

Ukuran Iwate yang luas dan perbedaan ketinggiannya yang dramatis membuat musim gugur di sini luar biasa panjang dan beragam. Warna pertama muncul di sekitar kawasan pegunungan Hachimantai dan Gunung Kurikoma sejak akhir September, lalu perlahan turun melewati hutan dan lembah hingga mencapai daerah yang lebih rendah dari akhir Oktober sampai awal November.
Artinya, musim gugur di sini jauh lebih dari sekadar mencari satu pohon maple terkenal. Kamu bisa mendaki gunung yang dijuluki “Permadani Dewa”, berlayar di bawah tebing batu kapur berwarna-warni, berendam di pemandian air panas terpencil setelah berjalan menikmati dedaunan, menjelajahi kuil-kuil warisan UNESCO berbingkai maple merah, atau sekadar berkendara melewati hutan luas yang berubah warna di sekelilingmu.
Iwate juga terasa lega dan lapang. Bahkan sebagian pemandangan musim gugurnya yang paling memukau jauh dari keramaian destinasi daun musim gugur yang lebih terkenal di sekitar Tokyo dan Kyoto, sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Tohoku dengan tempo lebih santai.
Berkeliling Iwate saat musim gugur: Kereta, bus, atau mobil sewa?
Kamu sama sekali tidak perlu mobil untuk menikmati warna musim gugur Iwate. Destinasi seperti Hiraizumi, Ngarai Geibikei, Taman Reruntuhan Kastil Morioka, dan beberapa objek wisata di sekitar Ichinoseki cukup mudah dijangkau dengan kereta atau bus.
Namun, mobil membuka sisi lain prefektur ini yang sangat berbeda. Tempat seperti Ngarai Kakkonda, Ngarai Chotankei, Gunung Inukura, Jalur Sennin, dan sebagian Hachimantai sulit dijangkau dengan transportasi umum atau jauh lebih mudah digabung menjadi perjalanan sehari jika berkendara. Kamu juga bebas berhenti di titik pandang, pemandian air panas, restoran pinggir jalan, dan spot daun musim gugur yang lebih kecil sepanjang jalan.
Bagi yang menjadikan Morioka sebagai basis, Stasiun Morioka adalah salah satu tempat paling praktis untuk mengambil mobil sewa, dengan beberapa perusahaan beroperasi di dekatnya, termasuk ORIX Rent a Car, Toyota Rent a Car, Nippon Rent-A-Car, Enterprise Rent-A-Car, dan JR Rent-A-Car. ORIX dan Toyota sama-sama punya cabang yang berjarak beberapa menit berjalan kaki dari stasiun, sedangkan Nippon Rent-A-Car mengoperasikan cabang Stasiun Morioka sekitar 50 meter dari Pintu Keluar A2.
Pembaca LIVE JAPAN juga bisa berhemat untuk pemesanan Nippon Rent-A-Car, dengan diskon eksklusif 10% untuk sewa standar atau 15% untuk sewa enam hari atau lebih. Penawaran ini berlaku di cabang Nippon Rent-A-Car yang berpartisipasi di seluruh Jepang, termasuk Stasiun Morioka.
1. Gunung Kurikoma (Sukawa) (栗駒山・須川)

Gunung Kurikoma adalah salah satu gunung musim gugur terbaik di Jepang utara, menjulang setinggi 1.626 meter di titik pertemuan Prefektur Iwate, Miyagi, dan Akita. Dari sisi Iwate, para pendaki mendekatinya lewat Sukawa, kawasan pemandian air panas dataran tinggi yang terasa sangat terpencil, lengkap dengan uap belerang, penginapan gunung, dan jalur pendakian yang nyaris langsung membawamu ke pemandangan alpin.
Gunung ini terutama terkenal dengan dedaunan musim gugurnya, yang berubah lebih awal dibanding daerah lain karena ketinggiannya. Sejak sekitar akhir September, semak pendek gunung, pohon rowan, maple, dan tumbuhan lain menyebarkan pita warna merah menyala, oranye, kuning, dan hijau yang masih bertahan di sepanjang lereng. Skala dan kepekatan warnanya membuat Kurikoma dijuluki Kami no Jutan, atau “Permadani Dewa”, dan di hari cerah lereng gunungnya tampak tertutup permadani patchwork yang luas.

Kamu tidak harus jadi pendaki gunung serius untuk menikmati Kurikoma. Jalur Sukawa dimulai di tengah pemandangan vulkanik dramatis di atas Sukawa Onsen, dan bahkan bagian bawahnya sudah memberikan pemandangan luas ke pegunungan yang penuh warna. Bagi yang melanjutkan ke puncak, perkirakan pendakian sekitar dua jam dari awal jalur Sukawa dalam kondisi normal. Musim dedaunan umumnya berlangsung dari akhir September hingga pertengahan Oktober, jauh lebih awal dibanding warna di kota-kota dataran rendah.
Salah satu hal paling berkesan saat berkunjung dari sisi Iwate adalah perpaduan antara mendaki dan berendam air panas. Setelah beberapa jam di udara pegunungan yang dingin dan warna-warni musim gugur, kamu bisa kembali ke kawasan Sukawa untuk berendam di air panas kaya mineral, menjadikannya salah satu pengalaman musim gugur khas Iwate: “mendaki dulu, onsen kemudian”.
- Bus: Bus Iwate Kotsu tujuan Sukawa Onsen dari Stasiun JR Ichinoseki (Pintu Keluar Barat) (sekitar 90 menit; musiman).
- Mobil sewa: Sebaiknya disewa dari Stasiun JR Ichinoseki (sekitar 80 menit berkendara).
-
Sukawa Kogen須川高原
-
Address
Genbicho, Ichinoseki, Iwate 021-0101
View Map
-
Address
Genbicho, Ichinoseki, Iwate 021-0101
2. Taman Nasional Towada-Hachimantai, Hachimantai Aspite Line (Gozaisho) (十和田八幡平国立公園 八幡平地域 ・御在所)

