Belut Kabayaki

Belut Kabayaki

Update: 4 Oktober 2016

Berikut akan diperkenalkan belut kabayaki yang sering disantap di Jepang.

Apa Itu Belut Kabayaki?

Kabayaki adalah salah satu cara memasak yang menunjukkan pada cara membakar yang dibumbui dengan Shouyu (kecap asin), sake, gula dan lainnya. Selain belut ada juga kabayaki ikan sanma (ikan sauri pasifik) dan ikan sarden.

Sejarah

Sejak zaman Edo belut dikenal sebagai masakan khas daerah di banyak habitatnya. Sekarang hasil tangkapan berkurang dan harganya menjadi mahal, tetapi pada waktu itu belut dikenal sebagai masakan murah yang populer.

Hari "Doyou-no-Ushi-no-Hi" yang Makan Belut

Biasanya pada musim panas sekitar bulan Juli sampai Agustus terdapat hari makan belut kabayaki. Hari itu disebut Doyou-no-Ushi-no-Hi. Setiap tahun tanggalnya berbeda, tetapi kebanyakan jatuh pada sekitar tanggal 20 Juli - tanggal 10 Agustus yang diadakan sebagai kebiasaan sejak zaman Edo untuk makan belut yang bernilai gizi tinggi yang berguna mencegah keletihan akibat udara panas.

Bumbu Rahasia

Ditambah dengan rempah yang disebut Sanshou (lada khas Jepang). Sansho yang beraroma kuat dapat menambah nafsu makan juga meningkatkan fungsi pencernaan dan sangat cocok dengan belut yang berminyak.

Cara Makan

Santaplah belut kabayaki dengan nasi putih dan rasakan di mulut Anda. Ada juga restoran yang memiliki kabayaki yang dibakar dengan saus rahasia yang diwariskan turun-temurun sejak dahulu.

Makanan Pendamping

Ketika memesan kabayaki, terkadang didampingi dengan Kimosui yaitu sup yang kuah kaldunya diambil dari hati, usus serta perut belut, dan juga Hone-Senbei yaitu tulang belut yang digoreng.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.