Foto

Foto

Update:

Foto merupakan salah satu media perekaman yang dicintai di seluruh dunia, dan termasuk salah satu bentuk seni. Di sini akan diperkenalkan bagaimana foto dicintai di Jepang sambil menelusuri sejarah fotografi Jepang.

Sejarah

Konon, foto masuk dan diperkenalkan di Jepang pada tahun 1843. Saat itu, Jepang sedang berada di zaman Edo dan objek foto pertama di dalam negeri adalah para bushi (kesatria). Mulai saat itu, permintaan foto pun semakin besar seiring perkembangan fotografi, sehingga pada akhirnya menjadi media yang dicintai banyak orang seperti saat ini.

Teknologi Jepang

Orang Jepang yang sejak semula ahli dalam pekerjaan yang menuntut ketelitian dan tangannya terampil, menunjukkan kepiawaiannya juga dalam industri fotografi. Mereka memproduksi satu demi satu kamera berkualitas tinggi dan terus memperoleh pasar di seluruh dunia. Kamera yang tidak gampang rusak dan mudah menggunakannya dibutuhkan oleh para penggemar fotografi di seluruh dunia. Sebagai tambahan, kebanyakan fotografer di seluruh dunia menggunakan kamera buatan Jepang.

Fotografer yang Mewakili Jepang

Bicara fotografer yang mewakili dunia fotografi Jepang, tak bisa lepas dari sosok fotografer pertama di Jepang, Ueno Hikoma. Ia berkiprah sebagai seorang fotografer pada akhir zaman Edo hingga zaman Meiji. Selain itu, ia juga merupakan fotografer perang pertama di Jepang. Berkat kegiatan sang pionir yang bereksperimen terhadap hal baru di zamannya, sejak saat itu sejarah fotografi Jepang semakin mendalam.

Membeli Kamera

Saat membeli kamera, kebanyakan orang membelinya di toko elektronik atau home center yang menjual perlengkapan hidup sehari-hari. Di toko elektronik, perlengkapan yang berkaitan dengan kamera pun tersedia lengkap, seperti wadah dan film pelindung, sehingga menjadi referensi bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Objek Foto

Kebanyakan orang Jepang termasuk tipe yang suka memotret, namun tidak begitu pandai menjadi objek foto. Banyak juga orang yang senang difoto bersama orang lain, tetapi tidak suka kalau difoto sendiri saja. Ini bisa dikatakan sifat khusus orang Jepang yang tidak ingin tampil menonjol.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.