Hachimantai Aspite Line adalah salah satu jalur berkendara pegunungan paling mengesankan di Tohoku utara, sepanjang sekitar 27 kilometer melintasi Taman Nasional Towada-Hachimantai di antara Iwate dan Akita. Jalan ini bukan sekadar rute menuju suatu tempat, tetapi jalannya sendiri adalah daya tarik utama, mendaki melewati dataran tinggi vulkanik, rawa, hutan, dan pemandangan gunung terbuka sebelum mencapai kawasan puncak Hachimantai. Nama uniknya berasal dari “aspite”, istilah geologi lama yang merujuk pada bentuk lebar menyerupai perisai dari lanskap vulkanik.
Gozaisho terletak di ujung Iwate dari rute ini dan menjadi pengantar yang sangat baik untuk pemandangan dataran tinggi kawasan tersebut. Di sekitar Lahan Basah Gozaisho, pengunjung bisa turun dari mobil dan menjelajahi jalan setapak di sekitar rawa dan kolam, sementara lanskap di sekelilingnya memamerkan karakter vulkanik Hachimantai. Vegetasi di area ini mulai berubah lebih awal, dengan rumput dan semak berubah menjadi warna karat dan keemasan sebelum warna musim gugur perlahan turun ke hutan di bawahnya.

Daya tarik sesungguhnya di musim gugur adalah beragam warna yang terlihat sekaligus. Konifer hijau tetap gelap di samping birch dan beech kuning, maple oranye dan merah menyebar di lereng, dan punggung gunung di kejauhan menciptakan lapisan demi lapisan warna. Karena ketinggian jalan berubah cukup drastis, wisatawan kadang bisa menjumpai beberapa tahap musim gugur dalam satu kali berkendara, dari warna yang mulai pudar dekat puncak hingga hutan yang mendekati puncak keindahan di bawahnya.
Ada kontras musiman yang seru: Aspite Line yang sama yang terkenal dengan dedaunan musim gugur berubah menjadi Snow Corridor setelah jalan dibuka kembali di musim semi, ketika mobil penyapu salju membelah gundukan salju setinggi beberapa meter di atas kendaraan yang lewat. Musim gugur memberi jalan ini kepribadian yang sama sekali berbeda, menukar dinding putih dengan panorama terbuka berwarna merah, emas, dan hijau.
- Mobil sewa: Sangat direkomendasikan; sebaiknya disewa dari Stasiun JR Morioka atau Stasiun JR Tazawako (sekitar 60-70 menit).
- Bus: Bus Kenpoku musiman tujuan Hotel Gunung Hachimantai / Gozaisho dari Stasiun JR Morioka.
-
Tempat Parkir Gozaishonuma御在所沼駐車場
-
Address
Hachimantai Aspite Line, Dai 2 Chiwari, Matsuoyoriki, Hachimantai, Iwate 028-7302
View Map
-
Address
Hachimantai Aspite Line, Dai 2 Chiwari, Matsuoyoriki, Hachimantai, Iwate 028-7302
3. Kuil Motsu-ji (毛越寺)

Motsu-ji adalah salah satu tempat yang paling mewakili alasan mengapa Hiraizumi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Meski sebagian besar bangunan kuil megah abad ke-12 hilang berabad-abad lalu, taman Tanah Suci yang menakjubkan masih bertahan, berpusat pada Kolam Oizumi-ga-ike yang luas. Taman ini dirancang untuk menghadirkan Tanah Suci Buddha itu sendiri, menciptakan lanskap ideal di mana air, batu yang ditata cermat, tepi kolam, pepohonan, dan gunung di sekitarnya membentuk satu komposisi.
Itu membuat kunjungan ke Motsu-ji cukup berbeda dari mengunjungi kuil untuk mengagumi arsitekturnya saja. Sebagian besar kenikmatannya datang dari berjalan pelan mengelilingi kolam sambil memperhatikan bagaimana lanskap dirancang. Sebagian tepi kolam dibentuk menyerupai pantai, batu-batu menggambarkan garis pantai yang berbatu, dan aliran air yang masuk ke kolam meniru pergerakan air dari gunung menuju laut. Unsur-unsur ini terinspirasi dari prinsip pembuatan taman yang berasal dari sekitar seribu tahun lalu.

