Liburan ke Jepang di Bulan Juli: Tempat Wisata, Aktivitas Seru, Cuaca & Tips Perjalanan
- Written by: Gabriel Wilkinson
Liburan ke Jepang di bulan Juli adalah pengalaman yang tak terlupakan. Musim panas sedang berlangsung penuh, diwarnai festival-festival meriah, kuliner musiman yang menggugah selera, dan pemandangan alam yang memukau. Panduan ini akan membawa kamu menjelajahi apa yang membuat Juli begitu istimewa di Jepang, cara mempersiapkan diri, destinasi terbaik, serta berbagai hal seru yang bisa kamu nikmati.
(Foto utama: PIXTA)
(Kami mungkin mendapatkan komisi dari tautan afiliasi atau kupon dalam artikel ini; fasilitas dan pengalaman yang direkomendasikan telah memenuhi standar editorial kami.)
- Table of Contents
-
- Mengapa Juli adalah Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Jepang
- Cuaca Jepang di Bulan Juli
- Perlengkapan yang Perlu Dibawa untuk Perjalanan di Bulan Juli
- Ke Mana Harus Pergi di Jepang pada Bulan Juli
- Rekomendasi Perjalanan Sehari
- Menikmati Jepang di Bulan Juli
- Apa yang Bisa Dimakan di Jepang di Bulan Juli
- Tips Berkunjung ke Jepang di Bulan Juli
Mengapa Juli adalah Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Jepang

Suasana musim panas Jepang benar-benar hidup di bulan Juli. Ini adalah bulan yang dipenuhi festival (matsuri), kembang api, dan berbagai aktivitas luar ruangan. Musim panas adalah puncak musim festival di Jepang.
Di bulan Juli, kamu bisa menyaksikan perayaan budaya yang unik seperti Tanabata (Festival Bintang) dan Gion Matsuri di Kyoto.
Cuaca memang panas dan lembap, namun itu juga berarti musim pantai di Okinawa dan musim pendakian di Pegunungan Alpen Jepang. Juli adalah saat musim pendakian Gunung Fuji dimulai, mengundang para petualang untuk mendaki puncak tertinggi Jepang dalam kondisi yang umumnya aman.
Liburan sekolah biasanya dimulai pada akhir Juli, jadi jika kamu datang lebih awal, kamu bisa menikmati banyak acara sebelum lonjakan wisatawan domestik terjadi. Awal hingga pertengahan Juli cenderung menjadi waktu yang pas: setelah hujan Juni mereda, namun sebelum keramaian Agustus tiba.
Cuaca Jepang di Bulan Juli

Iklim Jepang berbeda-beda di setiap wilayah, namun Juli umumnya membawa cuaca panas dan lembap saat negeri ini beralih dari musim hujan ke musim panas.
Di Jepang tengah, awal Juli sering kali masih hujan dan gerah, namun kondisinya menjadi lebih cerah dan semakin panas menjelang akhir bulan. Suhu rata-rata tertinggi mencapai 29–30°C (84–86°F), dengan kelembapan yang tetap tinggi.
Tokyo rata-rata mencapai suhu tertinggi sekitar 28–29°C, dengan suhu terendah sekitar 23°C (73°F). Juli adalah bulan paling lembap (76–81%), sehingga terasa lebih panas dari angka yang tertera.
Hokkaido tetap lebih sejuk dan nyaman, dengan Sapporo rata-rata sekitar 21°C (70°F).
Kyoto dan Osaka sedikit lebih panas dari Tokyo dan sama-sama lembap. Lokasi Kyoto yang berada di cekungan membuat suhu 30°C terasa semakin menyengat.
Di Kyushu dan Shikoku, awal Juli masih membawa gerimis, namun langit mulai cerah dan suhu meningkat pada pertengahan bulan.
Okinawa mengalami musim panas tropis yang sesungguhnya: panas, cerah, dan lembap dengan laut yang hangat (28–29°C), sangat ideal untuk berenang.
Satu hal yang perlu diperhatikan: meskipun topan biasanya mencapai puncaknya di akhir musim panas (Agustus–September), topan juga bisa terjadi di bulan Juli. Pantau terus prakiraan cuaca, terutama jika kamu bepergian ke Okinawa atau daerah pesisir.
Perlengkapan yang Perlu Dibawa untuk Perjalanan di Bulan Juli

Mempersiapkan perlengkapan yang tepat untuk Juli di Jepang sangatlah penting. Berikut adalah barang-barang esensial yang wajib kamu bawa.
- Pakaian Ringan: Kemas kemeja longgar, celana pendek, rok, dan mungkin sepasang celana panjang tipis. Pilih bahan katun, linen, atau kain yang menyerap keringat.
