HOME Tohoku Iwate Morioka / Hiraizumi / Hachimantai Hotel Mazarium: Menginap di Jantung Morioka yang Penuh Suasana
Hotel Mazarium: Menginap di Jantung Morioka yang Penuh Suasana

Hotel Mazarium: Menginap di Jantung Morioka yang Penuh Suasana

Date published: 17 Agustus 2026

Sebuah hotel yang kaya akan budaya sekaligus tempat berkumpulnya warga lokal, membantu para tamu merasakan Morioka lewat musik jazz, seni, pemandian, interaksi dengan komunitas, dan lingkungan sekitarnya yang nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Berdasarkan pengalaman menginap langsung dan obrolan mendalam bersama manajer hotel, artikel ini mengulas bagaimana Hotel Mazarium menjadi pusat budaya yang hidup bagi kota ini, dan mengapa hotel ini wajib masuk daftar teratas itinerary Morioka kamu.

(Artikel ini memuat tautan afiliasi)

Table of Contents
  1. Morioka, Destinasi Dunia untuk Seni dan Budaya
  2. Hotel Mazarium: Bukan Sekadar Tempat Menginap, tapi Juga Pusat Komunitas yang Menenangkan
  3. Sekilas tentang Kamar-Kamar
  4. Fasilitas Relaksasi: Kanan Spa & Sauna Finlandia
  5. Momen Seru Menginap: Pengalaman Saya di Kamar Premium Twin
  6. Sarapan
  7. Rasakan Warisan Jazz yang Mengakar
  8. Transparansi
  9. Temukan Esensi Morioka di Hotel Mazarium

Morioka, Destinasi Dunia untuk Seni dan Budaya

Morioka, Destinasi Dunia untuk Seni dan Budaya

Dunia mulai melirik Morioka. Pada Januari 2023, The New York Times menempatkan ibu kota Prefektur Iwate ini di posisi kedua dalam daftar tahunan 52 Places to Go, hanya kalah dari London.

Berjarak sekitar dua jam perjalanan Shinkansen ke utara dari Tokyo, Morioka adalah kota yang sangat nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki, dihuni sekitar 280.000 penduduk. Tiga sungai, ruang hijau, dan pemandangan pegunungan berpadu menciptakan suasana yang tenang dan dekat dengan alam. Morioka juga merupakan kampung halaman sejumlah tokoh berpengaruh yang ikut membentuk Jepang modern, termasuk Perdana Menteri Takashi Hara, diplomat Inazo Nitobe, dan penyair Takuboku Ishikawa.

Di balik suasana santainya, Morioka punya kehidupan seni dan budaya yang meriah. Festival tari Sansa Odori berhasil menarik sekitar 228.000 penonton pada awal Agustus 2026, sementara berbagai festival musik dan kedai jazz klasik (jazz kissa) menghidupkan suasana kota sepanjang tahun. Morioka bahkan memiliki jumlah kedai kopi per 1.000 penduduk terbanyak dibanding ibu kota prefektur lain di wilayah Tohoku, lengkap dengan deretan restoran, bar, pabrik sake, dan produsen bir kraft yang tak kalah menarik. Di sinilah pula tantangan makan mi tanpa henti "wanko soba" pertama kali lahir.

Jiwa kreatif kota ini juga berakar pada tradisi lokal. Kamu bisa mengunjungi bengkel kerajinan yang memproduksi Nambu ironware, salah satu kerajinan paling terkenal dari kawasan ini, sebelum menikmati segelas sake atau bir buatan lokal. Entah kamu datang untuk kuliner, menikmati musik live, mengenal kerajinan tradisional, atau menjelajahi kota-kota onsen dan resor ski di sekitarnya, Morioka menawarkan banyak cara seru untuk bersantai.

Sementara banyak wisatawan memilih menginap di hotel dekat Stasiun JR Morioka, Hotel Mazarium justru menempatkanmu tepat di dekat berbagai landmark terkenal kota ini, menawarkan pengalaman menginap unik di mana seni dan keramahan lokal saling melebur.