Musim gugur menambah satu lapisan lagi pada lanskap ini. Maple Jepang di sekitar taman berubah merah dan oranye, berpadu dengan pohon cemara yang menjulang, dan di hari yang tenang seluruh pemandangan terpantul nyaris sempurna di Oizumi-ga-ike. Hasilnya bukan sekadar satu “titik pandang daun musim gugur”, melainkan rangkaian komposisi yang terus berubah saat pengunjung berjalan mengitari air, dengan reruntuhan kuil, pepohonan, kolam, dan perbukitan jauh muncul dari berbagai sudut.
Satu detail yang sangat menarik adalah bertahannya taman ini bahkan setelah aula-aula megah di sekelilingnya lenyap. Di masa jayanya, Motsu-ji konon memiliki puluhan bangunan kuil dan ratusan tempat tinggal biksu, dan disebut menyaingi Chuson-ji dalam skala. Kini, fondasi yang tersisa memungkinkan pengunjung membayangkan kembali kompleks kuil yang hilang sambil berdiri di lanskap yang masih akan dikenali oleh orang-orang zaman Heian.
- Kereta: Jalan kaki 10-15 menit dari Stasiun JR Hiraizumi (Jalur Utama JR Tohoku).
- Bus: Bus Keliling “Runrun” dari Stasiun JR Hiraizumi (5 menit ke halte Motsu-ji).
-
Kuil Motsu-ji毛越寺
-
Address
Osawa-58 Hiraizumi, Distrik Nishiiwai, Iwate 029-4102
View Map
Situs web: https://www.motsuji.or.jp/en/
-
Address
Osawa-58 Hiraizumi, Distrik Nishiiwai, Iwate 029-4102
4. Kuil Chuson-ji (中尊寺)

Chuson-ji adalah kuil paling terkenal di Hiraizumi dan salah satu harta budaya Jepang utara. Sejarahnya membentang lebih dari seribu tahun, tetapi kuil ini berkembang pesat terutama di bawah klan Fujiwara Utara pada abad ke-12, ketika Hiraizumi tumbuh menjadi pusat budaya Buddha yang makmur, jauh dari ibu kota politik Kyoto dan Nara. Lebih dari 3.000 benda di Chuson-ji ditetapkan sebagai Harta Nasional atau Properti Budaya Penting.
Daya tarik utamanya adalah Konjikido, atau Aula Emas, yang selesai dibangun pada 1124. Hampir setiap permukaan aula kecil ini yang terlihat dilapisi daun emas dan ornamen rumit, menjadikannya salah satu contoh seni Buddha zaman Heian yang paling luar biasa yang masih tersisa. Aula ini juga berkaitan erat dengan keluarga Fujiwara Utara, yang jenazahnya disemayamkan di dalam bangunan tersebut.

Di musim gugur, perjalanan menuju aula ini sama berkesannya dengan tujuannya. Pengunjung mendaki Tsukimi-zaka, atau Tanjakan Melihat Bulan, di bawah pohon cedar raksasa yang ditanam di sepanjang jalan masuk. Maple yang tersebar di antara pohon cedar berubah oranye, keemasan, dan merah tua, menciptakan kilatan warna cemerlang di tengah hutan hijau pekat. Karena Chuson-ji berada di bukit setinggi sekitar 130 meter, celah-celah di sepanjang rute juga memberi pemandangan pedesaan Hiraizumi.
Ada pula temuan-temuan kecil di sepanjang jalan, termasuk aula kuil, patung Buddha, stempel goshuin, dan kaitan dengan penyair haiku Matsuo Basho, yang terkenal pernah mengunjungi Hiraizumi. Di musim gugur, Chuson-ji secara tradisional menggelar pameran krisan, menambah satu lagi nuansa musiman yang menyenangkan pada halaman kuil yang sudah penuh dedaunan.
- Kereta: Jalan kaki 20-25 menit dari Stasiun JR Hiraizumi.
- Bus: Bus Keliling “Runrun” dari Stasiun JR Hiraizumi (10 menit ke halte Chuson-ji).
-
Kuil Chuson-ji中尊寺
-
Address
Koromonoseki-202 Hiraizumi, Distrik Nishiiwai, Iwate 029-4195
View Map
Situs web: https://www.chusonji.or.jp/language_en/
-
Address
Koromonoseki-202 Hiraizumi, Distrik Nishiiwai, Iwate 029-4195
5. Ngarai Genbikei (厳美渓)

Genbikei adalah ngarai dramatis sepanjang dua kilometer yang dipahat Sungai Iwai saat mengalir turun dari kawasan Gunung Kurikoma. Selama berabad-abad, air deras memahat batu menjadi alur, kolam, air terjun, dan lubang bundar yang khas, menghasilkan lanskap yang bergantian antara jeram menggelegar dan bagian air hijau zamrud yang mengejutkan tenangnya. Ngarai ini ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah Nasional sekaligus Monumen Alam.
Jalan setapak memungkinkan pengunjung menjelajahi berbagai sisi ngarai, termasuk jembatan gantung yang memperlihatkan jelas kontras antara air deras di hulu dan kolam yang lebih tenang. Di musim gugur, maple dan pohon gugur daun lainnya berubah merah, oranye, dan kuning tepat di atas batu kelabu, dengan bercak warnanya terpantul di sungai yang jernih di bawahnya. Puncak dedaunan biasanya sekitar pertengahan Oktober hingga awal November.

Tetapi daya tarik paling terkenal Genbikei justru bisa dimakan. Kakko Dango, yang sering dijuluki “Dango Terbang”, datang dari sebuah toko di seberang ngarai lewat keranjang yang digantung pada kabel. Pengunjung menaruh pembayaran di keranjang, memberi sinyal ke toko dengan memukul papan memakai palu kayu, lalu menyaksikan keranjang meluncur kembali menyeberangi sungai membawa tusuk kue beras lembut dan teh.
Prosesnya sudah menjadi pertunjukan lokal tersendiri. Yang paling mengesankan, teh ikut meluncur melintasi ngarai bersama dango, namun staf yang berpengalaman berhasil mengantarkannya tanpa tumpah. Inilah jenis atraksi daerah yang agak nyentrik dan sering menjadi momen paling diingat dalam sebuah perjalanan.
- Bus: Bus Iwate Kotsu (Halte 10) dari Stasiun JR Ichinoseki (Pintu Keluar Barat) tujuan Genbikei atau Sukawa Onsen (sekitar 20 menit ke halte Genbikei).
-
Ngarai Genbikei厳美渓
-
Address
Takinoue-chinai, Genbicho, Ichinoseki, Iwate 021-0101
View Map
-
Address
Takinoue-chinai, Genbicho, Ichinoseki, Iwate 021-0101
6. Jalur Sennin (仙人峠)

