Bela Diri Jepang

Bela Diri Jepang

Update: 26 Oktober 2016

Di sini akan diperkenalkan mengenai sejarah bela diri dan bela diri saat ini.

Bela Diri Jepang dalam Strategi Perang

Dalam Kojiki, sebuah dokumen sejarah tertua di Jepang, terdapat catatan mengenai bela diri Jepang seperti pedang, katana (pedang khas Jepang), tombak, panah, dan sumo. Sekitar abad ke-7, ada lembaga pelatihan resmi dan dilaksanakan pelatihan bela diri berkuda terhadap prajurit.
Sampai pertengahan zaman Kamakura (1185-1333), pertarungan satu lawan satu menjadi arus utama. Namun serangan Kekaisaran Mongol yang dimulai sekitar tahun 1274 membuat kebiasaan Jepang tersebut tidak berlaku. Karena itu, strategi perang berkelompok "heiho" menjadi bela diri yang wajib dalam pertempuran. Kemudian, sejak perdagangan dengan bangsa asing semakin ramai, senjata api pun digunakan dalam pertempuran, sehingga "hojutsu" pun menjadi salah satu bela diri. Seperti inilah cakupan bela diri meluas seiring zaman dan lingkungan.

Keanekaragaman Makna yang Dimiliki Bela Diri Jepang

Saat memasuki zaman Edo, bela diri bukan hanya diterapkan pada pertarungan sebenarnya saja, tapi juga mulai dibutuhkan untuk tujuan "menemukan jalan hidup dan melatih jiwa".
Kemudian dalam bela diri, lahir berbagai aliran. Para samurai yang tidak pergi berperang pun pergi ke dojo (tempat berlatih) bela diri sebagai sebuah "kegemaran" dan mulai dianggap sebagai sesuatu yang harus dipelajari.

"Kobujutsu", Dasar Bela Diri Jepang

Bela diri dan teknik pertarungan yang ada sejak sebelum Jepang memasuki masa modernisasi pada tahun 1868 disebut "kobujutsu". Dasar bela diri Jepang mengakar pada kobujutsu. Selain "kenjutsu" (teknik pedang), "kyujutsu" (teknik memanah), dan "jujutsu" (teknik gulat), ada juga "suijutsu" sebagai teknik berenang, "shinobijutsu" (teknik menyembunyikan diri) dan "shurikenjutsu" (teknik memakai pedang shuriken) untuk ninja, dan lainnnya.
Dalam perkembangan bela diri modern, kobujutsu tersebut mengalami perubahan. Misalkan "kenjutsu" menjadi "kendo", "kyujutsu" menjadi "kyudo", dan "jujutsu" menjadi "judo". Kini, bela diri tersebut bukan hanya menyebar di Jepang saja, tapi juga ke seluruh dunia. Selain itu, maknanya pun meluas, bukan hanya sebagai sebuah teknik pertarungan saja, tapi juga sebagai sebuah olahraga.

Bela Diri Jepang yang Memiliki Makna Keagamaan

Selain "teknik pertarungan dan "metode melatih jiwa", bela diri Jepang juga memiliki makna sebagai sebuah "ritual". Dalam Shinto yang merupakan agama bangsa Jepang, persembahan kepada dewa dilaksanakan melalui bela diri.
"Sumo" merupakan salah satu bela diri yang berdasarkan pada ritual Shinto. Dalam mitologi Jepang pun terdapat penggambaran para dewa yang melakukan gulat dan saling melempar. Mitologi inilah yang kemudian dianggap sebagai asal usul sumo.
Selain itu, bela diri "yabusame", yaitu memanah sambil berkuda, juga diadakan di kuil dan dipersembahkan kepada dewa.

"Ninjutsu" yang Populer di Dunia

"Ninjutsu" adalah salah satu kegiatan intelijen yang telah dilaksanakan dari zaman Muromachi (1336-1573).
Saat ini, ninja telah dikenal secara luas di dunia oleh pengaruh budaya Jepang seperti film, anime, dan manga (komik). Orang beranggapan bahwa sejak dahulu kala ninja "berpakaian serba hitam" dan "tidak memperlihatkan sosoknya". Namun sebenarnya, pembangunan karakter seperti itu baru terbentuk di kemudian hari.
Saat ini pun masih terdapat aliran ninjutsu dan dojo (tempat berlatih) seperti Tenshin Shoden Katori Shinto Ryu, Iga Ryu, dan Koga Ryu. Tetapi, apa yang disebut sebagai "ninja school" atau sekolah ninja tidak umum di Jepang.

Bela Diri Jepang Saat Ini

Di SD dan SMP Jepang, salah satu dari seni bela diri berikut, yaitu "sumo", "judo", atau "kendo", menjadi bahan ajar wajib yang diajarkan pada saat pelajaran olahraga.
Selain itu, terdapat beberapa organisai yang bertujuan melindungi dan mewariskan bela diri tradisional kobujutsu, seperti Nihon Budo Kyogikai dan Nihon Kobudo Association. Kemudian, ada juga Japanese Academy of Budo yang meneliti seni bela diri tradisional dan modern.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.