Kapan Waktu Terbaik Mengunjungi Morioka?
  • Singkatnya, Morioka menarik untuk dikunjungi di setiap musim. Namun, kamu juga bisa merencanakan kunjungan berdasarkan salah satu festival terkenal kota ini.
  • Festival Sakura Morioka (Pertengahan April–Awal Mei): Pohon-pohon sakura yang diterangi lentera menghiasi Taman Reruntuhan Kastil Morioka dan Taman Tamatsu.
  • Morioka Sansa Odori (1–4 Agustus): Salah satu festival unggulan wilayah Tohoku dengan parade tari dan tabuhan drum taiko yang penuh semangat. Info selengkapnya di sini.
  • Chagu Chagu Umakko (Sabtu kedua bulan Juni): Pawai penuh warna sepanjang 15 km yang menampilkan 100 ekor kuda berhiaskan lonceng, berjalan dari Takizawa menuju Morioka untuk menghormati hewan ternak. Info selengkapnya di sini.
  • Festival Musim Gugur Morioka (14–16 September): Acara bersejarah di Kuil Morioka Hachiman yang menampilkan kereta hias megah, tarian tradisional, dan panahan berkuda. Info selengkapnya di sini.
  • Ishigaki Music Festival (Pertengahan September): Festival musik indie dan rock yang digelar di berbagai panggung outdoor di seluruh Taman Kastil Morioka dan ruang publik kota. Info selengkapnya di sini.
  • Shizukuishi Winter Festa di Koiwai Farm (Februari): Perayaan musim dingin untuk keluarga, berlokasi 30 menit dari Morioka, dengan wahana luncuran salju, kereta salju, pertunjukan lampu, dan kembang api. Info selengkapnya di sini.

Hotel Mazarium: Bukan Sekadar Tempat Menginap, tapi Juga Pusat Komunitas yang Menenangkan

Hotel Mazarium berada di lantai tiga Morioka Bus Center
Hotel Mazarium berada di lantai tiga Morioka Bus Center

Dibuka pada Oktober 2022 sebagai bagian utama dari revitalisasi Morioka Bus Center, Hotel Mazarium jauh lebih dari sekadar tempat menginap. Dirancang sebagai pusat pertemuan bagi wisatawan sekaligus warga lokal, hotel ini menghidupkan konsep koneksi antar wilayah melalui ruang-ruang penuh karya seni yang dikurasi bersama Heralbony, organisasi kreatif asal Morioka yang bekerja sama dengan seniman penyandang disabilitas.

Perpustakaan
Perpustakaan

Menurut manajer hotel, Naoki Fujii, kawasan Kanan di sekitarnya sempat mengalami penurunan aktivitas secara bertahap. Karena itu, proyek revitalisasi Morioka Bus Center diluncurkan untuk menghadirkan kembali energi dan keramaian ke lingkungan ini, dengan kolaborasi antara Kota Morioka, pelaku usaha lokal, dan komunitas budaya setempat.

Fasilitas Sekilas
  • 34 Kamar (semuanya bebas rokok)
  • Kanan Spa
  • Cafe Bar West 38
  • Toshiko Akiyoshi Jazz Museum
  • Laundry koin
  • Perpustakaan
  • Sewa sepeda gratis
Dari teras lantai tiga ("Park Side-B")
Dari teras lantai tiga ("Park Side-B")

Berada di lantai tiga Morioka Bus Center, Hotel Mazarium menyambut tamu yang baru tiba dengan alunan hangat musik jazz begitu mereka keluar dari lift. Di sisi kiri, kamu akan menemukan meja check-in tempat staf hotel siap menyambutmu. Di sisi kanan ada Cafe Bar West 38, ruang lounge terbuka tempat kamu bisa bersantai sambil menikmati secangkir kopi atau segelas wine; area ini juga menjadi tempat sarapan disajikan dan tempat kamu bisa menikmati pertunjukan musik live setiap hari Sabtu.