Jalur Sennin memotong pegunungan yang memisahkan Tono di pedalaman dari pesisir Pasifik di sekitar Kamaishi, mengikuti rute yang sejak lama penting untuk perjalanan antara kedua wilayah. Kini Rute 283 membuat perlintasan ini relatif mudah, tetapi lereng curam, lembah sempit, dan sisa jalan lama masih memberi kesan jalur gunung yang sesungguhnya, bukan sekadar jalan raya biasa.
Sisi Kamaishi terutama sangat dramatis. Jalan lama berkelok-kelok melewati serangkaian tikungan dan lingkaran mengikuti medan yang curam, memberi pengemudi pemandangan yang terus berubah ke lembah dan lereng berhutan lebat. Di musim gugur, lereng ini berubah menjadi campuran kuning, oranye, warna karat, dan hijau abadi yang berlapis rapat, dengan warna biasanya terbaik dari akhir Oktober hingga awal November.

Jalur ini juga berkaitan dengan salah satu tokoh sastra paling dicintai Iwate, Kenji Miyazawa. Sebuah monumen bertuliskan puisinya berdiri di dekat sisi Kamaishi dari Terowongan Sennin, pengingat bahwa lanskap gunung dan industri yang keras ini berulang kali muncul dalam imajinasi budaya daerah tersebut.
Keunikan lokal lainnya adalah Sennin Himizu, air mata air yang dikaitkan dengan jalur ini. Kamaishi di dekatnya sejak dulu merupakan salah satu kawasan penghasil besi penting di Jepang, jadi berkendara melewati Jalur Sennin sangat cocok bagi wisatawan yang memadukan lanskap cerita rakyat Tono dengan sejarah industri Kamaishi dan pesisir Sanriku.
- Mobil sewa: Sebaiknya disewa dari Stasiun JR Shin-Hanamaki (Shinkansen) atau Stasiun JR Tono (sekitar 40-50 menit lewat Rute 283).
-
Jalur Sennin仙人峠
-
Address
Kaido, Kasshicho, Kamaishi, Iwate 026-0055
View Map
-
Address
Kaido, Kasshicho, Kamaishi, Iwate 026-0055
7. Danau Kinshu (Dekat Jembatan Hotto Sango) (錦秋湖・ほっと三五橋付近)

Danau Kinshu adalah danau buatan di Iwate bagian barat yang terbentuk oleh Bendungan Yuda di Sungai Waga, dikelilingi pegunungan curam yang berhutan lebat. Namanya sangat cocok untuk musim gugur: kinshu membangkitkan bayangan kain brokat yang kaya, dan saat musim dedaunan, lereng di sekitar air benar-benar tampak seperti kain tenun berwarna merah, kuning, oranye, dan hijau.
Alih-alih punya satu titik pandang terkenal, danau ini memberi hadiah bagi wisatawan yang berkeliling area sekitarnya. Rute Nasional 107 menyusuri sebagian tepi danau, sementara Jalur JR Kitakami menembus lanskap pegunungan yang sama. Di sekitar Jembatan Hotto Sango, gunung berwarna-warni turun hampir sampai ke air, menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik saat danau tenang.

Pemandangan musim gugur terbaik umumnya datang dari pertengahan Oktober hingga awal November. Maple dan pohon berdaun lebar lainnya menutupi pegunungan sekitar, dan kontras antara air biru kehijauan, dedaunan cerah, jembatan, dan kereta yang sesekali lewat memberi kawasan ini nuansa pedesaan Tohoku yang khas. Air terjun di dekatnya dan beberapa bagian Sungai Waga menawarkan lebih banyak titik melihat daun bagi pengunjung yang menjelajah dengan mobil.
Di dekat sini juga ada atraksi kereta yang unik banget. Stasiun Hotto-Yuda ternyata punya pemandian air panas umum, dan di dalam pemandiannya ada sinyal bergaya lampu lalu lintas yang memperingatkan pengunjung saat kereta mendekat. Lampu biru-hijau, kuning, dan merah memberi tahu seberapa cepat kamu harus berpakaian dan berlari ke peron, menjadikannya salah satu kombinasi paling tak biasa di Jepang.
- Kereta & Taksi: Naik Jalur JR Kitakami ke Stasiun JR Yuda-Kogen atau Stasiun JR Yuda-Onsen, lalu lanjut taksi 10 menit.
- Mobil sewa: Sebaiknya disewa dari Stasiun JR Kitakami (sekitar 40 menit berkendara).
-
Titik Pandang Nishiwaga西和賀町展望所
-
Address
39 Chiwari-195-2 Uenono, Nishiwaga, Distrik Waga, Iwate 029-5511
View Map
-
Address
39 Chiwari-195-2 Uenono, Nishiwaga, Distrik Waga, Iwate 029-5511
8. Ngarai Geibikei (猊鼻渓)

Geibikei menawarkan pengalaman ngarai yang sangat berbeda dari Genbikei di dekatnya. Di sini, Sungai Satetsu mengalir lembut di antara tebing batu kapur menjulang setinggi sekitar 100 meter, membentuk ngarai sempit yang nyaris tertutup sepanjang sekitar dua kilometer. Alih-alih menyusuri jalan setapak di tepi sungai, sebagian besar pengunjung menikmati lanskap dari atas perahu berdasar datar tradisional.
Perahu digerakkan oleh tukang perahu dengan galah panjang, bukan mesin, sehingga perjalanan terasa sangat sunyi. Dinding batu kapur, batu berbentuk aneh, pepohonan yang menempel di tebing, dan pantulan di permukaan sungai berlalu perlahan dengan kecepatan berjalan kaki. Perjalanan pulang-pergi memakan waktu sekitar 90 menit, sehingga pengalaman ini sama pentingnya soal melambat dan meresapi pemandangan seperti mencapai titik pandang tertentu.

