HOME Tokyo dan Sekitarnya Tokyo Ikebukuro [MOVIE] Mencoba Pengalaman Kebakaran, Gempa, dan Banyaknya Asap di “Aula Pencegahan Bencana Ikebukuro”
[MOVIE] Mencoba Pengalaman Kebakaran, Gempa, dan Banyaknya Asap di “Aula Pencegahan Bencana Ikebukuro”

[MOVIE] Mencoba Pengalaman Kebakaran, Gempa, dan Banyaknya Asap di “Aula Pencegahan Bencana Ikebukuro”

Date published: 21 Mei 2018
Last updated: 20 Mei 2018

Saat naik lift ke lantai empat gedung di dekat Ikebukuro Metropolitan Plaza, saya menyadari sesuatu. Hal itu adalah tentang adanya pemandangan penting mengenai keberadaan “Aula Pencegahan Bencana Ikebukuro (Sentra Pendidikan Pencegahan Bencana untuk Penduduk Ikebukuro)”. Foto panel gempa Kumamoto yang magnitude-nya terekam sebesar 7.0, dihias langsung di sebelah photo zone di mana tergambar mobil pemadam kebakaran dan maskot gajah. Tidak hanya bangunan dan jalan, tetapi Benteng Kumamoto juga disebutkan mengalami kerusakan yang disebabkan oleh gempa besar yang terjadi di tahun 2016.

Baiklah, dua jam “Wisata Pengalaman Pencegahan Bencana” dimulai!

Dimulai dengan Guncangan...

Dimulai dengan Guncangan...

“Hal yang sekarang akan dilakukan adalah merasakan pengalaman guncangan Gempa Besar Jepang Bagian Timur (Higashi Nihon Daishinsai) yang terjadi di tahun 2011. Gempa itu mengakibatkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jepang”. Instruktur Hirota mengatakan hal tersebut di depan sebuah meja besar. Sebuah gempa besar yang bisa masuk ke hitungan lima jari di dunia. Saya menjadi kaku, lalu bertukar pandangan mata dengan teman Jepang bernama Kei, yang menemani saya. Setelah penjelasan mengenai mekanisme gempa telah usai, akhirnya saatnya pengalaman dimulai.

“Segera masuk ke bawah meja ketika guncangan dimulai, pegang kaki meja dengan kuat-kuat”. Sebuah tayangan diproyeksikan oleh layar yang mengelilingi meja, dan setelah penjelasan singkat tentang gempa, tiba-tiba datanglah getaran yang sangat kuat dari bawah kaki kanan.

Diakhiri dengan Guncangan...

Diakhiri dengan Guncangan...

“Datang!” Saya masuk ke dalam bawah meja secepat yang saya bisa, dan meraih bantal. Dua sampai tiga detik setelah datangnya guncangan pertama, tiba-tiba datanglah sebuah gempa besar. Akan tetapi, saya merasa tenang, karena bagaimanapun juga ini adalah hanya sebuah simulasi. Seperti layaknya saat kita menaiki jet coaster, meskipun saya merasakan ketakutan dan stres, tanpa disadari saya menjadi tersenyum.

Tetapi ternyata saya salah. Tepat pada saat saya berpikir bahwa pengalaman ini telah usai, datanglah sebuah getaran besar yang belum pernah ada sebelumnya, sangat kuat sampai meja ikut terseret. Saya berteriak karena terkejut dan syok, sama halnya dengan Kei. Bahkan itu merupakan guncangan yang sama sekali belum pernah dialami oleh gadis Jepang tersebut.
Sama seperti saat awal, tiba-tiba guncangannya berhenti. Gambar berubah dari adegan gempa menjadi adegan tsunami yang menghancurkan.

Tanpa disadari, detak jantung saya menjadi cepat. Hirota menekankan bahwa pada saat merasakan getaran sekecil apa pun, kita akan aman apabila kita segera masuk ke bawah meja, karena guncangan besar akan datang dengan tiba-tiba. Saya sekarang tidak lagi mempunyai perasaan meremehkan gempa sama sekali.

“Kebakaran!” Pengalaman Memadamkan Api di Jepang

“Kebakaran!” Pengalaman Memadamkan Api di Jepang

Selanjutnya adalah pengalaman memadamkan api. Di dalam pengalaman ini, saya menggunakan alat pemadam kebakaran berisi air, lalu menyiramkannya ke monitor kedap air yang menayangkan tayangan kebakaran. Hal itu berjalan dengan baik, tetapi saya melupakan hal yang penting di pengalaman pertama. Hal itu adalah berteriak “Kebakaran!” ke sekitar.

