Fotografi

Fotografi

Update: 23 Februari 2017

Jepang dikenal sebagai rumah dari beberapa produsen kamera yang paling terkenal di dunia, dan masyarakat Jepang sendiri memiliki reputasi sebagai fotografer yang penuh semangat.

Foto Pertama di Jepang

Foto Pertama di Jepang

Kamera pertama kali tiba di Jepang pada tahun 1848, diimpor oleh Belanda ke Nagasaki, satu-satunya bangsa yang diizinkan untuk berdagang dengan Jepang selama periode Edo. Yang cukup menarik, foto pertama itu tidak hanya diambil di Jepang, tetapi juga persisnya oleh seorang samurai Jepang - Shimazu Nariakira, yang dikemudian hari menjadi bangsawan feodal di Wilayah Satsuma, yang hari ini dikenal dengan nama Profinsi Kagoshima. Fotografi ini, sebenarnya “daguerreotype”, yaitu salah satu bentuk awal fotografi gambar tetap, dan karya tersebut masih dapat dikagumi hingga saat ini disebuah museum di Kagoshima.
Tertarik dengan teknologi baru ini, penelitian dilakukan seputar seni fotografi didalam dan disekitar Nagasaki, namun tidak sampai tahun 1862 ketika studio foto pertama di Jepang dibuka, fokus pada potret-diri serta menjanjikan sebuah bidang yang luas dan intens dalam fotografi Jepang.

Dari Profesional atau sekedar Hobi

Dari Profesional atau sekedar Hobi

Tidak membutuhkan waktu lama untuk fotografi naik daun, tidak hanya sebagai profesi, tapi juga sebagai hobi pada saat kamera dapat diakses oleh masyarakat umum. Pada waktu fotografi kreatif dilarang selama Perang Dunia II kecuali foto jurnalistik, fotografi Jepang dihidupkan kembali pada pasca-perang Jepang dengan cara yang sama ketika seni kontemporer mengalami ledakan kreativitas yang besar. Nikon, misalnya, didirikan pada tahun 1917, tetapi kamera yang terkenal sekarang ini tidak masuk pasar global hingga tahun 50-an pada saat ledakan ekonomi Jepang. Selama beberapa dekade, kamera Nikon telah menjadi standar bagi fotografer profesional diseluruh dunia.
Sekitar tahun 90-an, raksasa kamera lain yang sekarang terkenal muncul: Canon Jepang, memasuki kompetisi yang cukup sengit dengan produsen lain, termasuk Nikon. Bahkan saat ini, dua nama ini berada diperingkat yang terkemuka di dunia fotografi.

Seni Fotografi Jepang

Seni Fotografi Jepang

Terutama setelah perang, fotografi telah menjadi salah satu cara untuk mengekspresi kan seni yang paling populer di Jepang, baik dalam skala hobi maupun profesional. Sepanjang beberapa dekade, banyak fotografer terkenal telah membuat ciri khas mereka dalam seni ini, dari sengaja dikaburkan, gaya snapshot yang diburu-buru dari dekade pasca perang hingga metoda “diluar jalur” seniman hari ini.
Salah satu contoh fotografer modern yang cukup terkenal adalah Haruhiko Kawaguchi, atau Fotografer Hal. Dia memperoleh ketenaran internasional dengan proyek “Daging Cinta”-nya, yaitu mengenai pasangan yang disegel erat didalam tas vakum, kadang-kadang tanpa pakaian, kadang-kadang berpakaian lengkap. Hasil fotografi ini tidak nyaman namun juga indah mempesona.
Seorang fotografer dan direktur lain yang juga diakui dunia internasional dari Jepang adalah Mika Ninagawa. Semua karya fotografinya tentang kejelasan warna yang sering dipadukan dengan budaya tradisional Jepang yang kaya. Namanya sudah sangat dikenal di Jepang, dan memiliki karya-karya video musik untuk beberapa artis Jepang.

Menemukan Fotografi

Museum pertama di Jepang yang akan didedikasikan sepenuhnya untuk seni fotografi adalah Museum Seni Fotografi Tokyo, pertama kali dibuka pada tahun 1986. Sejak saat itu, museum ini menyorot karya-karya yang terkenal dan juga yang menjanjikan (tidak terkecuali) seniman Jepang, bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki singkat dari Stasiun Ebisu Tokyo. Pameran-pamerannya berubah-ubah secara teratur dan museumnya juga dilengkapi dengan perpustakaan yang mengumpulkan berbagai bahan yang berhubungan dengan fotografi dan gambar-gambar visual. Ketika menetapkan perjalanan untuk menemukan dunia yang kaya dan menarik dari fotografi Jepang, ini tentu saja adalah tempat yang bagus untuk memulai.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.