Sukiyaki

Sukiyaki

Update: 22 Maret 2016

Berikut ini akan diperkenalkan tentang sukiyaki sebagai salah satu masakan khas Jepang.

Apa Itu Sukiyaki?

Sukiyaki merupakan salah satu masakan nabe (jenis masakan Jepang yang dimasak dan dihidangkan di dalam panci). Terbuat dari bahan makanan seperti sayuran dan irisan daging sapi tipis yang dimasak dengan panci besi yang dalam. Sukiyaki kebanyakan dimakan dengan cara memasukkan bumbu cair yang merupakan campuran dari sake, gula, dan shoyu (kecap asin) yang disebut dengan "warishita" ke dalam panci untuk memberikan rasa, kemudian mencelupkan sayuran dan daging tersebut ke dalam mangkuk yang berisi kocokan telur mentah.

Sejarah

Pada tahun 1859, Yokohama dibuka sebagai pelabuhan perdagangan, kemudian budaya makan daging sapi dari luar negeri mulai diperkenalkan. Konon, awal mula sukiyaki adalah pada saat izakaya yang bernama Isekuma menyediakan daging sapi rebus yang disebut dengan "gyunabe". Kemudian, setelah gempa bumi besar yang terjadi di Kanto pada tahun 1923, semakin banyak yakiniku yang menggunakan warishita.

Warishita

Pada umumnya, warishita dibuat dengan memasukkan gula, sake, shoyu ke dalam kaldu yang terbuat dari bonito, jamur dan kombu (ganggang laut). Selain itu, ada juga yang memasukkan miso sebagai bumbu tambahannya. Warishita merupakan bumbu penentu dari rasa sukiyaki. Setiap restoran sukiyaki memiliki kekhasan tersendiri dalam menentukan warishita, bahkan ada banyak restoran yang membuat warishita-nya sendiri berdasarkan resep rahasia yang diturunkan oleh pendahulunya.

Bahan-bahan Sukiyaki

Biasanya bahan-bahan yang dimasukkan untuk membuat sukiyaki selain daging sapi adalah sayuran seperti daisy, daun bawang dan sawi putih, serta berbagai jamur seperti eryngii, shimeji, enokitake, dan shiitake. Selain itu, ada juga yang memasukkan mochi, shirataki (mi dari ubi konjac), dan yakidofu (tahu yang dipanggang) dan sebagainya.

Perbedaan Wilayah

Ada perbedaan rasa dan cara memasak sukiyaki, tergantung pada wilayahnya. Kalau di Kanto, kebanyakan daging sapi dimasukkan ke panci setelah warishita-nya. Sedangkan di Kansai, biasanya setelah daging sapi dimasak di dalam panci, kemudian baru memasukkan shoyu dan gula tanpa menambahkan warishita.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.