Jinja (Kuil Shinto)

Jinja (Kuil Shinto)

Update: 22 Maret 2016

Seperti yang sudah diketahui, Jinja adalah fasilitas penyembahan Shinto, salah satu agama kepercayaan orang Jepang.

Apa Itu Dewa Jepang?

Dewa-dewa di Jepang memiliki sifat yang beragam, orang Jepang berpikir bahwa selain pada fenomena alam, seperti gunung dan angin, dewa juga berdiam di segala hal, seperti api di dapur. Karena keberadaan dewa yang sangat banyak dan tak terhitung jumlahnya, maka sering diibaratkan ada "8 Juta Dewa". Orang Jepang zaman dahulu yang hidup dengan bercocok tanam percaya bahwa bencana alam adalah bentuk kemarahan dewa dan mereka merasakan keberadaan dewa yang di luar logika manusia di seluruh tempat di alam.

Shintai (Objek yang Didiami Dewa)

Di Jinja, objek yang didiami dewa, yaitu shintai akan disembah. Dewa banyak mendiami benda alam, seperti batu besar, pohon, kaca, juga pedang, dan shintai berbeda tergantung kuilnya. Karena disembah di bagian dalam Jinja yang sunyi, maka pengunjung umum tidak bisa melihatnya.

Torii (Gerbang Kuil)

Torii berperan memisahkan dunia tempat manusia tinggal dan wilayah dewa. Torii dihitung menjadi torii pertama, torii kedua, mulai dari yang letaknya paling jauh dari ruang utama tempat dewa berada. Karena akan memasuki dunia dewa, maka berikanlah salam dengan membungkuk ketika Anda melewatinya.

Menyucikan Diri di Temizuya

Di temizuya, pengunjung membersihkan kotoran pada raga dengan sedikit membasuh tangan dan mulut sebelum memasuki ruang utama tempat dewa berada.

Sessha dan Massha

Sessha adalah dewa yang memiliki hubungan erat dengan dewa yang disembah di ruang utama. Sedangkan massha adalah dewa yang disembah di daerah tersebut. Maka sebaiknya Anda memberikan salam kepada masing-masing dewa.

Komainu yang Menjaga Dewa

Ada 2 ekor komainu (patung anjing penjaga) yang saling berhadapan menjaga dewa di depan ruang sembahyang dan ruang utama. Komainu berperan mencegah masuknya hal yang menganggu, tetapi ada juga komainu yang berbentuk kelinci, monyet, babi tergantung kuilnya.

Jinja dan Perayaan

Dalam setahun ada banyak perayaan di Jinja. Shichi-Go-San adalah perayaan mendoakan pertumbuhan anak agar selalu sehat yang dilakukan ketika berusia 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun. Ada juga perayaan yang menjadi ciri khas, seperti "Hatsumode", yaitu berdoa untuk kebahagiaan selama setahun ke depan dari omisoka (malam Tahun Baru) hingga gantan (pagi Tahun Baru), dan setsubun (tradisi melempar kacang) pada tanggal 3 Februari yang diadakan untuk menghilangkan malapetaka di permulaan keempat musim.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.