Memadamkan api adalah pengalaman yang benar-benar terasa dibandingkan dengan pengalaman simulasi gempa yang terasa seperti atraksi yang serius tapi menarik. Saya segera memadamkan api sambil berteriak “Kebakaran!” yang merupakan rangkaian aksi dengan sekuat tenaga, dan sebagai hasilnya saya berhasil memadamkan api lebih cepat daripada Kei.

Saya mendapat penjelasan tentang penyebab utama terjadinya kebakaran di Jepang. Api yang dipicu oleh minyak untuk memasak, kurang hati-hati dengan api rokok, lalu percikan api dari kabel listrik yang terletak di tempat yang sulit untuk disadari, merupakan penyebab yang mudah terjadi.

Tempat yang Gelap, Bau, dan Tidak Menyenangkan

Tempat yang Gelap, Bau, dan Tidak Menyenangkan

Selanjutnya adalah pengalaman asap yang bahayanya di kebakaran kurang lebih sama dengan bahaya api. “Saat Anda mendengar pengumuman kebakaran, pasang sapu tangan menutupi hidung dan mulut, lalu silakan evakuasi dengan menurunkan posisi badan serendah-rendahnya”, kata Hirota.

Akhirnya saya maju memasuki ruangan gelap seperti labirin yang terisi penuh dengan asap. Di luar jendela, ada cahaya merah terbakar yang meniru kebakaran. Saya tidak bisa melihat sekitar dengan jelas, dan kewalahan oleh bau menusuk dari asap yang masuk ke dalam hidung meskipun saya sudah menggunakan sapu tangan. Mungkin saya beruntung memiliki kaki yang panjang, sehingga secara mengejutkan saya bisa segera melewati labirin dengan cepat, sembari batuk dan menarik napas yang terengah-engah, saya membuka pintu ke dunia yang aman.

Belajar Itu Menyenangkan!

Belajar Itu Menyenangkan!

Sebenarnya, kali ini saya tidak menyangka bahwa saya akan mengalami pengalaman yang menarik seperti ini. Pelatihan Pencegahan Bencana cenderung mudah memiliki kesan tidak menarik. Tetapi di sini Anda bisa belajar tema penting tentang pencegahan bencana dengan menyenangkan. Pengalaman mana pun merupakan metode yang dipertimbangkan dengan aman, efeknya terasa sangat nyata. Pada saat gempa dan kebakaran, bersamaan dengan butuhnya kita untuk mengetahui bagaimana cara keluar dari tempat tersebut, kita juga butuh mengetahui dengan cukup tentang penyebabnya. Instruktur Hirota yang ramah dan energik membuat kami menyadari tentang hal tersebut.

Anda Sendiri yang Mengalami

Anda Sendiri yang Mengalami

Saat terjadinya Gempa Besar Jepang Bagian Timur (Higashi Nihon Daishinsai) di tahun 2011, saya sedang tidak berada di Jepang. Skala gempa terbesar yang pernah saya alami adalah skala 4. Maka dari itu, saya merasa khawatir karena saya tidak mengetahui sama sekali tindakan apa yang harus saya lakukan setiap terjadinya gempa besar. Ketidaktahuan adalah penyebab utama yang besar dari rasa khawatir, akan tetapi Aula Pencegahan Bencana menghilangkan ketidaktahuan dan kesalahpahaman tentang bencana. Tidak usah ragu-ragu, silakan Anda coba mengalaminya secara langsung!

<Aula Pencegahan Bencana Ikebukuro
・Biaya: Gratis.
・Bahasa: Bimbingannya menggunakan bahasa Jepang. Ada banyak versi bahasa untuk brosur dan video penjelasan.
・Kelas normal: Dua jam (Pelamar sebelumnya juga bisa mengikuti pelatihan penyelamatan nyawa).
・Kelas singkat: Hanya meliputi pengalaman gempa dan video pencegahan bencana. Setiap hari, dimulai dari jam 11.10.
・Reservasi sebelumnya adalah sebuah keharusan. Silakan lihat di situs sebagai referensi (Bahasa Jepang, Bahasa Inggris)

  • Ikebukuro Life Safety Learning Center
    池袋都民防災教育センター(池袋防災館)
    • Address 2 Chome-37-8 Nishiikebukuro Toshima-ku, Tōkyō-to 171-0021
*This information is from the time of this article's publication.
*Prices and options mentioned are subject to change.
*Unless stated otherwise, all prices include tax.

Bagikan artikel ini.

Cari