HOME Ueno Ayo Berkeliling di Area Yanesen untuk Pertama Kalinya!
Ayo Berkeliling di Area Yanesen untuk Pertama Kalinya!

Ayo Berkeliling di Area Yanesen untuk Pertama Kalinya!

Update: 20 Oktober 2016

Kota Yanaka, Nezu, dan Sendagi, merupakan kota yang masih menyisakan suasana kental khas kota lama. Tiga area kota ini disebut Yanesen, diambil dari masing-masing huruf awalnya, telah menarik perhatian banyak orang karena pusat perbelanjaan, tempat-tempat bersejarah, maupun gang-gang kecilnya. Kami akan memperkenalkan tempat-tempat pilihan yang ada di Yanesen.

Berjalan-jalan di Yanaka Cemetery, Tempat yang Penuh Sejarah

Berjalan-jalan di Yanaka Cemetery, Tempat yang Penuh Sejarah

Jika Anda berjalan kaki sebentar dari stasiun Nippori, akan mulai terlihat Yanaka Cemetery (kompleks pemakaman Yanaka). Tempat ini dibuka sebagai pemakaman umum pada tahun 1874. Di tempat yang sangat luas hingga sekitar 10 hektar ini bersemayam banyak orang terkenal seperti ilmuwan, seniman, dan lainnya. Dekat dengan tempat pemakaman tersebut tersebar banyak kuil. Saat musim semi, pohon sakura yang berderet di sepanjang jalan di tengah-tengah taman bermekaran dengan cantik. Jika Anda merasa sedikit lapar setelah berjalan-jalan di Yanaka Cemetery, selanjutnya Anda bisa pergi ke pusat perbelanjaan.
(C)Tokyo Metropolitan Park Association

  • Yanaka Cemetery
    谷中霊園
    • Address 7-5-24 Yanaka, Taito-ku, Tokyo 110-0001, Japan

Wisata Kuliner di Pusat Perbelanjaan Yanaka Ginza

Wisata Kuliner di Pusat Perbelanjaan Yanaka Ginza

Anda akan sampai di Yanaka Ginza dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari pemakaman melalui jalan tanjakan Goten-zaka. Tangga untuk turun menuju pusat perbelanjaan disebut Yuyake Dandan. Dari sini Anda bisa melihat langit senja yang cantik. Di jalan pendek dengan panjang keseluruhan 170 meter ini berjajar sekitar 70 toko milik pribadi. Makanan yang dijajakan hampir semuanya tampak lezat seperti menchi katsu (daging burger cincang yang dicampur dengan tepung roti), cumi panggang, ubi jalar Jepang, es serut, dan lainnya. Setelah beberapa saat makan di sana, selanjutnya Anda bisa berbelanja pernak-pernik khas Jepang.

Isetatsu, Pilihan Bagi Anda yang Mencari Kerajinan Tradisional Jepang

Isetatsu, Pilihan Bagi Anda yang Mencari Kerajinan Tradisional Jepang

Dengan berjalan kaki sekitar 5 menit melalui jalan yomise-dori dari Yanaka Ginza, Anda akan menemui jalan utama. Jika maju ke arah pos polisi, di sudut jalan ada Isetatsu. Didirikan pada tahun 1864, Isetatsu awalnya adalah penerbit nishiki-e (jenis lukisan cukil kayu dengan beragam warna menarik) dan chiyogami (kertas origami khas Jepang yang biasanya menggunakan kertas berpola). Biasanya yang dicari pengunjung di sini adalah Edo Chiyogami. Edo chiyogami adalah kertas istimewa yang mempunyai warna-warni cantik hasil dari desain yang diukir pada kayu lalu dicetak pada kertas Jepang, yang pada saat itu desainnya banyak terinspirasi dari keindahan alam pada zaman Edo. Anda dapat membeli suvenir yang kental dengan budaya tradisional Jepang, seperti pernak-pernik yang terbuat dari kertas edo chiyogami dan sebagainya. Setelah selesai berbelanja, Anda bisa melanjutkannya dengan bersantap siang.

  • Isetatsu
    いせ辰
    • Address 2-18-9 Yanaka, Taito-ku, Tokyo 110-0001, Japan

Udon Pilihan di Sanuki Udon Nenotsu

Udon Pilihan di Sanuki Udon Nenotsu

Begitu keluar dari Isetatsu, dengan berjalan kaki sekitar 10 menit ke arah barat daya melewati jalan Shinobazu-dori, Anda akan sampai di Sanuki Udon Nenotsu. Jika Anda ingin menikmati udon, cobalah memesan udon dingin. Udon di restoran ini bertekstur licin dan kenyal, dan juga elastis. Saat diantarkan, Anda akan mencium aroma tepung terigu yang sedap. Jika ingin makan udon hangat, Anda bisa memesan kama mentai butter. Udon disajikan dengan mentaiko (telur ikan kod yang dibumbui), mentega, shiso, rumput laut, serta merica di atasnya dan cara makannya adalah dengan mencampur semuanya menjadi satu. Jika ditambahkan keju bubuk, kelezatannya akan membuat Anda tidak berhenti makan. Kamonegi udon, yaitu udon yang di dalamnya ditambahkan daging bebek dan daun bawang juga banyak digemari. Jika perut Anda sudah terpuaskan, Anda bisa pergi ke Kuil Nezu (kuil Shinto).

  • Sanuki udon Nenotsu
    讃岐饂飩 根の津
    • Address 1-23-16 Nezu, Bunkyo-ku, Tokyo 113-0031, Japan

Mengunjungi Kuil Nezu nan Megah dan Bersejarah

Mengunjungi Kuil Nezu nan Megah dan Bersejarah

Setelah keluar dari Nenotsu, jika melanjutkan perjalanan ke arah kanan, akan mulai terlihat gerbang kuil besar berwarna merah. Konon Kuil Nezu dibangun 1900 tahun yang lalu. Tempat yang akan Anda lihat selesai dibangun pada tahun 1706 dan tidak mengalami kerusakan apapun, termasuk saat meletus perang dunia kedua. Tujuh bangunannya, diantaranya bangunan utama kuil dan gerbang bergaya Cina telah ditetapkan menjadi aset budaya penting Jepang. Torii (sejenis pintu gerbang di kuil Shinto) yang berjajar di Kuil Otome Inari yang terdapat di dalam area Kuil Nezu adalah sebuah maha karya. Selain itu, dari pertengahan hingga akhir bulan April, akan bermekaran 3000-an batang bunga Tsutsuji (Azalea) di Tsutsuji-en (Taman Azalea). Jalan pulang akan menuju ke Stasiun Nezu Jalur Chiyoda. Ketika sampai di jalan Shinobazu-dori, singgah ke kedai yang menjual camilan manis khas Jepang seperti taiyaki (kue Jepang berbentuk ikan) dan daigaku imo (ubi karamel tabur wijen) juga direkomendasikan.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.