Musim gugur bisa dibilang musim yang paling spektakuler. Maple dan pohon gugur daun lainnya meledak dalam warna merah dan kuning di puncak tebing dan sekitar permukaan batu yang terbuka dari sekitar pertengahan Oktober hingga awal November. Menengadah dari permukaan air menonjolkan ketinggian ngarai, terutama di tempat dedaunan seolah tumpah dari tepi dinding batu kapur.
Momen puncaknya biasanya datang ketika tukang perahu meletakkan galah dan menyanyikan Geibi Oiwake, lagu rakyat tradisional setempat. Tanpa suara mesin, suaranya menggema alami di antara tebing. Rasanya nyaris seperti pertunjukan teater, sekaligus gaya wisata tempo dulu yang sudah tak terpisahkan dari Geibikei.
- Stasiun Geibikei juga menjadi salah satu pemberhentian POKÉMON with YOU Train milik JR East yang populer, kereta wisata bertema Pokémon yang penuh warna dan beroperasi antara Ichinoseki dan Kesennuma pada hari-hari tertentu. Bagi yang berkunjung ke Geibikei, kereta ini dijadwalkan berhenti di sini sekitar pukul 11:48-12:03 pada perjalanan menuju Kesennuma dan 15:54-16:04 pada perjalanan menuju Ichinoseki. Meski tidak menaikinya, para penggemar Pokémon mungkin ingin memperhatikan peron di sekitar jam-jam ini untuk kesempatan melihat kereta yang unik tersebut.
- Jadwal dan tanggal operasional dapat berubah, jadi periksa jadwal terbaru JR East
- Kereta: Jalan kaki 5 menit dari Stasiun JR Geibikei (Jalur JR Ofunato).
- Tarif perahu: Dewasa 2.000 yen; anak SD 900 yen; anak lebih kecil 200 yen.
・Durasi: Sekitar 90 menit.
・Keberangkatan: 1 April-5 November: 8:30-16:00; 6-10 November: 8:30-15:30; 11-20 November: 8:30-15:00; 21 November-31 Maret: 9:30-15:00.
・Perahu umumnya berangkat setiap jam, dengan keberangkatan tambahan pukul 9:30 dan 10:00.
9. Appi Kogen (安比高原)

Appi Kogen paling dikenal secara internasional sebagai salah satu destinasi ski utama di Tohoku, tetapi di luar musim dingin tempat ini berubah menjadi lanskap dataran tinggi yang luas dan tenang, dengan padang rumput, hutan, jalur jalan kaki, dan pemandangan gunung. Hotel dan resor berkumpul di sekitar area ski, sementara di baliknya terbentang hutan birch, hutan beech, padang rumput, dan lereng Gunung Maemori.
Musim gugur menampilkan sisi Appi yang sangat berbeda. Pohon birch dan beech berubah kuning cerah dan keemasan, sementara di ketinggian lebih tinggi muncul bercak oranye dan merah. Salah satu sorotan kawasan ini adalah hutan beech sekunder, hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang di masa lalu dan menjadi begitu indah hingga diakui sebagai salah satu destinasi mandi hutan terkenal di Jepang.

Saat gondola wisata musiman beroperasi, naik ke Gunung Maemori memberi pengunjung perspektif yang jauh lebih luas, dengan resor di bawah dan jajaran pegunungan Iwate utara terbentang hingga cakrawala. Materi pariwisata Hachimantai menggambarkan dedaunan beech kuning Appi secara berkesan sebagai “hujan lemon”, yang memberi gambaran betapa pekatnya warna keemasan hutan ini.
Appi adalah pilihan bagus untuk wisatawan yang menginginkan pemandangan musim gugur tanpa harus menempuh pendakian gunung yang berat. Kamu bisa memadukan jalan santai di hutan dengan fasilitas resor, pemandangan gunung, pemandian air panas, dan produk susu lokal, lalu kembali ke hotel yang nyaman alih-alih ke pangkal jalur yang terpencil.
- Kereta & Taksi: Jalur JR Hanawa ke Stasiun JR Appi-Kogen, dilanjutkan taksi atau shuttle 10 menit.
- Mobil sewa: Sebaiknya disewa dari Stasiun JR Morioka (sekitar 50 menit lewat Jalan Tol Tohoku).
-
Appikogen安比高原
-
Address
117 Appikogen, Hachimantai, Iwate 028-7306
View Map
-
Address
117 Appikogen, Hachimantai, Iwate 028-7306
10. Ngarai Kakkonda (葛根田渓谷)

Ngarai Kakkonda adalah salah satu lanskap musim gugur Iwate yang paling liar, membentang sekitar 10 kilometer melalui hulu Sungai Kakkonda di selatan Gunung Iwate. Jalan makin dalam menembus lembah berbentuk V yang dilapisi hutan beech purba dan hutan berdaun lebar lainnya, hingga akhirnya sampai di kawasan pemandian air panas terpencil Takinoue Onsen.
Musim gugur datang lebih awal di sini, umumnya sekitar awal hingga pertengahan Oktober. Pohon beech berubah kuning bercahaya sementara maple menambahkan goresan merah dan oranye cerah, menciptakan dinding warna yang rapat di kedua sisi sungai. Karena sebagian besar hutan di sekitarnya masih belum dikembangkan, pengalamannya lebih terasa seperti memasuki belantara pegunungan daripada mengunjungi atraksi daun musim gugur yang ditata.

