HOME Tokyo dan Sekitarnya Tokyo Ikebukuro [MOVIE] Menjadi seperti Seorang Nona Besar ~Ke Kafe Butler “Swallowtail”~
[MOVIE] Menjadi seperti Seorang Nona Besar ~Ke Kafe Butler “Swallowtail”~

[MOVIE] Menjadi seperti Seorang Nona Besar ~Ke Kafe Butler “Swallowtail”~

Date published: 26 Juni 2019

Saya hampir setiap akhir pekan berjalan-jalan di otome road Ikebukuro yang disebut sebagai “Akihabara-nya Wanita”. Ini bukanlah merupakan sebuah rahasia.
Di antara toko komik dan toko barang-barang anime, ada sebuah tangga yang tidak mencolok mata yang dihiasi bunga dan dedaunan hijau. Rasanya saya pernah mendengar nama “Kafe Butler Swallowtail”. Dahulu, teman saya bercerita dengan antusias mengenai pengalaman yang menakjubkan di sana. Kali ini adalah giliran saya. Mari bersama-sama merasakan suasana unik Inggris Zaman Victoria.

Langkah Pertama ke Kalangan Atas

Langkah Pertama ke Kalangan Atas

Cahaya hangat di dalam toko, menerangi pintu masuk yang diberi dekorasi kaca. Saat saya melihat dekorasi yang elegan, saya menjadi yakin bahwa ini akan menjadi pengalaman yang sangat berkelas. Tidak lama setelahnya, ada seorang lelaki berbadan tinggi dan memakai pakaian bagus yang membuka pintu, lalu menyambut saya dengan senyum.

Seorang butler (pelayan pria) menyambut saya dengan kalimat “Selamat datang, Nona.” yang terkenal itu. Seketika itu juga, saya terpesona dan terpaku. Saya merasa tiba-tiba menjadi seorang bangsawan! Tidak ada waktu bagi saya untuk terkejut dengan ruangan yang luas dan dihias dengan elegan, servis yang diberikan oleh butler muda sudah dimulai.

Tailcoat dan Morning Coat

Tailcoat dan Morning Coat

Pertama-tama adalah perkenalan diri. Butler yang membuka pintu dengan senyum adalah Shiina, dan butler muda yang satunya lagi adalah Iori. Iori adalah seorang footman (bawahan dari pelayan). Mereka memakai seragam yang berbeda, tergantung peran. Butler Shiina memakai morning coat yang necis, sedangkan footman Iori menggunakan tailcoat yang bergaya.

Saya yang belum memiliki pengalaman ke kafe butler, merasa sedikit tegang sebelum pergi ke kafe. Selama ini saya hanya pergi ke maid cafe saja. Akan tetapi, berkat keramahan dan profesionalisme yang penuh percaya diri dari para butler, kecemasan saya lenyap seketika.

Ratusan Butir Kristal yang Bercahaya

Ratusan Butir Kristal yang Bercahaya

Akhirnya saatnya menuju ke tempat duduk. Benda yang menarik perhatian adalah lampu hiasan gantung berukuran besar yang terbuat dari ratusan butir kristal Swarovski. Kemudian, kebanyakan dari perabotan yang menyerupai perabotan di rumah besar para bangsawan Zaman Victoria adalah merupakan pesanan khusus.

Di antara suasana klasik yang tenang, bunga, serta hiasan, sosok nona besar yang ada di dalam diri saya menjadi sedikit kerepotan. Pikiran ‘udik’ yang ada di diri saya kewalahan dengan semuanya, mulai dari desain interior kafe yang mewah sampai dengan butler yang asli. Saya merasa seperti menjalani drama televisi di Inggris berjudul “Downtown Abbey”… Ketika saya berpikir seperti itu, saya merasa sangat senang!

Scone atau Sandwich?

Scone atau Sandwich?

Iori menjelaskan kepada saya dengan hati-hati mengenai menu. Pesanan pertama adalah teh hitam bernama “Diana Rose”. Iori juga bertanggung jawab untuk menjaga kualitas teh, dia sendiri yang menyeduh tehnya, dan dia juga menceritakan tentang komposisi dan aroma teh. Poin penting dari cangkirnya adalah pegangan berwarna emas dan motif kupu-kupu kecil berwarna biru. Kupu-kupu tersebut adalah kupu-kupu Ageha, dan disebut “swallowtail” dalam bahasa Inggris. Dengan kata lain, merupakan nama kafe ini.