- Perlindungan dari Matahari: Bawa topi matahari, kacamata, dan tabir surya dengan SPF tinggi. Matahari musim panas sangat terik, dan kamu kemungkinan akan banyak berada di luar ruangan untuk festival atau wisata. Baca lebih lanjut tentang tabir surya yang direkomendasikan di sini.
- Bawa Obat Nyamuk untuk Perjalanan Luar Ruangan: Terutama di musim panas dan di daerah pedesaan, nyamuk bisa menjadi gangguan. Kamu bisa dengan mudah menemukan semprotan, tisu basah, dan penolak nyamuk yang bisa dipakai di apotek atau minimarket di seluruh Jepang. Baca lebih lanjut tentang penolak nyamuk yang direkomendasikan di sini.
- Perlengkapan Hujan: Awal Juli masih bisa hujan. Bawa payung lipat atau jas hujan ringan/poncho. Kamu mungkin akan menemukan hujan lebat tiba-tiba, dan payung juga tersedia dijual murah di minimarket dan toko 100 yen.
- Botol Minum Isi Ulang: Hidrasi adalah kunci di musim panas Jepang, jadi bawalah botol minum yang andal. Kamu bisa mengisi ulang di mesin penjual otomatis (membeli air atau teh) atau menggunakan banyak air mancur bersih di seluruh Jepang.
- Ransel atau Daypack: Bawa air, tabir surya, payung, dll., selama perjalanan harian. Juga berguna untuk berbagai oleh-oleh yang kamu temukan di festival.
Ke Mana Harus Pergi di Jepang pada Bulan Juli

Setiap wilayah di Jepang menawarkan sesuatu yang istimewa di bulan Juli. Berikut beberapa rekomendasi, termasuk destinasi yang kurang dikenal atau di luar jalur wisata biasa, untuk membantu kamu menghindari panas musim panas, bepergian bersama anak-anak, menikmati pemandangan menakjubkan, atau menjauhi keramaian.
Tempat Terbaik untuk Cuaca Sejuk: Nagano (Jepang Tengah)

Jika menghindari panas atau hujan menjadi prioritas utamamu, ketinggian Nagano yang tinggi adalah pilihan ideal berkat medan pegunungannya di Pegunungan Alpen Jepang. Meskipun suhu di kota-kota seperti Matsumoto masih akan terasa lebih tinggi, beranjak ke daerah yang lebih terpencil akan memberikan suhu yang lebih sejuk yang kamu cari.
Kamikochi adalah lembah pegunungan yang memukau di Prefektur Nagano, tepat di jantung Pegunungan Alpen Utara. Di bulan Juli, bunga alpine bermekaran di padang rumput yang hijau segar, dan jalur-jalur pendakian terbuka menuju pemandangan yang spektakuler. Kamu bisa berjalan di sepanjang Sungai Azusa, mendaki menuju Kolam Taisho, dan menikmati udara segar pegunungan. Mengingat keindahan dan lokasinya yang terlindungi, Kamikochi bebas dari kendaraan pribadi. Perjalanan ke sana dilakukan dengan bus atau taksi dari Shinshimashima, dan sebaiknya dipesan lebih awal.
Kamikochi is an alpine valley that offers cool mountain air. At an elevation around 1,500m, Kamikochi stays refreshingly cooler than the cities. You can do easy hikes along the Azusa River, see the iconic Kappa Bridge with stunning mountain backdrops, and even stay overnight in a mountain lodge. Mornings and evenings are crisp – a nice break from the humidity. Plus, no cars are allowed in the valley, so it's peaceful and pristine.
Karuizawa adalah kota resor musim panas klasik favorit warga lokal, terkenal dengan jalan-jalan alam yang menyenangkan, kafe-kafe trendi, dan belanja di outlet Prince Shopping Plaza. Karena terletak di dataran tinggi, Karuizawa lebih sejuk dari kota-kota lainnya. Meski belum banyak dikenal oleh wisatawan internasional, kota ini sangat dicintai warga Tokyo yang ingin melarikan diri dari panas.
Selain itu, Hakuba adalah desa pegunungan yang indah, paling dikenal sebagai destinasi ski, namun juga merupakan pangkalan musim panas yang luar biasa untuk mendaki, bersepeda, dan menikmati pemandangan panorama Pegunungan Alpen Utara. Ketinggiannya membuat suhu lebih sejuk dibandingkan dataran rendah, dan kawasan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas aktivitas luar ruangan, gondola yang beroperasi di musim panas, serta jalur ramah keluarga di sepanjang lembah. Penginapan dan lodge lokal menawarkan suasana yang santai, dan kamu akan menemukan banyak kafe serta sumber air panas untuk bersantai setelah seharian beraktivitas di luar.
