Nohgaku

Nohgaku

Update: 14 Maret 2017

“Nohgaku” atau “Teater Noh", adalah bentuk hiburan umum tradisional Jepang yang meliputi seni pertunjukan yang dikenal sebagai “noh", dan “kyogen" (teater komik yang terjadi selama intermezzo). Telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Berbenda. Tarian dan cerita yang dipertunjukkan oleh para aktor di atas panggung dan musik yang dimainkan bukan kelebihan satu-satunya. ”Nohgaku” juga menampilkan sebuah cita rasa unik khas Jepang.

Sejarah Nohgaku

Sejarah Nohgaku

Asal “nohgaku” dapat ditelusuri kembali hingga periode Nara di tahun 700-an, ketika “sangaku” diperkenalkan dari Cina ke Jepang. “Sangaku”, yang mempertontonkan pertunjukan lucu dan akrobatik, serta mimikri-nya, adalah hiburan yang populer di kuil-kuil dan tempat suci dan telah menyebar di kalangan umum. Saat ini, “nohgaku” telah diterima dengan baik bahkan di luar negeri dan masih bisa dinikmati di seluruh Jepang sebagai hiburan umum dan sebagai ritual “Shinto”.

Aktor-Aktor Noh

Aktor-Aktor Noh

Pemeran protagonis di “nohgaku” disebut "shi-te". Selain mengambil peran seorang manusia, “shi-te” juga bisa menjadi dewa, hantu prajurit, hantu wanita, wanita gila, sesosok “tengu” (roh supranatural dari gunung dengan kulit merah dan hidung panjang), atau dewa naga , di antara berbagai macam peran lainnya. Lawan main dari “shi-te” disebut “waki", peran yang sangat diperlukan dalam kebanyakan pertunjukan.

Musik Noh

Musik Noh

Di atas panggung, selain pertunjukan aktor “noh", iringan musik yang cocok di setiap adegannya juga penting. Salah satu faktor penting adalah instrumen yang mereka gunakan, seperti seruling yang disebut “nohkan”, “kotsuzumi” (drum - bahu), “otsuzumi” (drum - pinggang) dan “taiko” (drum - besar) serta suara para perkusionis yang menyerukan “yo!” dan “ho!”, pada saat mereka memukul alat musik perkusi, seperti “taiko”, sehingga menghidupkan suasana diatas panggung.

Di atas panggung, selain pertunjukan aktor “noh", iringan musik yang cocok di setiap adegannya juga penting. Salah satu faktor penting adalah instrumen yang mereka gunakan, seperti seruling yang disebut “nohkan”, “kotsuzumi” (drum - bahu), “otsuzumi” (drum - pinggang) dan “taiko” (drum - besar) serta suara para perkusionis yang menyerukan “yo!” dan “ho!”, pada saat mereka memukul alat musik perkusi, seperti “taiko”, sehingga menghidupkan suasana diatas panggung.

Di atas panggung, selain pertunjukan aktor “noh

Panggung “noh" terbuat dari cemara Jepang. Di antaranya, dua tempat yang paling populer untuk “noh" adalah “Teater Nasional Nohgaku”, yang merupakan teater umum dan “Teater Nohgaku” yang dibangun di atas laut di “Situs Warisan Dunia" - “Kuil Itsukushima”.

Petunjuk Saat Menghadiri Teater

Petunjuk Saat Menghadiri Teater

Sebelum pergi ke teater, banyak penonton membeli tulisan “shisho" (puisi dan prosa) di toko teater untuk lebih memahami “nohgaku”. Alur cerita yang tertulis dengan lengkap pada “shisho” ini, merupakan script program, posisi karakter, serta emosi mereka, dan latar belakang jamannya.

Etika Teater

Etika Teater

Ketika akan melihat “nohgaku” Anda dapat memakai pakaian kasual, karena tidak ada kode berpakaian. Di masa lalu, banyak penonton yang bertepuk tangan dan berteriak selama pertunjukan, tapi hari ini, penonton cenderung untuk tidak bertepuk tangan seperti dulu. Menonton pertunjungan dengan berdiam diri adalah etiket khas “nohgaku”.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.