HOME KANSAI KYOTO STASIUN KYOTO / TO-JI Tarif pajak akomodasi Kota Kyoto akan berubah mulai Maret 2026. Pajak akomodasi ini sebenarnya digunakan untuk apa?
Ad Tarif pajak akomodasi Kota Kyoto akan berubah mulai Maret 2026. Pajak akomodasi ini sebenarnya digunakan untuk apa?

Tarif pajak akomodasi Kota Kyoto akan berubah mulai Maret 2026. Pajak akomodasi ini sebenarnya digunakan untuk apa?

Date published: 19 Januari 2026

Penerapan pajak menginap atau pajak akomodasi merupakan praktik yang lazim dilakukan oleh kota-kota besar di dunia yang menjadi tujuan wisata populer. Di Jepang, sejumlah kota seperti Tokyo, Osaka, Fukuoka, Kanazawa, dan kota lainnya memberlakukan pajak akomodasi bagi para wisatawan yang menginap. Mulai April 2026, Sapporo (Hokkaido) juga akan mulai memberlakukan pajak tersebut.

Kota Kyoto juga telah menerapkan pajak akomodasi sejak tahun 2018. Pajak akomodasi berlaku untuk semua wisatawan yang menginap di semua penginapan di Kota Kyoto, termasuk penginapan pribadi. Penginapan memungut pajak tersebut bersamaan dengan biaya akomodasi.

Table of Contents
  1. Pajak akomodasi Kota Kyoto akan berubah mulai Maret 2026
  2. Pajak akomodasi digunakan untuk apa?
  3. Contoh 1: Layanan bus wisata ekspres
  4. Contoh 2: Layanan Pusat Informasi Wisata Kyoto
  5. Contoh 3: Subsidi untuk acara tradisional seperti Festival Gion dan Festival Api Unggun Kyoto Gozan Okuribi
  6. Contoh 4: Program pelestarian dan promosi pewarisan Kyo-machiya
  7. Contoh 5: Pemasangan pintu peron otomatis di seluruh stasiun pada Jalur Kereta Bawah Tanah Karasuma
  8. Banyak upaya lain yang juga sedang diimplementasikan
  9. Pajak akomodasi lebih dari sekadar beban biaya

Pajak akomodasi Kota Kyoto akan berubah mulai Maret 2026

Kota Kyoto akan menyesuaikan tarif pajak seperti yang tertera pada tabel di bawah ini mulai tanggal 1 Maret 2026.

Pajak akomodasi digunakan untuk apa?

Kyoto sebagai destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, kini tengah mengalami revitalisasi industri pariwisata, namun secara bersamaan juga dihadapkan pada persoalan kepadatan pengunjung. Kemacetan lalu lintas serta kepadatan penumpang bus kerap terjadi pada waktu dan kawasan tertentu, sementara persoalan seperti pembuangan sampah sembarangan dan perilaku pengunjung yang tidak tertib akibat lonjakan wisatawan semakin terasa. Hal ini berdampak pada kehidupan masyarakat dan lanskap kota.

Kota Kyoto berupaya mewujudkan kota berkelanjutan sekaligus berusaha menyelaraskan kehidupan warganya dengan pariwisata. Mari kita lihat beberapa contoh terkini dari upaya nyata pemanfaatan pajak akomodasi.

Contoh 1: Layanan bus wisata ekspres

"Bus Wisata Ekspres" yang mulai beroperasi pada tahun 2024 dan hanya berhenti di destinasi wisata utama, sangat cocok untuk wisatawan yang memiliki waktu terbatas. Bus ini beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu, hari libur nasional, serta selama Obon dan libur Tahun Baru. Sangat efisien karena memungkinkan akses cepat menuju Kuil Kiyomizu-dera, Gion, Kuil Heian, dan Kuil Ginkaku-ji. Sebagian dari pajak akomodasi digunakan sebagai sumber pendanaan untuk pengoperasian layanan ini.

Contoh 2: Layanan Pusat Informasi Wisata Kyoto

Pusat Informasi Wisata Kyoto (Kyoto Navi) yang berada di Stasiun Kyoto memiliki petugas concierge multibahasa profesional untuk membantu Anda selama berwisata. Mereka juga memberikan panduan mengenai pilihan transportasi dan rute perjalanan, sehingga Anda dapat menjelajahi Kyoto dengan nyaman tanpa kebingungan.

Contoh 3: Subsidi untuk acara tradisional seperti Festival Gion dan Festival Api Unggun Kyoto Gozan Okuribi

Dokumentasi Kota Kyoto
Dokumentasi Kota Kyoto

Festival Gion adalah festival tradisional Kyoto yang memiliki sejarah lebih dari 1.100 tahun yang diadakan sebagai doa untuk menolak wabah penyakit. Digelar setiap bulan Juli, festival ini menampilkan arak-arakan kereta hias tradisional yamahoko yang didekorasi secara megah melintasi kota sebagai atraksi utamanya. Festival ini juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Jepang.