Meskipun tidak sedingin pegunungan, selama kamu berada di Prefektur Nagano, Matsumoto wajib dikunjungi untuk melihat Kastil Matsumoto dan mencicipi mie soba serta wasabi khas setempat.
Tempat Terbaik untuk Keluarga dengan Anak: Okinawa

Jika perjalanan Juli ke Jepang kamu adalah liburan keluarga bersama anak-anak, Okinawa adalah destinasi yang sempurna. Prefektur kepulauan subtropis ini menawarkan perpaduan menawan antara pantai-pantai berpasir putih, kehidupan laut yang unik, dan budaya khas yang akan memukau anak-anak maupun orang dewasa.
Musim hujan biasanya berakhir di Okinawa pada akhir Juni, sehingga paruh kedua Juli terasa sangat cerah dan mengundang, dengan suhu yang belum mencapai puncak panasnya di bulan Agustus. Ini menciptakan kondisi sempurna untuk berbagai aktivitas laut dan eksplorasi.
Aquarium Churaumi adalah salah satu akuarium terbesar dan terbaik di dunia, terkenal dengan Tangki Kuroshio-nya yang luar biasa besar berisi hiu paus dan pari manta. Pengalaman yang benar-benar menakjubkan untuk semua usia.
Berbagai pantai di Okinawa Honto (pulau utama) dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (seperti Ishigaki atau Miyakojima) menawarkan kesempatan untuk berenang, snorkeling, dan bermain pasir. Banyak resor juga memiliki kolam renang dan aktivitas ramah anak.
Tempat Terbaik untuk Pemandangan Indah: Furano & Biei (Hokkaido)

Untuk pemandangan alam yang luar biasa di bulan Juli, Hokkaido adalah harta karun keindahan alam. Jantung pulau utara Jepang yang luas ini penuh warna dan pesona.
Di Biei, rute Patchwork Road dan Panorama Road melewati perbukitan bergelombang dengan ladang pelangi berbagai bunga. Baik dengan berkendara maupun bersepeda, rasanya seperti masuk ke dalam sebuah lukisan.
Di dekat Biei, Blue Pond Shirogane adalah kolam biru elektrik yang memukau di tengah hutan, yang telah menjadi terkenal dalam beberapa tahun terakhir. Datanglah di pagi hari untuk melihat warna terbaik dengan lebih sedikit pengunjung, demi foto-foto yang menakjubkan.
Tidak jauh dari sana, di Furano, ladang lavender khas Hokkaido mencuri perhatian di tempat-tempat seperti Tomita Farm dan Lavender East, ladang lavender terbesar di Jepang dengan hampir 90.000 tanaman.
Pertengahan Juli adalah puncak musim lavender, dan saat berada di area ini, jangan lewatkan untuk mencicipi es krim rasa lavender.
Tempat Terbaik untuk Menghindari Keramaian: Shikoku

Jika kamu mencari alternatif yang lebih tenang, pertimbangkan Shikoku (pulau utama keempat di Jepang), di mana kamu akan menemukan lanskap yang damai, kota-kota bersejarah, dan jauh lebih sedikit pengunjung.
Kamu tidak perlu menyelesaikan seluruh ziarah 88 kuil untuk menikmati rute ini. Banyak kuil yang terletak di kota-kota pedesaan yang memikat dengan kehidupan yang lebih santai dan tradisional.
Di Ehime, kota Uchiko memiliki rumah-rumah pedagang yang terawat dengan baik dan sebuah teater kabuki kecil, memberikan jendela ke masa lalu Jepang tanpa kepadatan yang ditemukan di daerah yang lebih populer.
Di Kagawa, Kotohira adalah rumah bagi Kompira-san, sebuah kuil yang dihormati yang dapat dicapai dengan mendaki ratusan anak tangga batu. Setelah berkunjung, kamu bisa bersantai di sumber air panas lokal dan berjalan-jalan di sepanjang jalan belanja kuno yang tenang.
Lembah Iya di Tokushima adalah salah satu destinasi paling terpencil dan indah di Jepang. Dikenal dengan tebing berhutan yang terjal, jembatan rotan, dan ngarai yang dalam, lembah ini menawarkan ketenangan yang jarang ditemukan di tempat lain.
Rekomendasi Perjalanan Sehari
Dari Tokyo
Tokyo adalah pangkalan yang luar biasa untuk perjalanan sehari, berkat koneksi kereta yang sangat baik. Berikut tiga tempat yang bisa memberikanmu gambaran tentang Juli di Jepang.
