Seni Pernis-Kilap

Seni Pernis-Kilap

Update: 14 Maret 2017

Peralatan makan Jepang yang di pernis-kilap begitu terkenal sehingga secara historis, hanya disebut dengan julukan "Jepang," seperti hal nya istilah "Cina" digunakan untuk keramik Cina. Hari ini, sebagian besar orang tahu seni pernis-kilap menghiasi mangkuk indah, kotak bento, dan jenis peralatan makan lainnya dan seni pernis-kilap ini sendiri masih sangat dihormati di seluruh Jepang.

Sejarah Pernis-Kilap

Sejarah Pernis-Kilap

Penggunaan pertama pernis-kilap, yang didapatkan dari getah pohon lacquer/pernis-kilap (Toxicodendron vernicifluum), disebut dengan “urushi" dalam bahasa Jepang, berawal dari sekitar 7.000 SM sebagai hasil temuan galian dari Hokkaido. Seni yang unik ini tidak hanya diterapkan pada peralatan makan namun, sepanjang usia, seni pernis-kilap ini telah memainkan peran penting dalam keagamaan, khususnya dalam Buddhisme. Patung, wihara, dan altar ditingkatkan tampilannya dengan mempernis-kilapnya, tidak hanya untuk hiasan, namun untuk melindungi bahan-bahan yang terbuat dari kayu. Selama periode Edo (1603 - 1868), ketika fokus seni dan budaya bergeser dari pemerintahan dan kaum Buddha yang elit kepada rakyat Jepang biasa, pernis-kilap juga pindah dari mempercantik candi dan patung-patung kepada peningkatan barang sehari-hari seperti mangkuk, sendok, kotak makan siang, dan juga untuk furniture dan desain interior.

Area Utama Produsen Peralatan Makan Pernis-kilap

Area Utama Produsen Peralatan Makan Pernis-kilap

Di berbagai daerah di Jepang, sekitar tiga-puluhan kalau di total, peralatan makan yang dipernis-kilat yang unik dari wilayah tertentu diproduksi. Beberapa jenis teknik dan gaya yang berbeda ini semuanya memiliki namanya sendiri dan beberapa darinya telah diakui dan diminati dunia internasional. Sebuah contoh yang terkenal adalah Kyo-nuri, peralatan makan yang dipernis-kilap dari Kyoto, yang telah menjadi salah satu wilayah utama di Jepang untuk kesenian pernis-kilap sejak abad ke-14. Gaya yang terkenal lainnya adalah Fuki-urushi, teknik pernis-kilap yang berfokus untuk menyoroti karakter serat alami kayunya daripada hanya sebuah lapisan saja. Wajima-nuri adalah gaya yang lain terkenal dari Prefektur Ishikawa, sementara shippi-urushi mengacu pada pernis-kilap untuk kulit. Tergantung pada daerahnya, perbedaan bukan hanya pada tekniknya saja tetapi juga desainnya - seseorang bisa melakukan perjalanan melalui Jepang hanya dengan memikirkan seni pernis-kilap dan menemukan gaya yang unik dan berbeda di setiap daerahnya.

Peralatan Makan Pernis-kilap Baru

Peralatan Makan Pernis-kilap Baru

Peralatan makan yang dipernis-kilap yang baru dibeli memiliki bau yang agak aneh. Jika bau mengganggu Anda, cobalah untuk menghapus produk dengan kain halus yang dibasahi dengan air sisa cucian beras dengan sedikit cuka. Bau juga bisa dihilangkan dengan menjaga peralatan makan tersebut disebuah tempat jauh dari sinar matahari dengan ventilasi yang baik selama sekitar satu hingga dua minggu. Namun, perlu dicatat bahwa pernis-kilap ini sensitif terhadap sinar matahari langsung, suhu tinggi, dan kekeringan.

Menggunakan Peralatan Makan yang Dipernis-kilap

Menggunakan Peralatan Makan yang Dipernis-kilap

Setelah selesai menggunakan peralatan makanan yang dipernis-kilap ini, jangan direndam didalam air dalam waktu yang lama, melainkan sebaiknya langsung setelah setiap penggunaan, dicuci ringan dengan spons halus, air hangat, dan sedikit sabun cuci. Jangan biarkan kering secara alami; namun langsung keringkan dengan kain halus sebagai gantinya. Selain itu, jangan gunakan peralatan makan ini dengan mesin pencuci piring, pengering piring, atau kedalam microwave.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.