Kamu akan langsung melihat meja check-in Hotel Mazarium begitu keluar dari lift
Kamu akan langsung melihat meja check-in Hotel Mazarium begitu keluar dari lift

Proses check-in sangat mudah. Setelah reservasi dikonfirmasi, staf akan menjelaskan fasilitas yang tersedia dan, jika kamu memesan sarapan, menanyakan jam berapa kamu ingin sarapan disajikan, antara pukul 06.30 hingga 09.00. Selama masa menginap saya, staf juga mengonfirmasi ulang pesanan sarapan saya dan memastikan mereka telah menerima email tentang alergi kacang saya, serta meyakinkan bahwa hidangan saya akan disiapkan dengan hati-hati. Saya sangat menghargai kepastian tambahan ini, karena tidak semua hotel mengonfirmasi permintaan khusus secara langsung.

(Catatan: Permintaan khusus terkait sarapan, seperti alergi, vegetarian, atau vegan, sebaiknya diajukan setidaknya 5 hari sebelum kedatangan.)

Staf yang fasih berbahasa Inggris mungkin tidak selalu tersedia, tetapi bantuan dasar dalam bahasa Inggris tetap bisa diberikan. Tablet penerjemah dan papan petunjuk berbahasa Inggris juga disediakan, dan Manajer Fujii dengan ramah meyakinkan saya bahwa tim Mazarium selalu berusaha sepenuh hati membantu tamu, bahkan ketika komunikasi membutuhkan alat bantu tambahan.

Sebelum menuju kamar, luangkan waktu sejenak untuk mengambil perlengkapan yang kamu butuhkan, seperti sikat gigi, pasta gigi, pisau cukur, cotton set, dan lainnya.

Sekilas tentang Kamar-Kamar

Hotel Mazarium memiliki total 34 kamar yang terbagi dalam tiga kategori: Art, Special, dan Standard.

Kamar Art

Beberapa pilihan Kamar Art. Searah jarum jam dari kiri atas: Michiyo Yaegashi (Twin); Minami Takahashi (Double); Kiyoshi Yaegashi (Terrace Twin)
Beberapa pilihan Kamar Art. Searah jarum jam dari kiri atas: Michiyo Yaegashi (Twin); Minami Takahashi (Double); Kiyoshi Yaegashi (Terrace Twin)

Kamar-kamar ini merupakan konsep khusus hasil kolaborasi dengan Heralbony, menampilkan karya seni khas dari 8 seniman penyandang disabilitas intelektual yang berbeda. Kamarnya sendiri merupakan variasi dari tata letak kamar Standard dan Special (seperti Twin, Double, Single, Terrace Twin, dan Comfort Twin), namun masing-masing didekorasi secara unik untuk menonjolkan karya seniman tertentu.

Beberapa pilihan Kamar Art. Searah jarum jam dari kiri atas: Kouji Kon (Double); Midori Kudou (Terrace Twin); Sanae Sasaki (Comfort Twin); Fujiko Tomisawa (Single)
Beberapa pilihan Kamar Art. Searah jarum jam dari kiri atas: Kouji Kon (Double); Midori Kudou (Terrace Twin); Sanae Sasaki (Comfort Twin); Fujiko Tomisawa (Single)

Setiap kali menginap di Kamar Art, kamu turut berkontribusi bagi komunitas: sebagian dari tarif kamar (500 yen per kamar per malam) digunakan untuk mendukung seniman lokal dan fasilitas kesejahteraan sosial.

Special

Sauna Twin, lengkap dengan bak mandi di teras luar ruangan dan sauna pribadi di dalam ruangan
Sauna Twin, lengkap dengan bak mandi di teras luar ruangan dan sauna pribadi di dalam ruangan

Ini adalah kamar-kamar kelas atas yang menawarkan pengalaman menginap unik.
Premium Twin: 33-35 m². Kamar luas dengan area tidur dan ruang santai yang terpisah.
Premium Twin (Universal): 34 m². Kamar luas yang ramah kursi roda dan dirancang untuk kemudahan mobilitas.
Sauna Twin: 25 m² (plus teras 16 m²). Dilengkapi sauna pribadi dan teras luar ruangan dengan bak mandi serta shower.
Terrace Twin (JAZZ TOSHIKO): 23 m² (plus teras 16 m²). Kamar bertema jazz dengan teras dan pemutar piringan hitam.
Terrace Twin: 19 m² (plus teras 15 m²). Dilengkapi teras luar ruangan untuk menikmati pemandangan sambil bersantap.