Enoshima (Kanagawa): Sebuah pulau kecil di lepas pantai sekitar satu jam ke selatan Tokyo. Di bulan Juli, Enoshima punya suasana pantai yang menyenangkan, dan pantai-pantai Shonan di sekitarnya akan ramai dengan peselancar lokal dan beach house. Jelajahi kompleks kuil di atas bukit Enoshima, lalu turun menuju Gua Iwaya di sisi pulau yang lain. Ada jalur pendakian yang indah, atau kamu bisa naik eskalator (berbayar) jika tidak ingin mendaki bukit. Jangan lupa mencicipi makanan laut segar seperti mangkuk nasi shirasu (ikan kecil), hidangan khas setempat.
Kawagoe (Saitama): Hanya 30 menit dari pusat Tokyo dengan kereta ekspres, Kawagoe adalah kota bergaya Edo yang masih menyimpan pesona historisnya. Dijuluki "Koedo" (Edo Kecil), kawasan gudang kota yang dilapisi bangunan bergaya kurazukuri (gudang berdinding tanah liat) memancarkan atmosfer nostalgia, dan menara jam ikonik Toki no Kane telah berdentang menandai waktu selama berabad-abad. Di Kuil Kawagoe Hikawa, ratusan lonceng angin (furin) menciptakan suara gemerincing yang magis di bawah angin Juli. Kuil ini juga memiliki terowongan ema (papan harapan kayu) yang bisa kamu lewati. Candy Alley (Kashiya Yokocho) adalah gang sempit tempat toko-toko permen tradisional menjual berbagai permen, kerupuk beras, dan camilan ubi jalar yang menjadi kebanggaan Kawagoe.
Hakone (Kanagawa): Perjalanan sehari atau menginap semalam yang klasik dari Tokyo, Hakone menawarkan berendam di onsen dan pemandangan Gunung Fuji (di hari cerah). Di musim panas, Gunung Fuji sering tertutup kabut, namun kamu mungkin bisa melihatnya sekilas di pagi hari. Daya tarik utama Hakone di bulan Juli adalah ragam aktivitasnya: kamu bisa menaiki Hakone Ropeway melewati lembah vulkanik Owakudani dengan uap panas bumi yang mengepul dari lereng gunung, menikmati wisata perahu di Danau Ashi dengan kemungkinan melihat Fuji, lalu bersantai di pemandian air panas onsen. Berendam di onsen mungkin terdengar panas di musim panas, namun bisa sangat menyegarkan jika dilakukan sore hari saat suhu mulai turun. Museum Seni Terbuka dengan tamannya yang dipenuhi patung-patung besar adalah tujuan populer, namun kepadatan lebih bisa ditoleransi di hari kerja.
Dari Kyoto
Kyoto berada di wilayah Kansai, dikelilingi oleh tempat-tempat yang menakjubkan. Berikut beberapa ide perjalanan sehari yang menawarkan pengalaman unik di luar perjalanan biasa ke Osaka atau Nara.
Uji (Prefektur Kyoto): Hanya sekitar 30 menit ke selatan Kyoto dengan kereta, Uji adalah kota kecil yang terkenal dengan teh hijaunya dan Kuil Byodo-in. Aula Phoenix milik kuil ini (yang terlihat di koin 10 yen) adalah bangunan bergaya Heian yang menakjubkan, dan terdapat pula museum dengan patung-patung Buddha yang megah di lokasi yang sama. Di bulan Juli, bunga lotus bermekaran di kolam-kolam sekitar kuil, menambah keindahannya. Di Uji, kamu bisa mengikuti sesi mencicipi atau memetik teh di tempat seperti Nakamura Tokichi Honten, yang juga memiliki kafe yang menyajikan soba matcha dan parfait matcha yang luar biasa. Berjalanlah menyeberangi Sungai Uji, dan jalur pendek menuju Titik Pandang Daikichiyama menawarkan pemandangan indah Uji dan sungainya. Patung Murasaki Shikibu di tepi sungai adalah latar belakang dalam karya klasik "The Tale of Genji." Dalam perjalanan kembali ke Kyoto, mampir sebentar ke kuil Fushimi Inari Taisha, yang terkenal dengan ribuan gerbang torii merah vermilion yang berjejer di sepanjang jalan hutan yang sejuk.