Pemandangan yang paling menonjol adalah Air Terjun Torigoe, air terjun setinggi sekitar 30 meter yang menukik ke cekungan hijau tua dekat ujung atas ngarai. Yang membuatnya istimewa adalah lanskap vulkanik di sekelilingnya. Panas bumi membuat uap melayang dari tanah di atas dan sekitar air terjun, jadi di pagi musim gugur yang dingin kamu mungkin melihat kabut putih naik melewati dedaunan berwarna-warni.
Aktivitas panas bumi ini juga menjelaskan keberadaan Takinoue Onsen, pemandian air panas terpencil dengan sejarah lebih dari 200 tahun. Kakkonda sangat menarik bagi wisatawan yang menyukai kombinasi dedaunan, air terjun, pemandangan vulkanik, dan pemandian air panas pegunungan gaya lama, bukan sekadar memotret daun dari titik pandang tepi jalan.
- Mobil sewa: Sebaiknya disewa dari Stasiun JR Shizukuishi (sekitar 30 menit) atau Stasiun JR Morioka (sekitar 50 menit). Harap dicatat bahwa transportasi umum menuju ngarai sangat terbatas.
-
Ngarai Kakkonda葛根田渓谷
-
Address
Nishine, Shizukuishi, Distrik Iwate, Iwate 020-0500
View Map
-
Address
Nishine, Shizukuishi, Distrik Iwate, Iwate 020-0500
11. Gunung Inukura (犬倉山)

Gunung Inukura menjulang di samping Amihari Onsen di sisi barat Gunung Iwate dan menawarkan salah satu cara paling mudah untuk menikmati pemandangan dataran tinggi sesungguhnya di sekitar Shizukuishi. Gunung ini berada di sepanjang rute Amihari menuju Gunung Iwate, tetapi pengunjung bisa memakai Tenku no Lift musiman, atau “Lift Langit”, untuk mendapatkan sebagian besar ketinggian tanpa pendakian panjang.
Saat ketiga lift beroperasi, wisatawan bisa naik hingga sekitar ketinggian 1.300 meter lalu melanjutkan berjalan kaki ke area pengamatan Inukura dan puncak. Dari sana, lanskap terbuka dramatis, dengan pemandangan ke arah Gunung Iwate, Gunung Hayachine, dan Cekungan Shizukuishi. Dalam kondisi yang sangat cerah, pegunungan yang lebih jauh juga terlihat di cakrawala.

Musim gugur membuat pendakian ini terasa sangat berharga. Memandang ke bawah dari lift, hutan perlahan berubah dari hijau menjadi emas, oranye, dan merah, sementara vegetasi gunung yang lebih tinggi berwarna karat lebih pekat. Karena pemandangan mencakup perbedaan ketinggian yang begitu besar, pengunjung bisa menyaksikan musim gugur menyebar di seluruh lanskap, bukan sekadar berdiri di antara rumpun maple.
Lift-nya sendiri jelas bagian dari keseruan. Alih-alih terkurung di dalam gondola, pengunjung menaiki lift ski tipe kursi terbuka di atas lereng gunung, sehingga perjalanan terasa seperti berjalan di udara menembus dedaunan. Amihari Onsen di bawah juga konon punya sejarah sekitar 1.300 tahun, dan kunjungan musim gugur mudah diakhiri dengan berendam air panas yang menyegarkan setelah turun gunung.
- Mobil sewa: Sebaiknya disewa dari Stasiun JR Shizukuishi atau Stasiun JR Morioka (sekitar 50-60 menit ke area pangkal jalur Amihari-kogen).
-
Resor Ski Amihari Onsen網張温泉スキー場・網張温泉 天空のリフト
-
Address
Komatsukura-14-3 Nagayama, Shizukuishi, Distrik Iwate, Iwate 020-0585
View Map
Musim hijau: 1 Juni-3 November
・Lift #1 (Tenku no Oka): Setiap hari
・Lift #1-3 (Pos Pengamatan Inukura): hanya 19-27 September, 1-4 Oktober, dan 10-12 Oktober
Jam operasional
・Lift #1: 6:30-9:30 (naik terakhir 9:00); akhir pekan/hari libur 6:30-11:00 (naik terakhir 10:30)
・Lift #1-3: 6:30-17:00 (naik terakhir 16:00)
Tarif
・Lift #1: Sekali jalan 800 yen dewasa / 400 yen anak; pulang-pergi 1.200 yen / 600 yen
・Lift #1-2: Sekali jalan 1.200 yen / 600 yen; pulang-pergi 1.600 yen / 800 yen
・Lift #1-3: Sekali jalan 1.600 yen / 800 yen; pulang-pergi 2.100 yen / 1.000 yen
Situs web: https://www.qkamura.or.jp/iwate/free2/?p=24 -
Address
Komatsukura-14-3 Nagayama, Shizukuishi, Distrik Iwate, Iwate 020-0585
12. Taman Reruntuhan Kastil Morioka (盛岡城跡公園・岩手公園)

Taman Reruntuhan Kastil Morioka menempati bekas lahan Kastil Morioka, yang dulunya benteng para penguasa Nanbu yang memerintah bagian utara Jepang ini. Kastil ini rampung pada awal abad ke-17 di atas bukit dekat pertemuan sungai-sungai besar, menempatkannya di pusat kota kastil yang akhirnya berkembang menjadi Morioka modern.
Bangunan kastil dari kayu sudah tiada, tetapi yang tersisa bisa dibilang ciri paling khas tempat ini: tembok batu granit raksasa yang menjulang berundak-undak di seluruh taman. Permukaan abu-abu pucatnya menjadi latar yang sangat kuat bagi pemandangan musiman, dengan jalan setapak menanjak di antara bekas pelataran, tangga batu, halaman rumput, dan sisa tata letak pertahanan lama.