Standard

Ini adalah kamar-kamar fungsional dan sederhana untuk menginap sehari-hari.
Comfort Twin: 28 m². Kamar luas dilengkapi meja kerja besar, meja rendah, dan perlengkapan perawatan rambut ReFa.
Twin: 18-22 m². Kamar standar dan fungsional dengan dua tempat tidur.
Double: 14-16 m². Kamar standar dengan satu tempat tidur besar untuk menginap yang nyaman.
Single: 15 m². Kamar mungil yang cocok untuk pebisnis atau pelancong solo (dapat menampung dua orang sebagai semi-double).

Fasilitas Relaksasi: Kanan Spa & Sauna Finlandia

Kanan Spa
Kanan Spa

Saat ini, banyak akomodasi bergaya Jepang yang menyediakan pemandian umum dalam berbagai bentuk, dan Hotel Mazarium punya beberapa keunggulan yang membuatnya berbeda.

Kanan Spa tidak hanya diperuntukkan bagi tamu hotel, tetapi juga terbuka untuk warga sekitar dan penumpang yang sedang transit menunggu bus. Karena itu, kamu tidak perlu membawa handuk atau perlengkapan lain, semua yang kamu butuhkan untuk berendam sudah tersedia di ruang pemandian. (Plester penutup tato juga tersedia di meja check-in.) Loker untuk ponsel, dompet, dan barang kecil lainnya juga disediakan.

Area pemandian
Area pemandian

Area pemandiannya ternyata jauh lebih luas dari yang saya bayangkan. Begitu masuk, kamu akan menemukan stasiun cuci dengan hand shower untuk membilas tubuh sebelum berendam atau masuk ke sauna. Semuanya dilengkapi lengkap dengan produk mandi POLA, merek asal Jepang kelas atas yang terkenal dengan busanya yang lembut dan aroma botanikalnya yang menenangkan.

Kolam rendam air dingin
Kolam rendam air dingin

Yang mungkin akan langsung menarik perhatianmu berikutnya adalah dua kolam rendam air dingin berbentuk drum yang airnya dipompa langsung dari bawah tanah (kawasan Morioka ini memang dikenal luas akan kualitas airnya yang tinggi, makanya banyak pabrik bir bermunculan di sini). Di sebelahnya, ada sauna khas Finlandia otentik dengan sistem self-löyly (uap yang dihasilkan dengan menyiram air sendiri). Petunjuk penggunaan dalam bahasa Inggris dan Jepang tersedia di poster pada pintu bagi pemula.

Sauna khas Finlandia yang otentik
Sauna khas Finlandia yang otentik

Lebih jauh lagi, ada dua bak mandi: satu dengan air biasa, satu lagi dengan air berkarbonasi ringan.

Area pemandian
Area pemandian

Setelah sauna atau berendam, kamu pasti ingin mendinginkan tubuh dan bersantai, dan di sinilah kejutan menyenangkan menanti. Di area outdoor, tersedia kursi-kursi rendah yang sempurna untuk menikmati udara sejuk. Ikatan daun birch putih yang harum diletakkan mengelilingi ruangan, dan lonceng angin yang tergantung di sudut sesekali berbunyi merdu tertiup angin. Pejamkan matamu dan biarkan aroma kayu yang lembut memenuhi indra penciumanmu, tempat ini benar-benar sempurna untuk sekadar bersantai dan menikmati liburanmu.