Hikone & Danau Biwa (Shiga): Sekitar 50-60 menit naik kereta dari Kyoto, Hikone memikat dengan pesona tepi danau. Kastil Hikone lebih kecil dan kurang ramai dibandingkan banyak kastil besar lainnya, memberimu ruang untuk menikmati suasananya secara leluasa. Danau Biwa (danau terbesar di Jepang) terlihat dari menara kastil. Area kastil mencakup parit yang bisa kamu dayung dan Taman Genkyu-en yang tenang dengan kolam tengah dan rumah teh. Wisata perahu Biwako dari Pelabuhan Hikone (jika tersedia) untuk pelayaran singkat di Danau Biwa adalah perjalanan yang menyegarkan. Di Hikone, Yume Kyobashi Castle Road dipenuhi bangunan bergaya Edo yang kini menampung toko dan restoran tempat kamu bisa mencicipi daging Omi (khas Shiga) untuk makan siang atau membeli es krim.
Kobe (Hyogo): Sekitar 30-40 menit dari Kyoto dengan Shinkansen dan hampir 1 jam dengan kereta biasa, Kobe, meski penuh dengan situs sejarah seperti Kyoto, menawarkan kilasan sisi lain dari sejarah Jepang. Kawasan Ijinkan Kitano-cho adalah area bersejarah dengan rumah-rumah bergaya Barat dari era Meiji dan kafe-kafe yang menawan. Nankinmachi Kobe dianggap sebagai salah satu dari 3 Chinatown terbaik di Jepang. Kawasan ini menawarkan sekilas pandang yang berwarna-warni ke dalam sejarah multikultural Jepang dan merupakan tempat yang bagus untuk menikmati camilan jalanan. Kobe Harborland menawarkan berbagai aktivitas di tepi air mulai dari belanja di kawasan ini dan makan malam, hingga menikmati pemandangan laut dari bianglala dan Menara Pelabuhan Kobe. Atraksi lain di sekitar kota termasuk tur pembuatan sake, berendam onsen di salah satu sumber air panas tertua di Jepang, dan wisata perahu di pelabuhan.
Menikmati Jepang di Bulan Juli
Juli di Jepang adalah waktu perayaan yang meriah, acara-acara seru, dan berbagai aktivitas menyegarkan yang menandai tibanya musim panas.
Festival & Perayaan Tradisional
Tanabata (Festival Bintang) (Seluruh Jepang; awal Juli): Festival romantis ini merayakan pertemuan tahunan dua kekasih yang terpisah oleh bintang. Kamu akan melihat jalanan dan ruang publik dihiasi dengan hiasan berwarna-warni dan pohon bambu tempat orang menggantung tanzaku (kertas harapan). Tanabata dirayakan di seluruh Jepang, bahkan kamu bisa menemukan ranting bambu dengan harapan di depan rumah atau toko lokal, menjadikannya festival yang sangat mudah dijangkau. Festival Tanabata Hiratsuka (3-5 Juli) di Prefektur Kanagawa adalah salah satu yang paling terkenal. Temukan kisah di balik Tanabata di sini.
Sebagai salah satu dari "Tiga Festival Besar Jepang" dan perayaan tahunan terbesar serta paling terkenal di Kyoto, Gion Matsuri telah berlangsung selama lebih dari 1.100 tahun dan mencakup seluruh bulan Juli. Sorotan utamanya adalah prosesi float megah Yamaboko Junko pada 17 dan 24 Juli, ketika float-float raksasa yang dihias dengan mewah (beberapa setinggi 25 meter!) ditarik melintasi pusat kota Kyoto. Malam-malam Yoiyama pada 14-16 Juli dipenuhi deretan stan makanan dan kesempatan untuk mengagumi float-float yang indah dari dekat sebelum parade utama. Semua yang perlu kamu ketahui tentang Gion Matsuri di sini.
Tenjin Matsuri (Osaka; 24-25 Juli): Diakui sebagai salah satu dari "tiga festival besar" Jepang, Tenjin Matsuri Osaka menghormati Sugawara no Michizane, dewa Shinto ilmu pengetahuan. Pada 25 Juli, sebuah parade darat yang spektakuler diikuti oleh lebih dari 100 perahu yang berlayar menyusuri Sungai Okawa, membawa para penampil, penari, dan portable shrine. Malam puncaknya dimeriahkan dengan pertunjukan kembang api yang megah. Detail selengkapnya tentang Tenjin Matsuri di sini.
Festival Musim Panas Lokal Lainnya: Banyak kota di seluruh Jepang mengadakan festival unik mereka sendiri sepanjang Juli. Gujo Odori di Gifu, yang berlangsung dari pertengahan Juli hingga awal September, adalah festival tari yang terkenal di mana seluruh kota Gujo Hachiman menari setiap malam, dan pengunjung sangat disambut untuk ikut berpartisipasi.
