Ukiyo-e dan Cetakan Balok-Kayu: Gambar dari Dunia yang Mengambang

Ukiyo-e dan Cetakan Balok-Kayu: Gambar dari Dunia yang Mengambang

Update: 6 Maret 2017

Seni ukiyo-e dan cetakan balok-kayu Jepang pada umumnya telah melahirkan banyak “maestro” beserta karya-karyanya. Mari kita lihat seni itu sendiri, prosesnya, dan gambar tentang kehidupan sehari-hari di jaman Edo.

Ukiyo-e, Kehidupan Sehari-hari di Jaman Edo

Ukiyo-e, Kehidupan Sehari-hari di Jaman Edo

Ukiyo-e merupakan ukiran kayu khas Jepang dan sangat populer di jaman Edo. Balok cetakan digunakan untuk menhasilkan cetakan yang warna-warni, dan ia juga disebut “nishiki-e” (gaya akhir ukiyo-e yang penuh warna). “Ukiyo" berarti gaya modern atau sekilas waktu kehidupan, popularitas dan kesederhanaannya dikagumi banyak orang. Blok cetakannya dibuat dari kayu pohon ceri yang solid dan tebal, warna hitam yang dihasilkan terbuat dari tinta Jepang dan warna putihnya terbuat dari kulit kerang. Kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti “Bijin-ga” (gambar wanita cantik), beberapa adegan dan tata krama, lanskap, dan adat istiadat, semuanya digambarkan dalam “ukiyo-e”. Seniman “ukiyo-e” yang terkenal diantaranya “Utamaro Kitagawa”, “Hokusai Katsushita”, dan “Hiroshige Ando”. Mereka juga dikenal karena mereka memiliki pengaruh pada seniman barat seperti “Vincent Van Gogh”.

Cetakan Orisinil

Cetakan Orisinil

Dalam jangka waktu yang lama, metode pembuatan cetakan Jepang dibagi menjadi beberapa pekerjaan yaitu sketsa kasar, pahat dan hasil cetakannya diulang-ulang. Kemudian gaya percetakan oleh perorangan dimulai di mana seorang seniman membuat gambar, mengukir balok, dan mencetaknya sendiri pada kertas. Ini kemudian disebut sebagai seni cetak yang asli dan biasanya tidak dimaksudkan untuk diproduksi masal. Metode spesifik seni cetak ini dikembangkan sebagai sarana mengekspresikan gaya artistik seseorang.

Mencetak Kayu-Balok

Mencetak Kayu-Balok

Karya seni yang menggunakan teknik cetakan dari balok-kayu, yang melibatkan ukiran-tangan dan cetakan-tangan, diproduksi terutama di Kyoto. Percetakan balok-kayu adalah sebuah cetakan relief yang menggunakan ukiran balok-kayu sebagai mediumnya. Garis yang unik, kabur, dan intensitas tinta yang dihasilkan oleh kerajinan tangan ini merupakan elemen yang paling menarik. Bahkan sekarang, “washi" (kertas Jepang) dan kain cetakan dengan pola tradisional atau modern sangat populer, termasuk gadget, alat tulis, dan barang umum lainnya juga populer di kalangan wisatawan asing maupun lokal.

Cetakan Kartu Tahun Baru

Cetakan Kartu Tahun Baru

Banyak orang menggunakan seni cetak untuk membuat kartu tahun barunya sendiri. Kartu ini dikirim ke orang-orang yang dekat atau yang telah menjaganya. Selain itu, beberapa orang mengukir penghapus pensil atau ubi jalar dengan pesan-pesan seperti selamat tahun baru, hewan yang terkait dengan “Eto” (Zodiac Jepang), dan ilustrasi dengan motif Tahun Baru, kemudian ukiran itu digunakan untuk membuat cetakan unik yang dicetak pada kartu tahun baru mereka.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.