HOME Roppongi Lima Lokasi Dimana Kita Bisa Bersentuhan Dengan Budaya Jepang Secara Gratis
HOME Asakusa Lima Lokasi Dimana Kita Bisa Bersentuhan Dengan Budaya Jepang Secara Gratis
HOME Ryogoku / TOKYO SKYTREE(R) Lima Lokasi Dimana Kita Bisa Bersentuhan Dengan Budaya Jepang Secara Gratis
Lima Lokasi Dimana Kita Bisa Bersentuhan Dengan Budaya Jepang Secara Gratis

Lima Lokasi Dimana Kita Bisa Bersentuhan Dengan Budaya Jepang Secara Gratis

Update: 6 Oktober 2016

Tokyo yang dulunya disebut "Edo" adalah tempat berkembangnya berbagai bidang kebudayaan seperti pendidikan, lukisan, seni pertunjukan dan sebagainya. Di sini akan diperkenalkan beberapa museum gratis dalam kota tempat dimana kita bisa merasakan tradisi dan sejarah Jepang.

Museum Sumida Edokiriko

Museum Sumida Edokiriko

Dengan berjalan kaki 5 menit dari stasiun JR Kinshicho, lalu menghadap TOKYO SKYTREE(R), terdapat Museum Sumida Edokiriko di Jalan Kuramaebashi. Edokiriko adalah barang kerajinan tradisional yang dibawa masuk ke Jepang dari luar negeri pada masa Edo lalu diberi kiriko (sayatan) oleh pengrajinnya. Pada sebuah cawan bening berwarna biru indigo atau merah dibuat sayatan kiriko. Desain pemandangan jaman Edo yaitu bunga, burung, angin dan bulan atau desain garis lurus dan lengkung yang disusun secara geometris, sampai saat ini pun ada di peralatan makan, peralatan penerangan, kaca patri yang sangat digemari. Di sini selain penjualan Edo kiriko, juga ada pameran sejarah kiriko dan hasil karya ahli kiriko. Kemudian kita bisa mencoba membuat kiriko dengan memilih kaca yang disenangi lalu memberi sayatan motif yang disenangi. Mari mencoba membuat kiriko orisinal satu-satunya di dunia dengan teknik tradisional.

Sake Plaza Jepang

Sake Plaza Jepang

Bersamaan dengan demam masakan Jepang di luar negeri, sake Jepang juga mulai digemari. Terdapat lebih dari 10 ribu merek sake dari Hokkaido dan Okinawa, sake Jepang ini terbuat dari beras, air dan ragi yang merupakan anugerah iklim Jepang. Bila tertarik dengan sake Jepang, disarankan mengunjungi Sake Plaza yang dikelola oleh Asosiasi Pembuat Sake dan Shochu Jepang (Japan Sake and Shochu Makers Association). Ini adalah pusat informasi sake seluruh Jepang dalam satu gedung tempat kita bisa mempelajari sejarah serta budaya sake Jepang dengan komputer dan film. Kemudian kita bisa menemukan sake Jepang yang langka seperti sochu tradisional kebanggaan Kumamoto, super sparkling dan Kijoushu (sake Jepang yang agak kental dan manis) di sini. Selain itu, kita bisa mendapatkan barang-barang yang cocok untuk oleh-oleh di bagian penjualan, seperti sake Jepang, Shochu, Awamori (sake tradisional dari Okinawa), barang-barang kecil seperti gelas sake dan sebagainya. Kemudian yang paling banyak diminati oleh pengunjung adalah dengan membayar ditempat mereka bisa mencoba minum 5 merk dari berpuluh jenis sake Jepang. Cicipi sendiri dan temukan sake Jepang yang sesuai dengan selera Anda.

Museum Keramik Tradisional Taito Kuritsu Edo Shitamachi

Museum Keramik Tradisional Taito Kuritsu Edo Shitamachi

Edo terkenal sebagai daerah pusat perdagangan dan kebudayaan, tempat berkembangnya budaya masyarakat pedagang. Di dalamnya, tepatnya di sekitar Asakusa di daerah Taito, tersisa banyak kuil sejak jaman Edo, dan sekarang pun masih banyak pengrajin yang beraktivitas melestarikan teknik tradisional. Di sekitar kuil Asakusa terdapat Museum Keramik Tradisional Edo Shitamachi yang memperkenalkan secara luas keramik tradisional. Selain itu diselenggarakan demonstrasi atau kursus membuat sendiri agar lebih diakrabi banyak orang. Juga diselenggarakan pameran secara berkala yang menampilkan sekitar 45 jenis yang terdiri atas 350 barang seperti kerai Edo, lemari baju, kotak persembahan, dan sebagainya. Kemudian pada akhir minggu diadakan demonstrasi oleh pengrajin sehigga kita bisa melihat langsung teknik tradisional. Di dalam gedung tersedia juga tempat penjualan oleh-oleh yang sangat tepat untuk mendapatkan oleh-oleh Jepang.

Museum Bir Yebisu

Museum Bir Yebisu

Museum Bir Yebisu yang ada di Ebisu, Shibuya adalah museum tempat kita bisa mempelajari sejarah bir Yebisu selama 100 tahun lebih di Jepang dan cara menikmatinya. Kita bisa berkunjung secara gratis dan bebas, tetapi disarankan untuk mengambil tur berbayar selama 40 menit. Dalam tur ini kita bisa mendengarkan sejarah dan cerita ringan sejak bir Yebisu lahir hingga saat ini, dan terakhir minum 2 jenis bir secara gratis. Kemudian kita juga dapat menikmati bermacam bir, makanan ringan dan camilan yang cocok dengan Yebisu. Kemudian di toko museum terdapat banyak barang orisinal yang hanya bisa didapat di sini. Kalau bingung mencari oleh-oleh, cobalah cari di Museum Bir Yebisu.

Museum Sumo

Museum Sumo

Dengan berjalan kaki dari Stasiun Ryogoku selama1 menit, sampai di Kokugikan, arena suci Sumo, di lantai 1 ada museum Sumo yang bisa dimasuki dengan gratis. Di dalam museum dipamerkan koleksi barang yang bernilai seni tinggi seperti gambar "Nishikie", " Sumo Banzuke", "Keshomawashi" yang dimiliki secara turun-temurun oleh Yokozuna (gelar tertinggi dalam sumo) dan sebagainya. Sebagai bangunan bersejarah dan tempat wisata, Kokugikan tidak hanya untuk sumo tetapi juga kegiatan olahraga dan konser musik. Meskipun bukan pada masa turnamen, kita bisa juga mengunjungi museum atau ikut dalam kegiatan dan mencoba teknik Jepang. Kemudian di sekitar stasiun Ryogoku ada banyak berderet masakan "Chanko" (makanan khusus pesumo) yang dikelola oleh mantan pesumo. Merasakan Chankonabe yang terdiri dari berbagai hasil laut dan hasil gunung juga merupakan salah satu kesenangan berwisata di Ryougoku.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.