Di Tokyo, Kagurazaka Matsuri (22-25 Juli) menampilkan pasar Hozuki (bunga lampion) yang memesona dan prosesi tari malam hari melewati kawasan geisha yang bersejarah.
Acara Besar & Olahraga
Baseball (Seluruh Jepang; 27 Maret - 1 November): Baseball adalah salah satu olahraga paling populer di Jepang, dengan tim-tim profesional yang bertanding di berbagai kota di seluruh negeri. Saksikan pertandingan lokal untuk pengalaman budaya yang autentik. All-Star Series Nippon Professional Baseball (dua pertandingan) akan dimainkan di Tokyo Dome pada 28 Juli dan Toyama Municipal Baseball Stadium pada 29 Juli. Selengkapnya tentang baseball di Jepang di sini.
Gulat Sumo (Nagoya; 12 - 26 Juli): Saksikan langsung olahraga nasional Jepang yang memukau. Nagoya Basho 2026 menghadirkan pertandingan sengit, tradisi yang kaya, dan pegulat-pegulat terbaik di IG Arena yang baru dibangun. Baca lebih lanjut tentang cara mendapatkan tiket sumo di sini.
Aktivitas Musim Panas yang Seru
Saksikan Pertunjukan Kembang Api yang Spektakuler: Musim panas identik dengan musim kembang api (hanabi). Digelar sejak tahun 1733, pertunjukan paling terkenal adalah Kembang Api Sungai Sumida di Tokyo, yang berlangsung pada Sabtu terakhir Juli (25 Juli 2026). Lebih dari 20.000 kembang api spektakuler menerangi langit di dekat Tokyo Skytree. Pertunjukan kembang api sangat ramai (acara Sungai Sumida menarik hampir satu juta penonton), jadi datanglah lebih awal untuk mendapatkan tempat, atau pertimbangkan pertunjukan lokal yang lebih kecil. Kalau tidak keberatan dengan keramaian, acara hanabi sungguh tak terlupakan karena kamu benar-benar akan merasakan dentuman kembang api berwarna-warni itu! Baca semua tentang festival kembang api menakjubkan di Jepang di sini.
Nikmati Beer Garden & Makan Malam di Rooftop: Saat suhu meningkat, banyak hotel dan departemen store di seluruh Jepang membuka beer garden di rooftop. Ini adalah tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan malam di bawah bintang, seringkali dengan lentera-lentera indah, all-you-can-eat buffet, dan bir atau soda dingin. Di Sapporo, Beer Garden Taman Odori adalah acara sebulan penuh di Juli, memenuhi beberapa blok dengan tenda dari berbagai merek bir.
Nikmati Wisata Pantai & Olahraga Air: Jepang menawarkan beragam pilihan untuk menyegarkan diri di tepi air. Pantai-pantai sekitar Tokyo (Zushi, Kamakura) atau Osaka (Suma) ramai di bulan Juli. Untuk pengalaman yang lebih unik, coba surfing di Shonan (Enoshima/Kugenuma memiliki toko rental dan kelas). Okinawa menawarkan snorkeling dan menyelam yang luar biasa (Juli sangat baik untuk visibilitas kecuali saat topan mengaduk gelombang). Bahkan danau seperti Danau Biwa memiliki spot untuk kayak atau stand-up paddleboarding. Kamu juga bisa mengunjungi taman air (seperti Tokyo Summerland atau Hirakata Park Osaka dengan area kolam renang) jika kamu mendambakan kolam renang dan perosotan.
Coba Kafe Bertema atau Aktivitas Indoor Unik: Untuk sore yang terik atau saat hujan, Jepang memiliki banyak hiburan indoor yang menyenangkan. Segarkan diri dengan mengunjungi teamLab Planets di Toyosu, museum seni digital imersif tempat kamu berjalan tanpa alas kaki melalui pameran berisi air yang terasa sangat menyegarkan di musim panas. Atau pergi ke Art Aquarium di Ginza, tempat ikan mas berwarna-warni berenang di antara tampilan kaleidoskopik yang memukau secara visual dan mendinginkan. Dan jangan lupakan berbagai kafe bertema tanpa batas di Tokyo.
Apa yang Bisa Dimakan di Jepang di Bulan Juli

Salah satu kesenangan berwisata di Jepang adalah makanan musiman. Berikut yang perlu kamu cicipi di bulan Juli untuk memanjakan lidah.
