HOME Ryogoku / TOKYO SKYTREE(R) Keindahan Abadi Bonsai
Keindahan Abadi Bonsai

Keindahan Abadi Bonsai

Update: 8 Maret 2017

Salah satu ekspor budaya paling terkenal dari Jepang tidak diragukan lagi, adalah seni pohon miniatur, yang dikenal sebagai “bonsai”. Tidak hanya terkenal dan dicintai kalangan tukang kebun, tanaman yang kecil dan lembut ini diakui sebagai bentuk kesenian dengan sendirinya. Apakah dibeli dari toko atau taman bonsai untuk menghias kamar atau untuk memberikan sentuhan misterius pada sebuah kebun, atau ditumbuhkan sendiri melalui banyak perawatan, pohon-pohon kecil ini sangatlah menarik.

Mengubah Pohon Menjadi Bonsai

Mengubah Pohon Menjadi Bonsai

Secara teknis, pohon apapun dapat dibuat menjadi “bonsai” asalkan tanaman yang digunakan sebagai bahan dasarnya adalah tumbuhan “perennial” (tumbuhan menahun) bertangkai, (tanaman dengan batang kayu yang hidup setidaknya selama dua tahun), dan mampu tumbuh di wadah kecil. Spesies tertentu lebih sering digunakan daripada yang lain, berkat fitur khusus seperti ukuran maupun jenis pohon - ini sangat cocok untuk menjaga aspek proporsi dan sifat-sifat kealamiannya.
“Bonsai” jarang tumbuh dari biji, namun biasanya mulai dari pemotongan tanaman atau pohon kecil yang sudah agak dewasa. Ditanam dalam sebuah pot - karakter pertama “bonsai” (盆) dalam bahasa Jepang secara harfiah berarti "nampan" - pohon kecil yang kemudian dibudidayakan dan dibentuk dengan kawat dalam waktu yang lama, hingga tahap akhir. Ketika hampir selesai, bonsai ditanam ke dalam sebuah pot yang sesuai dengan gaya pohon itu sendiri.

Sejarah yang Panjang

Sejarah yang Panjang

Bonsai yang berakar di Cina ini berasal dari seni “penjing”; juga disebut “penzai", kata ini kemudian berubah menjadi “bonsai” di Jepang, praktek membuat lanskap miniatur dan pohon dapat ditelusuri kembali ke abad ke-8, meskipun sebuah legenda menyebutkan bahwa para imam “Taois" mampu mengecilkan seluruh lanskap di awal abad ke-3.
Pohon-pohon “penjing" telah ada di Jepang sejak abad ke-6, ketika diplomat dan akademisi membawa pulang tanaman pot dari perjalanan mereka ke daratan Cina.

Pohon Kecil, Makna yang Dalam

Pohon Kecil, Makna yang Dalam

“Bonsai” bukan hanya sekedar berkebun yang sederhana. “Bonsai” adalah bentuk kesenian hidup dan estetika Jepang, untuk menghormati dan meratap kefanaan, alam, dan kehidupan itu sendiri dengan cara yang sangat canggih namun tetap rendah hati. Setiap tanaman “bonsai” menunjukkan sebuah pekerjaan dan perawatan bertahun-tahun — dan menunjukkan sebuah bentuk ketenangan, kesabaran dari seseorang dibaliknya.

Aspek meditatif belakang “bonsai” masih eksis dan sangat penting bahkan di jaman modern seperti sekarang ini. Mungkin ini adalah alasan mengapa “bonsai“ telah menjadi fenomena internasional. Memahami makna di balik seni “bonsai” - dalam hal ajaran “Zen” dan filsafat Jepang - serta melihat keindahan pohon yang sudah diselesaikan adalah dasar dari pemikiran-pemikiran ini.

Pengalaman yang Asli

Pengalaman yang Asli

Bebagai macam pohon-pohon yang kecil ini dapat dilihat di “Museum Bonsai Shunkaen" di Tokyo. Kuratornya adalah seniman “bonsai” terkenal bernama “Kunio Kobayashi”. Lebih dari 1.000 jenis tanaman miniatur yang berbeda, mulai dari bentuk dan gayanya dapat dikagumi di sini, termasuk diantaranya beberapa pohon yang mendapatkan penghargaan. Kelebihan lainnya adalah kesempatan untuk melihat seniman bonsai saat berkreasi sehingga dapat memahami apa yang dibutuhkan untuk menjadi perawat “bonsai” yang handal, baik itu pohon yang sudah dewasa atau pohon yang masih dalam proses pembentukan.
Mengapa tidak menikmati manisan tradisional Jepang, dan secangkir teh hijau untuk merenungkan aspek “Zen” dari jenis pohon yang berbeda?
Museum ini menempatkan masing-masing tanaman tepat disetiap sudutnya, namun dalam kamar bergaya Jepang yang disebut “washitsu" - kamar ini secara tradisional memiliki ruang kecil yang disebut “tokonoma”, yang dihiasi dengan lukisan dan “bonsai” yang sedang musim.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.