Yoshoku (Hidangan Gaya Barat)

Yoshoku (Hidangan Gaya Barat)

Update: 9 Mei 2017

“Yoshoku” mengacu pada hidangan yang disiapkan dengan bahan dan dimasak ala Barat. Sejak era Meiji, makanan Barat telah diimpor ke Jepang sehingga orang Jepang sudah terbiasa dengan berbagai jenis masakan Barat. Dalam proses ini, banyak hidangan Barat telah disesuaikan dengan selera dan budaya orang Jepang. Kedua tipe makanan ini biasanya cocok bilamana dipadukan dengan nasi, makanan pokok Jepang. Sementara hidangan Barat mulai dikenal karena sering muncul di menu-menu restoran (termasuk restoran -restoran keluarga yang murah), mereka juga sering disajikan di rumah. Jadi kita dapat mengatakan bahwa makanan "Barat" telah sepenuhnya berasimilasi kedalam budaya Jepang.

Kari dan Nasi

Kari dan Nasi

Setelah nasi-kari gaya Inggris itu diperkenalkan di Jepang selama periode Meiji, orang Jepang mengembangkannya dengan cara mereka sendiri. Versi lokal lebih kental dan tidak sepedas kari asli India, dan itu biasanya dimakan dengan menuangkan campuran kari diatas nasi. Di Jepang ada banyak restoran kari khusus yang menyajikannya dengan caranya sendiri, menggunakan cara-cara baru atau bahan yang unik untuk memasaknya. Untuk sebagian besar, kari gaya Jepang yang standar tersedia di beberapa kafe atau restoran-restoran Yoshoku.

Potongan Daging (Katsu)

Potongan Daging (Katsu)

Katsu-Retsu (danging potongan) adalah hidangan daging goreng yang dibuat dengan melapisi sepotong daging dengan kuning telur, kemudian melapisinya lagi dengan remah roti, lalu menggorengnya dalam minyak panas. Daging babi, sapi, dan ayam biasa dimasak dengan cara ini, dan ada juga irisan ikan laut, yang disebut “furai” (ikan laut goreng). Katsu yang paling umum biasanya menggunakan daging babi dan disebut “tonkatsu”. Kedua “tonkatsu” dan beberapa jenis katsu lainnya adalah item menu yang sangat umum ditemui di restoran-restoran Yoshoku, dan “tonkatsu” juga dapat ditemukan di restoran-restoran khusus juga.

Omu-rice (Omelet dengan nasi goreng)

Omu-rice (Omelet dengan nasi goreng)

Omu-rice adalah hidangan sederhana yang dibuat dengan mencampur kecap dengan nasi dan memasaknya didalam telur dadar. Tidak ada yang tahu kapan pertama kalinya muncul, tetapi didasarkan pada masakan omelet yang merupakan bagian dari gelombang awal masakan Barat diperkenalkan ke Jepang pada periode Meiji. Saus yang paling umum untuk Omu-rice adalah kecap meskipun beras dimasak dengan saus tomat, beberapa orang lebih memilih saus “demiglace” (saus kental khas Perancis) atau saus putih dan bukan kecap saja. Sebagai informasi tambahan, ada juga sebuah masakan yang disebut Omu-soba yang memasak mie goreng dalam telur dadar.

Korokke (kroket)

Korokke (kroket)

“Korokke" adalah campuran kentang tumbuk, daging cincang, dan sayuran, ditutupi dengan tepung, membentuknya menjadi bentuk bulat dan digoreng dalam minyak panas. Pada periode Meiji itu dianggap sebuah makanan kelas tinggi, tapi sekarang populer sebagai makanan yang sudah umum, sebuah hidangan murah yang dapat Anda temukan dimana-mana. Anda memakannya dengan kecap asin atau saus apapun yang Anda sukai. “Korokke" tidak hanya disajikan di restoran Yoshoku, tetapi juga di toko daging kuno.

Gratin dan Doria

Gratin dan Doria

Gratin berarti makanan yang dimasak dengan memanggang permukaan campuran daging, sayuran, dan saus putih. Dan Doria adalah semacam Gratin tetapi sebaliknya menggunakan “pilaf” atau nasi mentega. Konon Doria pertama kali dibuat di sebuah hotel di era Showa. Kedua doria dan gratin adalah menu populer di restoran Yoshoku seluruh Jepang.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.