Ruang relaksasi outdoor
Ruang relaksasi outdoor

Momen Seru Menginap: Pengalaman Saya di Kamar Premium Twin

Premium Twin
Premium Twin

Dengan luas lebih dari 30 m², Kamar Premium Twin terasa lega dan nyaman. Masukkan kartu kunci di dekat pintu, lampu pun menyala, dan kamu akan disambut area masuk kecil tempat kamu bisa melepas sepatu dan mengenakan sandal yang telah disediakan.

Di sisi kanan terdapat wastafel dan bilik shower ringkas dengan showerhead multifungsi serta produk mandi POLA. Sikat gigi, pisau cukur, cotton set, dan perlengkapan lainnya tersedia di meja depan, jadi ambillah apa yang kamu butuhkan saat check-in.

Fasilitas Kamar Lainnya (Premium Twin)
  • Wi-Fi gratis (semua kamar), Stopkontak listrik (kabel USB-C disertai adaptor), AC, Pengering rambut, Kulkas, TV, Ketel listrik, Gantungan baju, Sandal, Air purifier dengan humidifier, Semprotan penghilang bau, Baju tidur (atasan dan bawahan terpisah), Mesin Nespresso, Speaker Bluetooth.

Ruang santainya dilengkapi sofa rendah dengan nuansa warna natural yang lembut, dinding berwarna abu-abu gelap, dan sentuhan kayu hangat di berbagai sudut. Interiornya yang sederhana namun stylish terasa tenang dan mengundang, dengan lantai kayu yang menyambung hingga ke area tidur yang sedikit lebih rendah.

Ada juga beberapa fasilitas modern lainnya di sini. Saya melihat kulkas kecil, pas untuk mendinginkan dua botol air mineral gratis serta oleh-oleh yang mungkin kamu beli nanti (seperti sebotol bir kraft Baeren dari lantai dua, misalnya). Tersedia juga mesin Nespresso lengkap dengan kapsul gratis, atau jika kamu mau, kamu bisa menikmati teh camellia yang juga disediakan cuma-cuma.

Meski area santai dan area tidur berbagi satu ruang terbuka, perbedaan tinggi lantai yang sedikit membuat kamar terasa lebih luas. Dan yang mengejutkan, meskipun menghadap jalan utama dan berada tepat di atas terminal bus, kamarnya tetap tenang. Selama menginap, suara kipas AC dan humidifier yang lembut justru lebih terdengar dibanding suara dari luar.

Setelah mengenakan baju tidur yang disediakan (ukuran lebih besar tersedia di meja depan atas permintaan), saya pun berbaring di tempat tidur. Kasur dan bantalnya memiliki tingkat kekerasan yang pas untuk saya, sementara selimutnya terasa cukup tebal namun tetap ringan dan nyaman. Menurut sang manajer, "Kasur yang kami gunakan di properti ini adalah MUJI High-Density Pocket Coil Mattress. Meski tamu asal Barat sering merasa kasur hotel di Jepang terlalu keras, kasur ini justru relatif empuk dan mendapat banyak ulasan positif dari tamu kami." Saya pun sependapat.

Selama masa menginap saya di Agustus 2026, Hotel Mazarium juga sedang berkolaborasi dengan merek wellness asal Iwate, Sott, dengan menyediakan pillow mist beraroma kayu CALM Woody di samping tempat tidur. Saya menyemprotkan sedikit aroma kayu yang menenangkan itu ke bantal dan pun terlelap.

Bangun dengan tubuh yang segar, saya membuka tirai blackout dan cukup terkejut mendapati hari sudah cukup siang. Meski hujan turun dan lalu lintas di luar cukup ramai, saya nyaris tidak mendengar suara ban di jalan basah, bukti lain betapa baiknya insulasi suara di kamar ini. Saatnya memulai hari.

Sarapan

Cafe Bar West 38
Cafe Bar West 38
Meja tambahan tersedia di sebelah Cafe Bar West 38, tepat di depan teras outdoor ("Park Side-B")
Meja tambahan tersedia di sebelah Cafe Bar West 38, tepat di depan teras outdoor ("Park Side-B")

Sarapan bisa menentukan suasana hati untuk sehari penuh berkeliling kota, dan di Hotel Mazarium, pengalamannya sudah dimulai bahkan sebelum makanan tiba. Saya menyerahkan kartu sarapan kepada staf, yang juga mengonfirmasi ulang alergi kacang saya, memesan segelas jus sayur organik dari tujuh pilihan minuman yang tersedia saat itu, lalu duduk di salah satu meja Cafe Bar West 38.

