Kabuki

Kabuki

Update: 22 Maret 2016

Kabuki adalah salah satu kesenian tradisional Jepang. Memainkan pertunjukan kemanusiaan dengan pakaian aneh dan riasan yang mencolok. Mie (salah satu pose dalam kabuki), yaitu menghentikan gerakan tubuh untuk mengekspresikan angkuhnya perasaan merupakan adegan yang paling diperlihatkan.

Riasan dan Kostum Khas Kabuki

Tata rias yang khas untuk pemain kabuki disebut kumadori yang memperlihatkan otot dan pembuluh darah pada wajah dengan warna putih, merah, biru dan cokelat. Warna yang digunakan dibedakan berdasarkan perannya. Pemain utama menggunakan warna merah energik dan peran penjahat menggunakan warna biru sejuk. Kostum kabuki lebih indah daripada kimono biasanya, agar mencolok mata di atas panggung. Peran pemain wanita dirancang agar dapat diketahui perannya melalui pakaiannya, seperti kimono merah digunakan untuk peran seorang putri dan kimono dengan sulaman yang indah dan mewah untuk peran wanita penghibur.

Sebenarnya, Kabuki Awalnya Dimainkan oleh Seorang Wanita

Kabuki yang hanya dimainkan oleh pria ini, awalnya dimainkan oleh seorang wanita yang disebut "Izumo no Okuni". Setelah itu, meskipun kabuki yang dimainkan oleh wanita dan remaja laki-laki telah populer, tetapi pemerintahan saat itu melarang pertunjukan wanita dengan dalih kuatnya rangsangan yang ditimbulkan. Oleh sebab itu, ditetapkan bahwa kabuki hanya dimainkan oleh pria.

Karakteristik Panggung Kabuki

Panggung kabuki memiliki struktur yang sangat berbeda dibandingkan dengan panggung pertunjukan lainnya. Ciri khas paling utama adalah kado (rangkaian bunga ala Jepang) yang dihubungkan dari panggung hingga pintu belakang. Panggung dapat digunakan ketika pemain ingin beraksi secara dinamis seperti masuk ke panggung dengan berlari dan memperlihatkan mie-nya. Di panggung dan di bawah kado terdapat ruang bawah tanah yang disebut "naraku", terkadang pemain juga muncul ke panggung dari sini.

Sistem Keturunan Untuk Pemain Kabuki

Nama pemain kabuki diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Kabuki bukanlah hal yang bisa dimainkan oleh siapa saja, sekalipun seseorang itu berharap menjadi seorang pemain kabuki. Nama pemain kabuki yang terkenal adalah Danjuro Ichikawa, Kikugoro Onoe, Hikosaburo Bando dan lain-lain. Anak dari pemain kabuki sedikit demi sedikit menghimpun kemampuannya di atas panggung, setelah diterima oleh orangtuanya, maka anak itu dapat mewarisi namanya. Selain itu, ada panggung khusus berdasarkan keturunan pemain yang disebut "ie no gei".

Penonton Kabuki Diperbolehkan Bersorak-Sorai

Dalam pertunjukan kabuki, pengunjung yang menonton selama pertunjukan berlangsung akan menyoraki para pemain. Hal ini dilakukan ketika pemain telah memutuskan posenya atau ketika kisahnya telah mencapai klimaks untuk memeriahkan suasana. Sorakan biasanya berupa nama pemain, tetapi ada juga berupa pesan seperti "Jepang!" atau "Kami menunggu!". Pada umumnya sorakan ini dilakukan oleh penonton reguler laki-laki yang bagus suaranya.

Kabukiza Modern

Di Jepang terdapat beberapa tempat pertunjukan kabuki, yang paling terkenal adalah Kabukiza di Ginza, Tokyo. Kabukiza merupakan teater yang memiliki sejarah lebih dari 100 tahun. Pada tahun 2013 telah diadakan renovasi dan dibangun Kabukiza Tower di belakang Kabukiza. Kabukiza di bagian depan dan menara di bagian belakang, dapat dirasakan ini seperti kolaborasi tradisi dan teknologi Jepang. Di Kabukiza yang baru, ada tempat penjualan suvenir yang berhubungan dengan kabuki, restoran Jepang, dan lain-lain.

Tontonlah Kabuki Jika Anda Datang ke Jepang!

Tidak ada pakaian khusus untuk menonton kabuki dan siapa pun bisa menyaksikan jika melakukan reservasi. Karena banyak teater dengan fasilitas panduan bahasa asing melalui earphone, Anda dapat pergi melihat kabuki dengan tenang.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.