Senshoku (Kerajinan Tekstil Jepang)

Senshoku (Kerajinan Tekstil Jepang)

Update:

Sejarah dan teknik produksi senshoku (kerajinan tekstil Jepang) dimulai dari pembuatan kain dari serat, pemberian gambar dan pewarnaan kain, berkembang secara orisinal di Jepang. Tidak hanya somemono (barang hasil pewarnaan) dan orimono (barang tenunan), tetapi juga amimono (barang rajutan) dan shishu (barang sulaman) merupakan bagian dari senshoku. Di Jepang, terdapat banyak barang kerajinan senshoku yang dapat dianggap sebagai karya seni.

Sejarah Kimono dan Senshoku Jepang

Sejak sekitar abad ke-8, teknik senshoku dan orimono masuk ke Jepang dari daratan Cina, India, dan Eropa. Pada zaman Edo, teknik senshoku berkembang pesat, khususnya tampak pada kimono wanita yang menjadi indah. Berkat perkembangan industri di setiap daerah, barang kerajinan senshoku khas setiap daerah menjadi banyak dan berkembang secara masing-masing. Memasuki zaman modern, pewarna sintetis dan serat sintetis mulai digunakan, dan barang porselen Jepang yang dibuat dengan teknik senshoku menjadi mudah diperoleh dengan harga murah.

Produk Senshoku dan Transisi Kimono

Kimono merupakan pakaian tradisional Jepang yang secara global pun bernilai tinggi. Awalnya adalah kosode (kimono lengan kecil) yang hanya dipakai kalangan atas, kemudian meluas di kalangan rakyat biasa. Dengan menambahkan senshoku dan lukisan yang indah, lambat laun kosode dikenal sebagai kimono. Meski saat ini banyak dijual kimono yang menggunakan serat sintetis, senshoku menggunakan bahan alami dan teknik tradisional yang ditetapkan sebagai harta budaya tak benda negara dan daerah, dan terus dilestarikan hingga saat ini.

Jenis Pewarna

Dalam kerajinan senshoku Jepang, digunakan berbagai pewarna semisal warna indigo "Japan blue". Barang kerajinan tradisional Jepang banyak menggunakan pewarna alami dari tanaman. Misalnya, warna merah "akane" yang diambil dari akar tanaman merambat berumur panjang bernama akane (rubia), warna ungu "murasaki" yang diambil dari akar tanaman murasaki, warna kuning "ukon" yang diambil dari kunyit, dan sebagainya. Jenis warnanya pun beragam, untuk warna merah saja ada 10 jenis lebih seperti sakura, nadeshiko, beni, tsutsuji.

Senshoku Menggunakan Teknologi Tinggi

Di Jepang, terdapat kimono untuk berbagai keperluan dengan kisaran harga yang beragam pula. Di kota Imabari, Prefektur Aichi dan kota Senshu, Prefektur Osaka yang terkenal sebagai "penghasil handuk", dibuat suatu standar barang, yang jika tidak dipenuhi tidak diizinkan untuk dijual di pasar. Tidak hanya barang kerajinan senshoku tradisional, dijual pula produk senshoku berkualitas tinggi yang diproduksi menggunakan teknologi terkini.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.