Teh hijau Jepang yang disajikan dalam teko besi cor Nambu Ironware (Nambu Tekki)
Teh hijau Jepang yang disajikan dalam teko besi cor Nambu Ironware (Nambu Tekki)

Alunan jazz yang ceria mengalun lembut di latar belakang saat saya menyeruput kopi sambil menunggu. Beberapa menit kemudian, sarapan pun tiba.

Ada dua pilihan menu sarapan musim panas selama masa menginap saya, dan keduanya sama-sama menggunakan bahan-bahan lokal dari Iwate secara melimpah.

Iwate merupakan salah satu daerah pertanian utama Jepang, terkenal akan produk susu, buah, daging, hingga biji-bijian. Garis pantainya yang panjang di sepanjang Pantai Sanriku juga menghasilkan hasil laut yang berlimpah, sehingga bahan-bahan lokal begitu menonjol di berbagai menu di seluruh Morioka. Hotel Mazarium pun berusaha semaksimal mungkin menonjolkan kualitas bahan-bahan ini.

Sarapan ala Barat (Musim Panas 2026)
Sarapan ala Barat (Musim Panas 2026)

Sarapan ala Barat menampilkan roti panggang dari gandum Nanbu asal Iwate, sup krim musiman, sosis babi lokal, ham ayam, telur, salad, buah, dan yogurt Iwaizumi. Belakangan saya baru tahu bahwa rotinya dibuat oleh Canaan-no-Sono, organisasi kesejahteraan sosial di Iwate yang mendukung penyandang disabilitas intelektual dan fisik. Ini menjadi satu lagi bukti kecil bagaimana koneksi Mazarium dengan komunitas lokal jauh melampaui sekadar menyediakan tempat menginap.

Sarapan ala Jepang (Musim Panas 2026)
Sarapan ala Jepang (Musim Panas 2026)

Sementara itu, Sarapan ala Jepang menawarkan awal hari yang lebih tradisional, berfokus pada cita rasa lokal seperti nasi Ginga no Shizuku asal Shizukuishi, ayam Michinoku Seiryu panggang miso Nanbu, rumput laut mekabu Sanriku, ikan putih, acar, salad, buah, dan yogurt Iwaizumi.

Setiap bagian dari hidangannya terasa cukup ringan, tetapi jika digabungkan, semuanya menghasilkan sarapan yang mengenyangkan dengan cara yang menyenangkan.

Rasakan Warisan Jazz yang Mengakar

Toshiko Akiyoshi Jazz Museum
Toshiko Akiyoshi Jazz Museum

Cara lain Hotel Mazarium mempertemukan warga lokal dan wisatawan adalah lewat musik. Morioka adalah kampung halaman Ken Terui, pendiri kedai jazz legendaris Johnny yang kini beroperasi sebagai Jazz & Live Kaiunbashi-no-Johnny. Sebagai tokoh penting dalam skena musik lokal, Terui telah menggelar lebih dari seribu konser, mendirikan label independen Johnny's Disk Record, dan bahkan tampil sendiri sebagai penyanyi-penulis lagu.

Terui juga sudah lama mengagumi Toshiko Akiyoshi, musisi jazz Jepang legendaris yang membangun karier luar biasa di Amerika Serikat. Seiring waktu, kekagumannya berkembang menjadi persahabatan, dan Terui bahkan memproduksi konser perayaan 50 tahun karier Akiyoshi di AS. Setelah mengumpulkan rekaman dan memorabilia Akiyoshi selama lebih dari 40 tahun, ia bekerja sama dengan proyek revitalisasi Morioka Bus Center untuk mewujudkan Toshiko Akiyoshi Jazz Museum di dalam lounge Hotel Mazarium.