Karena tidak terbiasa dan masih udik, saya kesulitan, tidak bisa menggunakan cangkir mungil tersebut dengan benar. Lalu Iori memperkenalkan makanan. Afternoon tea set bernama “Anna Maria” seharga 3.300 yen terdiri dari tiga piring. Piring yang paling atas adalah pencuci mulut, piring yang tengah adalah roti scone, dan piring yang paling bawah adalah potongan sandwich. Saya tidak ingin merusak susunan indah tersebut dalam waktu singkat. Makanannya berubah setiap bulan, pantas saja banyak orang yang berkali-kali datang ke sini.

Jangan Tanyakan mengenai Umur kepada Butler, Ya

Jangan Tanyakan mengenai Umur kepada Butler, Ya

Afternoon tea tidak hanya menjadi vitamin mata, tetapi juga lezat seperti yang sudah saya duga sebelumnya. Iori meletakkan lonceng kecil di meja. Jika ada permohonan atau permintaan, apabila kita bunyikan lonceng maka butler akan datang ke meja kita.
Shiina mengatakan bahwa dia sudah bekerja selama sepuluh tahun. Terlihat dari sikap elegan dan tata kramanya. Saat mendengar bahwa Iori sudah bekerja selama tujuh tahun, saya terkejut seakan mau terjatuh dari kursi. Iori juga sama-sama memiliki profesionalisme, akan tetapi penampilannya terlihat sangat muda! Karena alur pembicaraannya begitu, maka tentu saja saya menanyakan umurnya. Akan tetapi Iori menjawab dengan senyum hangat, ”Itu bukanlah hal yang perlu dipikirkan oleh Nona.” Sudah saya duga.

Apakah yang Dimaksud dengan Bisnis Butler?

Apakah yang Dimaksud dengan Bisnis Butler?

Sekitar 50 orang para pelayan yang bekerja di toko ini, usianya berkisar antara 20 sampai dengan 80 tahun! Mereka membutuhkan masa pelatihan sekitar dua bulan, setelah itu ada juga pelayan yang mendapatkan kualifikasi dari hotel Jepang dan servis restoran. Setelah Anda mengetahui hal tersebut, Anda bisa memahami betapa sangat bagusnya pelayanan dari “Swallowtail”.

Pengalaman yang mewah tersebut dinikmati oleh bermacam-macam orang. Sesungguhnya, ada banyak juga pelanggan tetap laki-laki, dan mereka dipanggil “Bocchan (Tuan Muda)” atau “Danna-sama (Tuan Besar)”. Tidak memedulikan jenis kelamin, para butler profesional yang elegan akan menyambut semuanya dengan ramah.

Tempat yang Bisa Direkomendasikan dengan Bangga

Tempat yang Bisa Direkomendasikan dengan Bangga

Dikarenakan tempatnya hampir selalu penuh setiap hari, maka sebelum datang diharapkan membuat reservasi lewat telepon atau internet. Ada servis untuk pemesanan dengan bahasa Inggris, dan beberapa orang pelayan dapat berbahasa Inggris seperti misalnya Iori.

Jika Anda ingin mengalami pengalaman yang berkesan di Tokyo, saya ingin merekomendasikan “Swallowtail” kepada Anda sekalian. Apakah Anda ingin menjadi seorang putri, menjadi seorang raja, atau ingin beristirahat seperti seorang penakluk yang telah mengalahkan musuh? Apa pun keadaannya, pasti Anda akan selalu disambut dengan ucapan “Selamat datang kembali” yang ramah.

  • SWALLOWTAIL Butlers Cafe
    執事喫茶 Swallowtail
    • Address Showa Building, 3−12−12 Higashiikebukuro, Toshima-ku, Tokyo 170-0013
*This information is from the time of this article's publication.
*Prices and options mentioned are subject to change.
*Unless stated otherwise, all prices include tax.

Bagikan artikel ini.

Cari