Kakigori (Es Serut): Dessert musim panas Jepang yang paling digemari, es serut ini diberi perasa sirup buah-buahan dan sering ditambah susu kental manis. Rasa tradisional termasuk stroberi, lemon, dan melon, namun kamu juga akan menemukan versi gourmet dengan sirup matcha (teh hijau), kacang azuki merah, dan mochi. Kakigori dijual di stan festival dan kafe khusus. Perhatikan kanji 氷 (artinya es) yang terpampang pada bendera tanda pengenal.
Mie Dingin: Hiyashi chuka adalah salad ramen dingin dengan topping mentimun iris, strip telur dadar, ham, tomat, dll., disajikan dengan saus cuka kedelai yang segar. Somen adalah mie putih yang sangat tipis, sering disajikan dingin dalam air berisi es dengan saus celup. Zaru udon atau zaru soba (mie udon atau soba dingin di atas nampan bambu dengan saus celup) juga umum ditemukan.
Unagi (Belut Air Tawar): Musim panas adalah musim belut di Jepang. Bahkan ada hari khusus, Doyo Ushi no Hi (Hari Sapi di pertengahan musim panas, biasanya akhir Juli), di mana orang secara tradisional makan unagi untuk mendapatkan stamina menghadapi panas musim panas. Unagi biasanya dipanggang dengan saus manis berbahan kedelai (gaya kabayaki) dan disajikan di atas nasi, disebut unadon (dalam mangkuk) atau unaju (dalam kotak lak).
Buah-buahan Musiman: Semangka (suika) adalah buah musim panas ikonik di Jepang. Semangka Jepang manis dan renyah, sempurna sebagai camilan. Persik (momo) mulai musim di akhir Juli. Persik Jepang berukuran besar, berair, dan harum. Cobalah parfait persik jika kamu mampir ke kafe.
Makanan Jalanan & Festival: Di festival-festival bulan Juli, takoyaki (bola gurita), yakisoba (mie goreng dengan sayuran dan saus), okonomiyaki (pancake gurih), jagung bakar dengan saus kedelai, mentimun tusuk, kakigori, dan choco banana (pisang tusuk dicelup cokelat dan taburan) adalah camilan musim panas yang seru dan lezat.
Manis & Minuman Dingin: Cari anmitsu (dessert jeli dan buah dengan sirup dan kacang merah), sering disajikan dengan es krim. Mizu yokan (jeli kacang merah manis dingin) adalah kue tradisional lain yang dimakan saat cuaca panas. Tetap terhidrasi dengan mugicha (teh jelai) yang bebas kafein. Banyak restoran menyajikan sepitcher teh jelai dingin sebagai pengganti air di musim panas.
Tips Berkunjung ke Jepang di Bulan Juli
Terakhir, berikut beberapa tips berguna untuk membuat perjalanan Juli-mu berjalan lancar.
Tetap Terhidrasi: Selalu bawa botol minum dan isi ulang secara teratur. Manfaatkan mesin penjual otomatis dan minimarket untuk mendapatkan minuman dingin. Minuman olahraga seperti Pocari Sweat atau Aquarius membantu menggantikan elektrolit, dan minimarket juga menjual sachet rehidrasi untuk mencegah dehidrasi.
Atur Waktu Aktivitas untuk Menghindari Panas: Rencanakan wisata luar ruangan atau berjalan kaki di pagi hari atau sore/malam hari. Banyak kuil buka pukul 8 atau 9 pagi, dan kamu bisa mengunjungi atraksi dalam ruangan saat tengah hari. Pukul 17.00 hingga 19.00 sedikit lebih sejuk di musim panas, dan banyak festival serta acara berlangsung di malam hari, sehingga kamu masih bisa berwisata setelah matahari terbenam.
Pemesanan Akomodasi dan Perjalanan: Jika perjalananmu bertepatan dengan liburan sekolah Jepang (biasanya mulai sekitar 20 Juli), bersiaplah untuk lebih banyak wisatawan domestik yang bepergian. Pesan akomodasi jauh-jauh hari, terutama di kawasan pantai atau pegunungan, karena warga lokal mulai berlibur, yang sering kali bertepatan dengan hari raya Obon. Kereta hampir tidak pernah "penuh" karena tidak memerlukan reservasi, namun kereta peluru dan bandara semakin padat di akhir Juli. Bijaksanalah untuk memesan penerbangan dan tiket kereta utama (seperti Japan Rail Pass, jika berlaku) jauh sebelumnya. Jika mendaki Gunung Fuji, pesan pondok gunung jauh-jauh hari.
