HOME Tokyo dan Sekitarnya Tokyo Shinjuku Mengunjungi Latar Tempat Film “Kimi No Na Wa.” (Your Name) Di Tokyo
HOME Tokyo dan Sekitarnya Tokyo Roppongi Mengunjungi Latar Tempat Film “Kimi No Na Wa.” (Your Name) Di Tokyo
Mengunjungi Latar Tempat Film “Kimi No Na Wa.” (Your Name) Di Tokyo

Mengunjungi Latar Tempat Film “Kimi No Na Wa.” (Your Name) Di Tokyo

Date published: 27 Oktober 2018
Last updated: 22 Januari 2019

Pada 2016 lalu, film animasi “Kimi No Na Wa.” yang disutradarai oleh Makoto Shinkai ini telah memicu terjadinya fenomena sosial di Jepang. Film ini ditayangkan di berbagai negara dunia. Bahkan film ini juga memenangkan penghargaan Best Animation Award di Los Angeles, Amerika dan menyandang predikat sebagai film Jepang dengan jumlah penonton terbanyak di Tiongkok. Film ini mengambil hati banyak orang di berbagai belahan dunia.

(Hak cipta) Tim Produksi "Kimi No Na Wa"

Ceritanya adalah tentang Taki, seorang siswa SMA yang tinggal di perkotaan dan Mitsuha, siswi SMA yang tinggal di desa. Pada suatu pagi, kedua remaja yang tidak pernah bertemu sebelumnya ini terbangun dalam keadaan jiwa saling tertukar. Cerita ini berlatar tempat di Tokyo dan Hida di Prefektur Gifu. Menariknya, di dalam cerita, lanskap tempat-tempatnya digambarkan dengan begitu realistis. Berwisata kecil-kecilan mengunjungi tempat yang menjadi gambaran lanskap dalam film ini kini sedang populer di Jepang. Misalnya, kuil yang jadi tempat latar, jadi banyak dikunjungi oleh para jemaah.

Di Tokyo ada banyak tempat yang pasti banyak menyimpan kenangan bagi penggemar film ini. Kali ini akan diperkenalkan 6 tempat yang paling pas untuk dibidik kamera. Selagi berwisata di Tokyo, jangan lupa selalu sediakan kamera di tangan!

(1) Jembatan Penyeberangan Di Depan Stasiun JR Shinanomachi

(1) Jembatan Penyeberangan Di Depan Stasiun JR Shinanomachi

Jembatan ini berkali-kali muncul di dalam film. Letaknya ada di sebelah kiri persis setelah keluar dari Stasiun JR Shinanomachi. Di film, jembatan ini adalah tempat Taki dan Okudera berpisah setelah kencan dan Mitsuha yang menelepon Taki ketika berkunjung ke Tokyo. Di sekeliling jembatan terdapat barisan pohon ginko dan suasananya pun tenang, cocok dimasukkan dalam rute jalan-jalan Anda.

  • Shinjuku O-Guard East
    JR信濃町前歩道橋
    • Address Minamimotomachi Shinjuku, Tokyo 160-0012 Japan

(2) Pemandangan Docomo Tower dari Stasiun JR Shinanomachi

(2) Pemandangan Docomo Tower dari Stasiun JR Shinanomachi

Salah satu pemandangan Tokyo paling berkesan yang muncul di film ini adalah sebuah bangunan unik dengan matahari terbit di belakangnya. Bangunan yang merupakan gedung tertinggi ke-4 di Tokyo tersebut adalah Docomo Tower. Gedung ini adalah kantor perusahaan NTT Docomo, salah satu perusahaan penyedia layanan telepon seluler di Jepang.
Sebenarnya, gedung tersebut terletak tidak jauh dari Stasiun Yoyogi. Akan tetapi di dalam film digambarkan gedung ini terletak di sebelah kanan jembatan penyeberangan di dekat Stasiun JR Shinanomachi. Seperti yang dapat dilihat pada gambar di atas, lanskap dalam film dan foto lanskap yang sebenarnya begitu mirip, mulai dari gedung-gedung di sekitar, rambu lalu lintas, sampai pohon-pohon di pinggir jalan. Penggemar pasti akan merasakan kembali keharuan dalam film tersebut.

