Suasana Perkotaan

Suasana Perkotaan

Update:

Jepang dikenal dengan suasana perkotaannya dengan deretan gedung-gedung tinggi modernnya yang berbaris rapi. Selain itu, suasana perkotaan yang bersejarah tempat kita bisa melihat desain bangunan lama, suasanan perkotaan dengan wilayah pertanian yang subur, serta suasana perkotaan yang membuat kita bisa melihat gaya hidup tradisional yang sesuai dengan musim, juga merupakan daya tarik tersendiri. Mari kita nikmati keunikan pemandangan perkotaan yang berbeda-beda di tiap wilayah.

Suasana Perkotaan yang Eksotis di Jepang

Membicarakan suasana perkotaan khas Jepang, tidak bisa tidak, kita harus menyebutkan deretan pertokoan yang ada di wilayah Kyoto, Nara, dan Kanazawa. Pemandangan kota tradisional Jepang yang telah ada sejak zaman Heian (794 M-1185 M), yaitu bangunan terbuat dari kayu beratap genting yang berbaris rapi. Di seluruh negeri Jepang daerah kota tua diberi tanda dan dilindungi sebagai wilayah objek wisata yang dilestarikan, contohnya, tembok dari tanah yang tebal dan atap genting yang megah yang menjadi ciri khas bangunan rumah-rumah di Kota Kawagoe di Prefektur Saitama, serta rumah-rumah besar para ksatria yang dahulu pernah hidup di Kota Senboku di Prefektur Akita. Daerah Asakusa dan Katsushika di Tokyo adalah jalan yang mewakili orang-orang biasa pada zaman dahulu. Suasana daerah perdagangan di tempat itu yang ramai sejak dahulu pun sampai sekarang masih bisa kita nikmati.

Suasana Perkotaan di Kota Modern

Ibukota Jepang,Tokyo, adalah kota besar modern dengan gedung-gedung tinggi yang berderet-deret serta memiliki jaringan transportasi yang maju seperti kereta listrik dan kereta bawah tanah. Setiap area memiliki kekhasannya masing-masing, misalnya Otemachi dan Shinbashi adalah area bisnis dengan deretan gedung perkantoran, sementara di Ginza, Ueno, Shibuya ditemukan banyak fasilitas perdagangan, perbelanjaan dan hiburan. Di kota besar banyak orang bertempat tinggal berbeda dengan tempatnya bekerja, sehingga di kota komuter yang ada di Prefektur Saitama dan Kanagawa, bisa ditemukan deretan perumahan dan pusat perbelanjaan yang besar.

Ciri Khas Suasana Perkotaan di Tiap Wilayah

Di Jepang, wilayah yang tampilannya tetap tradisional pun masih ada. Desa Shirakawa di Prefektur Gifu yang merupakan warisan dunia, berderet rumah tradisional dengan kemiringan atap yang curam yang menarik yang disebut dengan gasshozukuri (menangkupkan kedua tangan untuk berdoa). Di Tsumagojuku yang terletak di Prefektur Nagano, yang berkembang sebagai kota persinggahan pada zaman Edo (1603 M-1867 M), kita bisa melihat rumah yang terbuat dari kayu dan berlantai batu yang telah direnovasi ke keadaan semula dan dipelihara dengan wujud yang sama sekali tidak berbeda dengan aslinya. Daerah ini pun populer sebagai daerah tujuan wisata. Selain itu, bangunan rumah yang berkembang di Kabupaten Okinawa yang merupakan budaya asli kerajaan Ryukyu berbeda dengan gaya perumahan di kepulauan utama Jepang. Contohnya, di Pulau Taketomi yang ada di kepulauan Yaeyama, sampai sekarang pun masih ada perumahan dengan ciri khas atap genting merah yang dikelilingi tembok batu.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.