Geidō - Menghargai Kesenian

Geidō - Menghargai Kesenian

Update: 14 Desember 2016

Geidō secara harfiah berarti "cara seni" dan merupakan konsep dari Jepang yang menekankan teknik dan filosofi di balik kedisiplinan seni tradisional Jepang. Cara kesenian ini mengacu untuk menghargai dan menghormati proses penciptaan apapun yang sedang dicoba oleh sang seniman, baik itu lukisan, sebuah pertunjukan yang sempurna atau mengalahkan lawan.

Apakah itu Geidō?

Apakah itu Geidō?

Pada umumnya, Geidō dapat dikategorisasikan kedalam tiga genre yang berbeda: seni teater klasik dan pertunjukan, ketrampilan tangan dan teknik tradisional dan seni bela diri. Dalam Geidō, mempelajari etika, moral dan etika yang menjadi dasar dari kesenian itu, adalah sebuah latihan mental yang sama pentingnya seperti mempelajari tekniknya. Sehingga, dengan mengikuti filosofi Geidō Anda dapat mempertajam pikiran serta mengasah ketrampilan.

Mempelajari Geidō

Mempelajari Geidō

Mempelajari dan melatih Geidō tidak hanya dilaksanakan diruang-ruang pelatihan maupun sekolahan, namun juga pada kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat penting untuk menghargai hubungan dengan mentor seseorang, untuk mengikuti etiket yang tepat, dan bersikap baik kepada orang lain. Tujuan utama dari Geidō adalah untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan seseorang melalui konsepnya, serta menurunkannya kepada generasi mendatang.

Menerapkan Geidō: Kabuki

(C)Shochiku Studio Co., Ltd.

Kabuki adalah jenis seni teater populer dengan lebih dari 400 tahun sejarah dibelakangnya, dilakukan semata-mata oleh aktor laki-laki dalam kostum berwarna-warni yang bahkan memerankan peran wanita dalam pertunjukannya. Kostum, wig, dan make up merupakan bagian yang sangat penting dalam membedakan jenis kelamin karakternya, status sosial, dan usia. Mereka yang lahir dalam keluarga kabuki biasanya menjadi aktor kabuki sendiri, mereka memulai pelatihan dan penampilan di panggung sekitar usia tiga atau empat tahun.

Menerapkan Geidō: Kerajinan Tradisional

Menerapkan Geidō: Kerajinan Tradisional

Kerajinan tradisional Jepang mencakup berbagai jenis genre, seperti arsitektur, tembikar, dan kaligrafi. Masing-masing teknik umumnya diturunkan dari pengerajin-pengerajin maestro kepada mereka yang sedang magang. Pelatihan dalam profesi seperti ini membutuhkan puluhan tahun untuk meningkatkan ketrampilan melalui cara-cara yang diajarkan oleh para maestronya dan sering hanya diajarkan secara lisan, tanpa instruksi tertulis di atas kertas. Di hari dan jaman ini, sebagian besar produk dibuat oleh mesin bukan orang yang sebenarnya. Oleh karena itu, pengerajin yang terampil dalam membuat produk buatan tangan sangat dihargai dan dicari.

Menerapkan Geidō: Jūdō

Menerapkan Geidō: Jūdō

Jūdō, yang secara harafiah berarti "cara yang lembut" adalah sebuah seni bela diri yang didirikan di Jepang dan sejak itu telah menjadi bagian tetap dari Olympiade dan mendapatkan popularitas diseluruh dunia. Fokus utama dari seni bela diri yang unik ini tidak hanya menghormati lawan, tetapi juga bekerja sama dengan satu sama lain, semua berpusat di sekitar prinsip dasar mengasah kemanusiaan seseorang.

Geidō di abad ke 21

Geidō di abad ke 21

Saat ini, konsep Geidō tidak hanya ditemukan di Jepang. Seni bela diri ini diajarkan di kelas yang berbeda di seluruh dunia dan metode pengajarannya bervariasi tergantung pada negara dan budayanya masing-masing. Cara lain untuk mengalami Geidō adalah melalui kadō, "jalan kehidupan seperti bunga" atau Ikebana, seperti yang dikenal pada umumnya. Banyak kelas percobaan satu hari yang ditawarkan, dengan fokus menurunkan bentuk seni kuno ini kepada generasi modern. Dibandingkan dengan masa lalu, banyak sekolah-sekolah Ikebana bermunculan ahkir-ahkir ini dengan beberapa cara yang menggabungkan tradisi lama dengan estetika kontemporer.

*Unauthorized reproduction is prohibited.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.