Pada akhir Oktober dan awal November, maple dan pohon lain di sekitar reruntuhan berubah merah, oranye, dan kuning. Kontras antara dedaunan dan tembok batu yang besar membuat Kastil Morioka sangat fotogenik di musim gugur, terutama di tempat daun tumpah di atas dinding atau membingkai pemandangan ke arah kota.
Keunggulan terbesarnya bagi wisatawan mancanegara adalah betapa mudahnya dimasukkan ke dalam itinerari kota. Berbeda dengan spot daun musim gugur pegunungan terpencil di Iwate, taman ini berada di jantung kota, dekat Kuil Sakurayama, Museum Sejarah dan Budaya Morioka, jalan-jalan perbelanjaan, dan restoran. Kamu bisa menghabiskan pagi menikmati warna musim gugur di antara reruntuhan kastil, lalu beberapa menit kemudian sudah menyantap reimen atau jajamen khas Morioka.
- Jalan kaki: 15-20 menit dari Stasiun JR Morioka.
- Bus: Bus Keliling “Denden-mushi” dari Stasiun JR Morioka (10 menit ke halte Taman Reruntuhan Kastil Morioka).
-
Taman Iwate (Taman Reruntuhan Kastil Morioka)岩手公園(盛岡城跡公園)
-
Address
1-37 Uchimaru, Morioka, Iwate 020-0023
View Map
-
Address
1-37 Uchimaru, Morioka, Iwate 020-0023
13. Ngarai Chotankei (重湍渓)

Chotankei adalah ngarai kecil yang terpencil di hulu Sungai Sarugaishi di Tono, jauh dari jalur wisata yang lebih terkenal di sekitar pusat kota. Alih-alih tebing menjulang, pemandangan khasnya berasal dari lempengan granit raksasa yang terkikis menjadi formasi lebar seperti anak tangga di dasar sungai.
Air mengalir di antara teras batu alami ini lewat rangkaian jeram dangkal dan air terjun mini. Formasi yang tak biasa ini sejak lama dibandingkan dengan tikar tatami yang digelar berdampingan, memberi ngarai ini karakter yang jauh lebih intim dibanding tempat seperti Geibikei. Di sini kamu memandang ke seberang pola batu dan air, bukan mendongak ke dinding ngarai yang megah.

Dari sekitar pertengahan hingga akhir Oktober, hutan di sekitarnya menambahkan warna merah, kuning, dan oranye cerah pada pemandangan. Daun-daun gugur menumpuk di antara lempengan granit abu-abu sementara sungai terus mengalir di antaranya, menjadikan tempat ini lokasi yang sangat menarik bagi fotografer yang menyukai detail kecil sekaligus lanskap musim gugur yang luas.
Chotankei juga cocok dengan suasana Tono. Daerah ini terkenal di seluruh Jepang lewat cerita rakyat tentang roh gunung, legenda, dan kisah yang dihimpun dalam The Legends of Tono. Chotankei sendiri terutama atraksi alam, tetapi lokasinya yang sunyi jauh di pedesaan memiliki kesan agak misterius dan tersembunyi yang banyak dikaitkan wisatawan dengan Tono.
- Mobil sewa: Sebaiknya disewa dari Stasiun JR Tono (sekitar 35 menit) atau Stasiun JR Shin-Hanamaki (sekitar 50 menit).
-
Chotankei重湍渓
-
Address
20 Chiwari Tsukimoushicho Kamitsukimoushi, Kota Tono, Iwate 028-0661
View Map
-
Address
20 Chiwari Tsukimoushicho Kamitsukimoushi, Kota Tono, Iwate 028-0661
14. Aliran Gunung Kuji (久慈渓流)

Aliran Gunung Kuji menyusuri Rute Nasional 281 ke pedalaman dari Kuji melewati lembah berhutan lebat yang menjadi bagian dari Taman Alam Prefektur Kuji-Hiraniwa. Air jernih mengalir di samping jalan di antara batu-batu besar, hutan cemara, dan pepohonan gugur daun, menjadikannya jalan memutar yang indah dan mudah bagi wisatawan yang bepergian antara pesisir Sanriku dan pedalaman Iwate utara.
Musim gugur umumnya memuncak dari akhir Oktober hingga awal November. Pohon oak, kastanye kuda, dan maple berubah kuning dan merah, sementara pinus merah Jepang dan cedar tetap hijau, menghasilkan perpaduan warna yang sangat beragam. Karena aliran sungai dan jalan berjalan berdampingan di sebagian rute, pengunjung bisa berhenti di beberapa titik alih-alih hanya bergantung pada satu dek pengamatan yang ramai.