  • The Docomo Tower, Seen from JR Shinanomachi Station
    JR信濃町駅から見たドコモタワー
    • Address Minamimotomachi Shinjuku, Tokyo 160-0012 Japan

(3) Meiji Memorial Picture Gallery

(3) Meiji Memorial Picture Gallery

Latar belakang saat Taki dan teman-temannya pulang sekolah adalah “Meiji Memorial Picture Gallery” yang ada dalam lingkungan Jingu Gaien (Taman Jingu) di dekat Stasiun JR Shinanomachi. Bangunan museum itu sendiri ditetapkan sebagai aset budaya penting Jepang. Di dalamnya banyak mural-mural berharga yang menggambarkan sejarah modernisasi Jepang sejak zaman Edo sampai zaman Meiji. Lukisan pada dindingnya menggambarkan Jepang pada zaman peralihan pakaian orang Jepang dari kimono menuju pakaian modern seperti sekarang ini. Gambaran zaman saat budaya tradisional Jepang berbaur dengan budaya Barat sangat sayang untuk dilewatkan, cocok bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak mengenai sejarah Jepang.

Jam buka: 09:00 – 17:00, (terakhir masuk 16:30); jadwal khusus akhir dan awal tahun (30 Desember - 2 Januari) 10:00-17:00, (terakhir masuk 16:30)
Biaya masuk: 500 yen (untuk pemeliharaan fasilitas)
Hari libur: tidak pasti

(4) The National Art Center, Tokyo

(4) The National Art Center, Tokyo

Kalau sudah lelah jalan-jalan dan perut mulai lapar, ayo pergi ke “The National Art Center, Tokyo”! Inilah tempat kencan Taki dan Okudera, seorang senior wanita di tempat kerja sambilannya. Mereka makan di “Salon de The ROND” yang ada di lantai 2 gedung ini. Ciri khas desain kafe ini adalah bentuknya yang menyerupai lingkaran mengambang di udara. Di sini terkenal dengan kue, makaron, dan aneka makanan manis berkelas lainnya. Ada juga menu khusus yang berganti-ganti tergantung pameran yang ada di dalam gedung. Untuk melihat pameran di dalam gedung tidak dipungut biaya. Tempat ini juga pas untuk mencari cendera mata karya seniman kontemporer Jepang.

Jam buka: 10:00 – 18:00 (terakhir masuk 17:30), Jumat 11:00 – 20:00 (terakhir masuk 19:30)
Hari libur: Selasa (tetap buka bila Selasa adalah hari libur nasional atau hari libur pengganti), akhir dan awal tahun.

Salon de The ROND
Jam buka: 11:00 – 18:00 (terakhir masuk 17:30), Jumat 11:00 – 19:00 (waktu pesan terakhir 18:30)
Hari libur: Selasa

(5) Persimpangan Belakang Kantor Polisi Shinjuku

(5) Persimpangan Belakang Kantor Polisi Shinjuku

Membandingkan Kota Hida yang tenang dengan Tokyo kemudian dipadukan dengan alunan musik rupanya menjadi daya tarik tertentu dari fil “Kimi No Na Wa”. Lanskap yang ditampilkan dalam lagu “Zenzenzense” oleh RADWIMPS ini banyak disukai penggemar. Salah satu tempat yang muncul dalam lanskap tersebut adalah perempatan di belakang Kantor Polisi Shinjuku. Beberapa lampu lalu lintas yang berbentuk lingkaran semakin memunculkan kesan Tokyo sebagai kota cyber yang modern. Di area ini juga terdapat banyak gedung tinggi modern dengan arsitektur unik. Tempat ini sangat direkomendasikan bagi penggemar arsitektur.

  • The Docomo Tower, Seen from JR Shinanomachi Station
    新宿警察署裏交差点
    • Address 6 Chome-5 Nishishinjuku, Shinjuku-ku, Tōkyō-to 160-0023, Japan

(6) Shinjuku Ooguard Higashi

(6) Shinjuku Ooguard Higashi

Inilah lanskap modern khas Tokyo yang digambarkan di film, yaitu layar-layar besar di jalanan Shinjuku. Cara pergi ke sini melalui Stasiun Shinjuku adalah keluar dari pintu timur stasiun, kemudian berjalan menuju arah Kabukicho. Nah, tempat yang dimaksud ada di sepanjang Jalan Yasukunidori, tepat sebelum masuk ke kawasan Kabukicho. Kabukicho sendiri adalah area pusat hiburan yang sudah terkenal di dunia. Tiga layar besar di sini menampilkan video musik, berita, serta informasi terbaru tentang hal-hal yang terjadi di Jepang. Kalau ingin melihat ketiga layarnya sekaligus, lihatlah dari depan Stasiun Seibu Shinjuku yang lokasinya ada di depan Ooguard Tunnel.

  • Shinjuku O-Guard East
    新宿大ガード東
    • Address 1 Chome Kabukichō Shinjuku-ku, Tōkyō-to 160-0021

Writer: Sumiko Kodama

*This information is from the time of this article's publication.
*Prices and options mentioned are subject to change.
*Unless stated otherwise, all prices include tax.

Bagikan artikel ini.

Recommended places for first-time visitors to Tokyo
Cari