Waspadai Topan: Juli mungkin dilanda topan, jadi ada baiknya memiliki fleksibilitas dalam itinerary. Jika topan diprediksi, bersiaplah untuk sehari dengan hujan deras dan angin kencang, dan pertimbangkan aktivitas saat hujan. Ikuti berita lokal atau gunakan aplikasi cuaca (Badan Meteorologi Jepang memiliki peringatan dalam bahasa Inggris) untuk tetap terupdate. Untungnya, topan biasanya dapat diprediksi dengan baik, dan seringkali keesokan harinya langit kembali cerah dengan suhu yang sedikit lebih sejuk.
Etika Musim Panas: Jangan ragu untuk berpartisipasi dalam festival musim panas, namun perhatikan instruksi dari panitia atau relawan festival. Buang sampah dengan benar; festival biasanya menyediakan tempat sampah yang berlabel jelas. Saat menggunakan transportasi umum di musim panas, beberapa orang membawa handuk kecil untuk menyeka keringat sebelum naik kereta, dll. Jika kamu banyak berkeringat, pertimbangkan untuk membawa kaos cadangan untuk diganti sesuai kebutuhan.
Mungkin lebih panas atau lebih lembap dari biasanya, namun Juli juga penuh semangat, keramahan, dan keceriaan. Musim panas Jepang sarat dengan rasa natsukashii (nostalgia) bagi warga lokal yang teringat masa kecil mereka menangkap kumbang atau mendengar suara lonceng angin. Sebagai wisatawan, kamu berkesempatan menciptakan kenangan nostalgi tersendiri tentang musim panas Jepang. Entah itu suapan pertama kakigori setelah berjalan jauh mengunjungi kuil, gemuruh taiko di malam hari, atau momen tenang menyaksikan kunang-kunang di taman penginapan pedesaan, Juli di Jepang akan meninggalkan cerita yang terus kamu kenang jauh setelah liburanmu berakhir.
Setelah tinggal di Jepang selama 14 tahun, Gabriel sering bepergian ke seluruh negeri, terutama di wilayah Chubu dan Kansai. Sebelum berkontribusi untuk LIVE JAPAN, di mana ia menulis dan mengedit artikel serta mengkurasi konten media sosial, ia mengajar bahasa Inggris, melatih guru, dan mengoreksi makalah medis dan akademik di Jepang. Ia juga pernah menulis untuk surat kabar mahasiswa, mengembangkan kurikulum, dan mengoreksi sebuah buku tentang mainan era '80-an. Gabriel sangat menyukai makanan Jepang (dan Asia lainnya), sejarah, kastil, dan gunung.
*Prices and options mentioned are subject to change.
*Unless stated otherwise, all prices include tax.
Tur dan Aktivitas Populer
Recommended places for you
-
Appealing
Rukku and Uohei
Izakaya
Sapporo / Chitose
-
Kiyomizu-dera Temple
Temples
Gion, Kawaramachi, Kiyomizu-dera Temple
-
Goods
Yoshida Gennojo-Roho Kyoto Buddhist Altars
Gift Shops
Nijo Castle, Kyoto Imperial Palace
-
Ginzan Onsen
Hot Springs (Onsen) & Bath Houses (Sento)
Surrounding Areas Of Yamagata
-
ISHIDAYA Hanare
Yakiniku
Kobe, Sannomiya, Kitano
-
Jukuseiniku-to Namamottsuarera Nikubaru Italian Nikutaria Sannomiya
Izakaya
Kobe, Sannomiya, Kitano
-
Menggunakan Kartu ATM dan Kartu Kredit Internasional di Jepang
-
Ryokan - Hotel Tradisional Jepang
-
Onsen (Pemandian Air Panas) dan Sento (Pemandian Umum)
-
Mencoba Pakaian
-
Ad
Musim Semi di Taito, Hub Super Populer Sekaligus Rumah Bagi Ueno, Asakusa, dan lain-lain Menyingkirlah ke tempat-tempat tersembunyi dan pilihlah rencana perjalanan untuk satu hari yang sempurna!
-
Rute standar wisata Atami
-
Tokyo, Ikebukuro | Informasi Wisata & Peta Daerah Sekitar Ikebukuro
-
Acara Juli di Kansai: Festival Seru, Kuliner Lezat, dan Aktivitas Menarik di Kyoto & Osaka
-
Panduan Acara Kansai Bulan Juni: Festival Seru, Kuliner, dan Hal Menarik di Kyoto & Osaka
-
Panduan Festival Kembang Api Tokyo: Kalender Musim Panas Jepang yang Wajib Dilihat
by: Guest Contributor
-
Tokyo, Tsukiji | Informasi dan Peta Wisata Sekitar Stasiun Tsukiji
-
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berbelanja di Jepang?! Pengenalan Berbagai Informasi Belanja












