HOME Tokyo dan Sekitarnya Tokyo Shinjuku Shinjuku, Dulu dan Kini
Shinjuku, Dulu dan Kini

Shinjuku, Dulu dan Kini

Last updated: 16 Juni 2020

Shinjuku adalah salah satu kota besar yang mendunia. Pada siang hari, daerah ini adalah perkantoran. Namun sebaliknya, pada malam hari menjadi tempat minum-minum. Baik siang maupun malam, daerah ini diramaikan oleh banyak orang. Kali ini, kami akan membandingkan Shinjuku saat ini dan dulu, lalu memperkenalkan asal-muasalnya, budaya dan situs sejarah, serta tokoh-tokoh yang memiliki hubungan dengan daerah ini.

Karakteristik Shinjuku

Karakteristik Shinjuku

Shinjuku terkenal sebagai kawasan bisnis, pusat hiburan terbesar di Asia, dan stasiun transit nomor satu di dunia. Di daerah Nishi-Shinjuku, gedung-gedung perusahaan terkenal berdiri di sana-sini yang menjadikannya sebagai pusat bisnis yang diperhitungkan di dalam negeri Jepang. Sementara di daerah Higashi-Shinjuku, terbentang pusat hiburan berskala besar seperti Kabuki-cho. Daerah ini ramai oleh banyak orang sampai tengah malam.

Asal Usul dan Perkembangan Shinjuku

Asal Usul dan Perkembangan Shinjuku

Pada zaman dulu, daerah Shinjuku sudah ramai sebagai tempat persinggahan. Sejak dibangun stasiun kereta pada zaman Meiji (1867-1912), Shinjuku mencapai kemajuan menjadi kawasan pusat keramaian. Ditambah lagi, jalur kereta yang banyak dimanfaatkan penduduk yang tinggal di sebelah barat Tokyo terpusat ke Shinjuku, sehingga stasiunnya mengalami perluasan dan memiliki fungsi sebagai stasiun transit. Setelah itu, gedung-gedung bertingkat tinggi mulai berdiri sebagai pengaruh dari pengembangan kawasan penyangga ibu kota yang dimulai tahun 1960-an. Pada tahun 1991, kantor pemerintahan Prefektur Tokyo pindah ke Shinjuku. Hal ini menjadikan Shinjuku sebagai basis penting secara politik maupun ekonomi.

Sejarah Shinjuku

Sejarah Shinjuku

Shinjuku lahir dari hasil penggabungan distrik Yotsuya-ku, Ushigome-ku, dan Yodobashi-ku. Kemudian, Shinjuku terletak hampir di tengah-tengah daerah khusus Tokyo 23 distrik dan terdapat kantor pemerintahan Tokyo Metropolitan Government Buildings. Saat memasuki zaman Meiji, toserba dan teater mulai berdiri sehingga diperhitungkan menjadi kawasan pusat keramaian yang mewakili Jepang. Hotel elite berbintang pun didirikan, sehingga daerah ini menjadi ramai oleh para turis dan pebisnis.

Budaya yang Lahir di Shunjuku

Budaya yang Lahir di Shunjuku

Shinjuku merupakan lokasi toko tempat berasalnya kari India di Jepang dan roti ampan (roti berisi krim kacang azuki), Kimuraya. Selain itu, toko tempat lahirnya roti krim, Nakamuraya, juga berada di sini. Kemudian, di tempat yang kini menjadi Shinjuku Gyoen yang terkenal sebagai tempat melihat bunga sakura, dahulunya adalah tempat menanam sayuran edo yasai (jenis sayuran yang ditanam secara tradisional di Tokyo) bernama Naito Togarashi (Cabai Naito). Konon, pemandangan kebun cabai tersebut berwarna merah sampai ke daerah Okubo.

Tokoh-Tokoh yang Memiliki Hubungan dengan Shinjuku

Tokoh-Tokoh yang Memiliki Hubungan dengan Shinjuku

Tokoh-tokoh yang memiliki hubungan dengan kawasan Shinjuku, di antaranya adalah Sanyutei Encho yang mewakili dunia rakugo (seni cerita) Meiji, Shimamura Hogetsu yang merupakan kritikus dan produser, dan lainnya. Kemudian, Shinjuku juga merupakan tempat tinggal Natsume Soseki yang berkiprah sebagai seorang sastrawan dan guru. Saat ini, rumah dan tanah tempat ia menghabiskan masa senjanya dirawat dengan sebutan Souseki Sanbou.

Kisah Tokaido Yotsuya Kaidan, Sebuah Legenda yang Menyebar di Shinjuku

Kisah Tokaido Yotsuya Kaidan, Sebuah Legenda yang Menyebar di Shinjuku

Kisah hantu terkenal yang menyebar di daerah Shinjuku adalah Tokaido Yotsuya Kaidan yang mengisahkan Oiwa, istri Iemon yang menjadi hantu, lalu menghantui suaminya. Oiwa yang menjadi tokoh cerita dalam kisah ini adalah orang yang pernah hidup di dunia nyata. Tapi di kehidupan sebenarnya, Oiwa dan suaminya adalah pasangan yang rukun dan rajin bekerja. Kini, Kuil Inari Tamiya Jinja tempat Oiwa sembahyang menjadi tempat untuk menghormati Oiwa dan dipercaya juga oleh orang-orang di sekitar kuil tersebut berdiri.

Gedung Pencakar Langit di Shinjuku

Gedung Pencakar Langit di Shinjuku

Hingga kini, pengembangan kota di Shinjuku masih terus berlanjut. Salah satu lambang pengembangan tersebut adalah Tokyo Metropolitan Government Buildings yang dirancang oleh Tange Kenzo, arsitek yang merepresentasikan Jepang. Gedung ini memiliki 45 lantai dan ruang observasi yang terletak di ketinggian 202 meter. Pemandangan dari ruang tersebut sungguh luar biasa. Saat langit bersih di musim dingin, Anda dapat memandang sampai ke Gunung Fuji. Kami berharap Anda dapat menikmati Shinjuku dari berbagai tempat.

*This information is from the time of this article's publication.
*Prices and options mentioned are subject to change.
*Unless stated otherwise, all prices include tax.

Bagikan artikel ini.

 
Cari