Ada satu koneksi menarik lainnya: nama Cafe Bar West 38 diambil dari alamat lama Akiyoshi di New York. Para penggemar jazz pasti akan sangat menikmati menjelajahi koleksinya.

Morioka adalah destinasi wajib untuk jazz dan musik live lainnya!
Morioka adalah destinasi wajib untuk jazz dan musik live lainnya!

Cafe Bar West 38 juga rutin menggelar acara musik, dengan pertunjukan live gratis yang diadakan setiap Sabtu malam. Saat saya menginap, ketika sebuah trio lokal sedang tampil di panggung, ruangan dipenuhi campuran warga lokal dan tamu hotel, termasuk beberapa keluarga dengan anak-anak kecil. Sungguh menyenangkan menyaksikan kebersamaan komunitas lokal seperti ini.

Transparansi

Masa menginap saya di Hotel Mazarium sepenuhnya dibiayai sendiri, dan saya tidak menerima kompensasi apa pun untuk artikel ini. Setelah menghubungi pihak manajemen sebelum kunjungan, saya diberi akses media untuk memotret beberapa tipe kamar dan mendapatkan izin khusus untuk mengambil foto serta video di dalam Kanan Spa (yang biasanya dilarang untuk difoto). Staf hotel meninjau tulisan ini semata-mata untuk memastikan keakuratan fakta; seluruh opini dan pengamatan dalam artikel ini murni milik saya sendiri.

Temukan Esensi Morioka di Hotel Mazarium

Benar-benar sebuah pusat kegiatan, Hotel Mazarium berjarak sangat dekat (bisa dijangkau dengan berjalan kaki) dari berbagai tempat menarik, mulai dari Taman Kastil Morioka hingga kedai kopi bergaya kissaten, kuil, bangunan bersejarah, dan restoran
Benar-benar sebuah pusat kegiatan, Hotel Mazarium berjarak sangat dekat (bisa dijangkau dengan berjalan kaki) dari berbagai tempat menarik, mulai dari Taman Kastil Morioka hingga kedai kopi bergaya kissaten, kuil, bangunan bersejarah, dan restoran

Hotel Mazarium bukan sekadar tempat menginap. Hotel ini ingin mendukung perjalanan setiap tamunya dan memberikan sesuatu yang akan selalu dikenang bahkan setelah kembali ke rumah. Mazarium tidak hanya ingin tamunya mengingat di mana mereka tidur, tetapi juga bagaimana rasanya berada di Morioka. Dan mungkin itulah sebabnya saya sudah tidak sabar untuk menginap lagi di sini. Kamu bisa memesan kamarmu di bawah ini.

  • Hotel Mazarium
    HOTEL MAZARIUM(ホテル マザリウム)
    • Address 1-9-22 Nakanohashi-dori, Morioka-shi, Iwate View Map
    • Original source: Rakuten Travel

    Cari dan pesan kamar

    • 14,760yen 1 kamar, 2 orang dewasa

    Karena harga terbaru, rincian harga, dan kondisi untuk tiap-tiap kamar mungkin berbeda, silakan cek situs web rekanan.

Written by:
Timothy Sullivan
Timothy Sullivan

Chief English Editor

LIVE JAPAN

Timothy Sullivan adalah editor senior bahasa Inggris yang telah bekerja dengan LIVE JAPAN sejak 2017. Berasal dari New York, AS, ia memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di Jepang dan lebih dari 15 tahun di bidang media digital. Timothy telah memainkan peran penting dalam membantu perusahaan Jepang dan otoritas daerah terhubung dengan audiens internasional. Ketika tidak sedang bepergian, ia membantu menghasilkan salinan yang rapi untuk LIVE JAPAN, salah satu platform pariwisata terbesar di Jepang. Ia memperoleh gelar sarjana Komunikasi dari State University of New York College di Geneseo.

*This information is from the time of this article's publication.
*Prices and options mentioned are subject to change.
*Unless stated otherwise, all prices include tax.

Bagikan artikel ini.

Tur dan Aktivitas Populer

Cari