HOME Kamakura Menyusuri Tempat yang Menjadi Saksi Hidup Para Tokoh Sejarah di Yokosuka yang Kental dengan Suasana Luar Negeri
Menyusuri Tempat yang Menjadi Saksi Hidup Para Tokoh Sejarah di Yokosuka yang Kental dengan Suasana Luar Negeri

Menyusuri Tempat yang Menjadi Saksi Hidup Para Tokoh Sejarah di Yokosuka yang Kental dengan Suasana Luar Negeri

Update:

Yokosuka yang maju sebagai gerbang perdagangan internasional dan budaya asing, hingga kini pun mewarisi budaya khas sebagai markas tentara Amerika. Di dalam kota terdapat banyak tempat mengenang jasa orang-orang yang mencurahkan tenaganya untuk kegiatan pertukaran budaya. Selain itu, perpaduan suasana Jepang dan Amerika membuat kota ini dapat dikatakan sebagai little america.

Taman Bergaya Perancis yang Menghadap Pelabuhan Yokosuka

Taman Bergaya Perancis yang Menghadap Pelabuhan Yokosuka

Taman Rinkai Koen yang dibuka pada tahun 1946 ini disebut sebagai Verny Park untuk menghormati Léonce Verny, seorang ahli teknik berkebangsaan Perancis yang telah mendukung modernisasi Jepang. Di tengah taman, terdapat sekitar 2.000 batang bunga mawar yang ditanam dan pada pertengahan Mei setiap tahunnya, diadakan event "Haru no Rose Festa" (Festival Bunga Mawar Musim Semi). Selain itu, banyak juga objek yang membuat Anda merasakan sejarah di sini. Ada bangunan yang didirikan sebagai pos tentara pengawas di Kyu Yokosuka Gunko Hemi Mon (Pelabuhan Lama Yokosuka Gerbang Hemi), tugu peringatan untuk mendoakan arwah para mantan prajurit angkatan laut Jepang lama, dan lainnya. Kemudian, daya tarik lain taman ini juga adalah Anda dapat menikmati hidangan masakan sambil memandang pelabuhan di kafe dan restoran yang terdapat di dalam area taman.

Taman yang Terdapat Tugu Peringatan untuk Memperingati Pendaratan Komodor Perry

Taman yang Terdapat Tugu Peringatan untuk Memperingati Pendaratan Komodor Perry

Angkatan laut Amerika Serikat yang dipimpin oleh Komodor Matthew Perry mendaratkan kapal hitamnya pada tahun 1853 ke Jepang yang saat itu berlangsung politik sakoku (isolasi). Kemudian Komodor Perry menyerukan agar Jepang membuka diri pada negara asing. Untuk memperingati pendaratan di Uraga (daerah timur Yokosuka) tersebut, terdapat sebuah taman kota bernama Perry Park di Yokosuka. Di tengah taman, berdiri Monument in Commemoration of The Landing of Commodore Perry yang dibangun asosiasi persahabatan Amerika pada tahun 1901. Masih di dalam area taman tersebut, terdapat gedung Perry Memorial Hall yang dibuka pada tahun 1987 sebagai tempat untuk menelusuri jejak Komodor Perry. Di dalamnya terdapat diorama yang merekonstruksi ulang bentuk geografis sekitar Kurihama dan kapal hitam Perry saat pendaratan. Selain itu, dipamerkan juga berbagai koleksi lainnya seperti lukisan dan peta pendaratan Kurihama asli yang digunakan saat itu.

Taman yang Terpilih Menjadi 100 Taman Kota Terbaik Jepang

Taman yang Terpilih Menjadi 100 Taman Kota Terbaik Jepang

Mikasa Park adalah taman yang melambangkan Yokosuka dan terpilih menjadi Nihon no Toshi Koen 100 Sen (100 taman kota terbaik Jepang) serta Nihon no Rekishi Koen 100 Sen (100 taman bersejarah terbaik Jepang). Taman ini didesain dengan tema "air, cahaya, dan suara". Di taman ini terdapat air mancur kecil dan besar yang memancar mengikuti musik sebanyak 6 kali dalam satu hari (7 kali pada musim panas). Simbol taman ini adalah kapal perang Mikasa yang merupakan salah satu dari tiga monumen kapal yang berkiprah saat Perang Jepang-Rusia. Di sini banyak dipamerkan koleksi mengenai angkatan laut Jepang yang bernilai sejarah tinggi seperti patung perunggu admiral, peluru rudal kapal perang Yamato, dan lainnya.

Tempat Terkenal untuk Menikmati Peninggalan Sejarah, Bunga Sakura, dan Pemandangan Yokosuka

Tempat Terkenal untuk Menikmati Peninggalan Sejarah, Bunga Sakura, dan Pemandangan Yokosuka

William Adams yang berkebangsaan Inggris adalah penasihat hubungan luar negeri Tokugawa Ieyasu, shogun pertama yang memulai pemerintahan Edo Bakufu. Ia dipanggil dengan nama Jepang Miura Anjin untuk kiprah dan kedekatannya dengan Ieyasu. Menerima wasiat Anjin yang telah menyebarkan peradaban Barat, para penduduk setempat dan orang-orang daerah Hemi mendirikan Anjinzuka (makam Anjin). Makam Anjin dikelilingi oleh taman yang memiliki keindahan alam. Inilah taman yang disebut Tsukayama Park. Taman yang sejak dulu terkenal akan keindahan bunga sakuranya, bahkan terpilih menjadi Kanagawa Keisho 50 Sen (50 tempat terindah di Prefektur Kanagawa) dan Kanagawa Hana no Meisho 100 Sen (100 tempat ternama untuk melihat bunga di Prefektur Kanagawa). Dari atas tempat pemandangan Minato ga Mieru Oka (bukit yang terlihat pelabuhan), Anda dapat melihat Pelabuhan Yokosuka sampai Semenanjung Boso di kejauhan.

  • Tsukayama Park
    塚山公園
    • Address Address 3 Nishihemicho, Yokosuka-shi, Kanagawa, 238-0046, Japan

Memperingati Tokoh Besar yang Mengajarkan Peradaban Barat

Memperingati Tokoh Besar yang Mengajarkan Peradaban Barat

Seperti namanya, Grave of Miura Anjin yang berada di dalam area Tsukayama Park merupakan tugu untuk memperingati arwah pasangan suami-istri Anjin. Anjin tidak hanya berkiprah sebagai penasihat hubungan luar negeri untuk pemerintahan Edo Bakufu saja. Ia juga merupakan tokoh besar yang mengajarkan berbagai peradaban Barat seperti teknik menggunakan senjata api, teknik pembuatan kapal, teknik navigasi di laut, dan lainnya. Pada tanggal 8 April setiap tahunnya, diadakan William Adams Cherry Blossom Party untuk mengenang jasa dan kebaikan Anjin. Tempat ini populer sebagai tempat bersejarah yang penuh romansa dari tokoh yang membawa peradaban Barat ke Jepang di zaman Edo.

  • Anjinzuka
    • Address The Tsukayama administrative office of the park, 3-61, Nishihemicho, Yokosuka-shi, Kanagawa, 238-0046
      View Map
    • Nearest Station Anjinzuka Station (Keikyu Main Line)
      25 minutes on foot
    • Phone Number 046-823-2439
*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.