Salah satu landmark paling terkenal adalah Kagami-iwa, atau Batu Cermin. Di dekatnya ada Furo-sen, mata air alami yang termasuk air terkenal Iwate. Legenda setempat bahkan melangkah lebih jauh, mengklaim bahwa meminum airnya bisa membantu menyembuhkan penyakit dan membawa furo choju, yakni bebas dari penuaan dan panjang umur.
Detail yang agak mistis itu memberi Aliran Gunung Kuji lebih banyak kepribadian daripada sekadar perhentian daun musim gugur di pinggir jalan. Dipadukan dengan sungai yang jernih, hutan, dan suasana yang relatif santai, tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang mencari pemandangan musim gugur yang lebih tenang, jauh dari destinasi utama Iwate.
- Bus: JR Bus Tohoku (tujuan Morioka/Ninohe) dari Stasiun JR Kuji ke halte bus Morimae (sekitar 15 menit).
- Mobil sewa: Sebaiknya disewa dari Stasiun JR Kuji (sekitar 15-20 menit).
-
Aliran Gunung Kuji久慈渓流
-
Address
Dai 10 Chiwari Yamagatachotsunagi, Kuji, Iwate 028-8711
View Map
-
Address
Dai 10 Chiwari Yamagatachotsunagi, Kuji, Iwate 028-8711
15. Ngarai Basenkyo (馬仙峡)

Basenkyo terletak tak jauh dari pusat Ninohe, tempat Sungai Mabechi membelah deretan tebing batu dramatis dan tebing berhutan. Landmark utamanya adalah Ogami-iwa dan Megami-iwa, secara harfiah Batu Dewa dan Batu Dewi, dua monolit batu raksasa yang menjulang masing-masing 180 meter dan 160 meter di atas lanskap sekitarnya.
Keduanya bersama-sama dianggap sebagai sepasang meoto-iwa yang sangat besar, atau “batu suami istri”. Jepang punya banyak formasi lebih kecil dengan sebutan romantis itu, yang biasanya diwujudkan lewat dua batu yang secara simbolis dihubungkan sebagai pasangan, tetapi batu-batu di Basenkyo istimewa karena skalanya yang luar biasa. Tempat ini ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah Nasional.

Musim gugur membuat tebing-tebing ini tampak lebih tegas. Hutan gugur daun di sepanjang Sungai Mabechi berubah menjadi oranye, kuning, dan merah cerah, sementara formasi batu yang lebih gelap menjulang di atas dedaunan. Pemandangan di sekitar Jembatan Basen sangat memukau karena sungai, hutan, dan dinding batu raksasa semuanya terlihat dalam satu lanskap. Warna puncak umumnya datang dari akhir Oktober hingga awal November.
Basenkyo juga luar biasa mudah dijangkau untuk lanskap sebesar ini. Tempat ini hanya perjalanan singkat dengan mobil atau taksi dari Stasiun Ninohe, salah satu perhentian Shinkansen Tohoku. Itu menjadikannya pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mencicipi pemandangan Iwate utara yang gagah tanpa menghabiskan sehari penuh untuk mencapai jalur gunung yang terpencil.
- Berkendara 10 menit ke barat laut dari Taman Basenkyo akan membawamu ke Dek Pengamatan Ngarai Basenkyo, tempat kamu bisa menikmati dedaunan, berbagai formasi batu, dan lembah dari ketinggian.
- Taksi atau mobil sewa: 5-10 menit dengan taksi atau mobil dari Stasiun JR / IGR Ninohe.
-
Taman Basenkyo馬仙峡公園
-
Address
Dainakatai-115 Ishikiridokoro, Ninohe, Iwate 028-6103
View Map
-
Address
Dainakatai-115 Ishikiridokoro, Ninohe, Iwate 028-6103

Iwate paling menawan di musim gugur, saat kamu bisa mengikuti warna dari jalur pegunungan yang tinggi turun melewati ngarai, kota kuil, hutan, dan taman kota selama beberapa minggu. Sebagian objek wisata mudah dijangkau dengan kereta atau bus, sementara mobil sewa membuka lembah yang lebih sepi, jalan pemandangan, dan kawasan pemandian air panas yang membuat prefektur ini terasa sangat berharga untuk dijelajahi. Entah kamu datang untuk sehari di Hiraizumi atau menjadikannya road trip Tohoku yang lebih panjang, musim gugur adalah salah satu waktu terbaik untuk melihat betapa beragamnya lanskap Iwate.
*Prices and options mentioned are subject to change.
*Unless stated otherwise, all prices include tax.
Tur dan Aktivitas Populer
Recommended places for you
-
Sannai-Maruyama Site
Village Ruins
Aomori, Hirosaki And Hachinohe
-
Zuiganji Temple
Temples
Sendai And Matsushima
-
Lake Tazawa
Rivers, Lakes & Canyons
Surrounding Areas Of Akita
-
Asamushi Onsen
Hot Springs (Onsen) & Bath Houses (Sento)
Aomori, Hirosaki And Hachinohe
-
Matsushima Bay
Landscapes
Sendai And Matsushima
-
Geibikei Gorge
Rivers, Lakes & Canyons
Morioka, Hiraizumi And Hachimantai
-
Panduan Musim Panas Sendai: Cuaca di Bulan Juni, Juli & Agustus + Tips Berpakaian dari Editor Kami yang Tinggal di Jepang
-
Hotel Mazarium: Menginap di Jantung Morioka yang Penuh Suasana
by: Timothy Sullivan
-
10 Festival Tohoku yang Wajib Dikunjungi: Rasakan Kemeriahan 'Matsuri' di Jepang Utara dan Temukan Dunia Tradisi yang Menakjubkan
by: Guest Contributor












