Kelab

Kelab

Update: 22 Maret 2016

Kelab yang dikunjungi banyak kalangan muda di akhir pekan. Berikut uraian tentang budaya pergi ke kelab yang asli di Jepang.

Ledakan Budaya Disco di Era 90-an.

Budaya pergi ke kelab di Jepang marak dengan sendirinya mulai paruh kedua 1980-an sampai dengan awal era 90-an. Pada saat itu, ekonomi sedang bagus dan menggunakan uang untuk pergi ke kelab seperti air saja. Pakaian super ketat serta pakaian yang banyak mengeskpos bagian tubuh tampaknya disukai saat pergi ke kelab.

Cara Masuk ke Kelab

Kelab sering kali dibuka mulai larut malam. Karena di pintu masuk Anda akan diminta menunjukkan kartu identitas, maka jangan lupa untuk membawa paspor. Umumnya akan dikenakan biaya minuman yang terpisah dengan biaya masuk.

Aturan Main di Kelab

Tidak ada aturan main di kelab, jadi Anda bebas menghabiskan waktu di sana. Minum sake di meja bar atau pergi ke lantai dansa untuk menari. Jenis musik yang dimainkan berbeda-beda tergantung tempat dan acaranya, jadi lebih baik Anda memastikannya terlebih dulu.

Kelab di Jepang

Di Tokyo, kelab malam banyak berderet di area Shibuya dan Roppongi. Di akhir pekan banyak kalangan muda berkumpul dan bersenang-senang sampai menjelang fajar. Bermacam-macam tujuan mereka seperti melepas stres, bertemu lawan jenis, dan sebagainya. Banyak dari mereka yang bertata krama baik sehingga wanita juga bisa bersenang-senang dengan tenang.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.