Budaya Tradisional

Budaya Tradisional

Update:

Di Jepang terdapat banyak sekali peninggalan budaya tradisional. Jika dihitung dari zaman Edo saja, Jepang merupakan negara yang memiliki sejarah panjang yaitu sekitar 400 tahun, dan pada masa itu budaya telah mulai berkembang di Jepang. Kini, itu semua telah menjadi peninggalan sebagai budaya tradisional dan masih berkembang terus di Jepang pada saat ini.

Noh

Noh merupakan salah satu pertunjukan topeng yang telah diadakan sejak abad pertengahan. Tradisi lama bahkan lebih lama dari Kabuki (seni teater tradisional khas Jepang) dalam sejarahnya dan sangat terkenal di luar negeri. Berkembang pada zaman Heian dan populer di antara kalangan para bangsawan. Panggung noh diberi gambar latar belakang berupa pohon pinus dan di sana dilakukan pertunjukan dengan memakai topeng. Pada tahun 1957, noh ditetapkan sebagai aset budaya tak benda yang penting milik Jepang. Ada banyak sekolah untuk mempelajari nohgaku seperti aliran Kanze, aliran Hosho dan lainnya. Kisah-kisah yang telah dipertunjukkan sejak saat itu hingga sekarang jumlahnya ada 2.000 hingga 3.000 macam.

Bunraku

Bunraku yang juga disebut sebagai ningyo joruri merupakan salah satu pertunjukan boneka yang mewakili Jepang. Karakteristiknya tidak terdapat pada pada pertunjukan boneka lain yaitu bonekanya dimainkan oleh tiga orang dengan bagiannya masing-masing. Dalangnya yang disebut omozukai berperan sebagai penggerak bagian kepala dan tangan kanan, hidarizukai yang bertanggung jawab pada bagian tangan kiri dan ashizukai yang bertanggung jawab pada bagian kedua kaki bonekanya. Bunraku adalah karya seni yang dipadukan dengan joruri (naskah pertunjukan dalam bentuk nyanyian) dan shamisen (alat musik dawai asal Jepang yang memiliki tiga senar, dan dipetik menggunakan sejenis pick yang disebut bachi). Chikamatsu Monzaemon adalah penulis naskah pertunjukan bunraku yang terkenal. Beberapa naskahnya tersebut menjadi populer dalam bunraku, yang kemudian dimainkan sebagai kabuki.

Shodo

Shodo adalah kemampuan untuk menguasai keindahan tulisan tangan dan memperihatkan nilai seni tulisan. Menulis tulisan dengan kuas yang dibuat dari bulu hewan yang telah dicelupkan dalam tinta cair yang disebut tinta cina. Dalam shodo, digunakan keberanian dalam setiap detail tulisannya yang mencakup ketebalan garis, bentuk, dan urutan menulis, dengan penuh perasaan, dan terlebih lagi mewujudkan personalitas. Tulisan yang digambarkan dengan lembut dan dinamis tentunya merupakan sebuah karya seni.

Sado (Upacara Minum Teh)

Sado adalah upacara menyajikan minuman yaitu teh untuk orang lain. Berawal dari budaya minum teh yang dibawa dari Cina, kemudian dikembangkan secara bebas di Jepang hingga menjadi bentuk seperti saat ini. Pada zaman sengoku (peperangan antar negara), sado menjadi populer sebagai pengetahuan para samurai. Di chakai yaitu pertemuan minum teh, Anda menikmati nuansa musim melalui mangkuk teh yang dipakai dan makanan ringan yang dihidangkan, serta dekorasi bunga dan kakejiku (lukisan dinding) di ruangan.

Kodo

Kodo merupakan seni tradisional Jepang yaitu seni membakar kayu wangi dan menikmati aroma tersebut. Meskipun kodo sudah dimulai kira-kira 500 tahun yang lalu, tetapi kegiatan menikmati aroma kayu wangi yang dibakar diperkirakan telah ada sejak 1.500 tahun lebih yang lalu.

Kado

Kado adalah seni menghias vas menggunakan potongan cabang dan bunga dari setiap musim dalam menikmati keindahan tersebut. Dalam kado, sebisa mungkin membuat ruang kosong dan menggambarkan musim dengan sedikit bunga dan ini berbeda dengan rangkaian bunga yang terdiri dari banyak tatanan bunga.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.