Dokumentasi Kota Kyoto
Dokumentasi Kota Kyoto

Kyoto Gozan no Okuribi adalah ritual yang diadakan untuk mengirim roh leluhur kembali ke alam baka selama festival Obon. Setiap tahun pada malam tanggal 16 Agustus, api dinyalakan membentuk huruf dan pola raksasa di enam gunung yang tersebar di lima kawasan sekitar Kota Kyoto. Perayaan magis ini dikenal luas sebagai simbol musim panas di Kyoto.

Siapa pun dapat menonton perayaan ini secara gratis, tetapi penyelenggaraan perayaan semacam ini memerlukan dana yang besar. Oleh karena itu, untuk menjamin keberlanjutan dan pewarisan tradisi kepada generasi mendatang, pajak akomodasi digunakan untuk menyubsidi penyelenggaraan acara tersebut.

Contoh 4: Program pelestarian dan promosi pewarisan Kyo-machiya

Dokumentasi Kota Kyoto
Dokumentasi Kota Kyoto

Saat berjalan-jalan di jalanan Kyoto, Anda akan melihat rumah tradisional "Kyo-machiya", yang khas dengan pintu berjeruji elegan dan atap genteng berkelas. Namun, perawatan bangunan-bangunan ini memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit, sehingga jumlahnya semakin berkurang dari tahun ke tahun. Dengan memelihara rumah-rumah ini, keindahan jalanan yang menjadi ciri khas Kyoto terlindungi, dan pesona "Kyoto, ibu kota kuno" yang dibayangkan wisatawan tetap terjaga. Oleh karena itu, dukungan diberikan kepada para pemilik agar Kyo-machiya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Contoh 5: Pemasangan pintu peron otomatis di seluruh stasiun pada Jalur Kereta Bawah Tanah Karasuma

Saat ini, gerbang peron otomatis sedang dipasang di seluruh stasiun Jalur Kereta Bawah Tanah Karasuma Kota Kyoto. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah penumpang jatuh dari peron dan meningkatkan keselamatan. Dengan adanya fasilitas ini, seluruh penumpang, termasuk yang memiliki gangguan penglihatan dan yang membawa anak kecil, dapat menggunakan stasiun dengan tenang. Pajak akomodasi juga digunakan untuk membantu upaya peningkatan keselamatan ini.

Banyak upaya lain yang juga sedang diimplementasikan

Dokumentasi Kota Kyoto
Dokumentasi Kota Kyoto

Di samping itu,
・Museum Seni Kota Kyoto merupakan museum seni tertua di Jepang yang mempertahankan tampilan aslinya sejak didirikan dan terus memamerkan karya seni dalam berbagai genre.
・Menerapkan pengelolaan hutan untuk melestarikan dan memulihkan keindahan pemandangan alam dari tiga gunung (Higashiyama, Kitayama, dan Nishiyama) yang mengelilingi kawasan kota.
・Menciptakan peluang bagi anak-anak untuk mengenal budaya dan seni berkualitas tinggi sejak usia dini, membina generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin di bidang budaya dan seni generasi berikutnya.

Ada begitu banyak upaya yang tidak mungkin bisa dicantumkan semuanya di sini.

Beberapa upaya tersebut juga dapat dilihat dalam video.

Kami berbincang dengan seorang karyawan di departemen yang bertanggung jawab atas pajak akomodasi Kota Kyoto.

"Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengunjung Kyoto dari berbagai penjuru dunia. Kami akan menggunakan pajak akomodasi yang kami terima secara bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan kota supaya setiap orang dapat tinggal di Kyoto dengan nyaman dan aman. Kami berharap Anda dapat menikmati Kyoto yang penuh dengan pesona."

Pajak akomodasi lebih dari sekadar beban biaya

Pajak akomodasi bukan sekadar beban biaya, pajak ini digunakan sebagai "investasi untuk masa depan" guna melindungi keindahan alam dan budaya tradisional Kyoto, serta meningkatkan kenyamanan perjalanan wisatawan. Baik pengunjung Kyoto maupun penduduk Kyoto adalah mitra yang sama-sama peduli pada kota ini. Sistem ini, termasuk penyesuaian yang akan berlaku pada Maret 2026, akan berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pesona Kyoto yang luar biasa dengan generasi mendatang. Kami berharap kunjungan Anda ke Kyoto akan menjadi kenangan yang terindah.

*This information is from the time of this article's publication.
*Prices and options mentioned are subject to change.
*Unless stated otherwise, all prices include tax.

Bagikan artikel ini.

 
Cari