Musim Semi

Musim Semi

Update: 29 Maret 2017

Empat musim di Jepang memiliki pengaruh besar pada budaya Jepang dan kehidupan sehari-hari. Transisi dari musim dingin ke musim panas sangat signifikan. Mari kita lihat pada musim semi yang indah dan banyaknya festival yang dirayakan.

Hina Matsuri (Festival Boneka)

Hina Matsuri (Festival Boneka)

Tanggal tiga Maret menandai hari Hina Matsuri, juga disebut festival boneka, berdoa sehari untuk keberuntungan dan kesejahteraan perempuan di Jepang. Pada hari ini, boneka hina yang indah dihiasi dan memakai pakaian yang digunakan oleh aristokrasi istana, dan orang yang menikmati manisan tradisional disebut hina-arare. Festival ini berakar pada periode Edo, ketika orang-orang membiarkan boneka yang terbuat dari jerami di sungai untuk membawa pergi semua roh jahat. Jika boneka hina ditampilkan lebih lama dari 3 Maret, dikatakan bahwa menemukan seorang menantu anak perempuan akan secara lebih sulit!

Musim Perpisahan dan Permulaan

Musim Perpisahan dan Permulaan

Umumnya, bulan April baik akhir dan awal adalah tahun fiskal, serta tahun ajaran. Mayoritas upacara wisuda berlangsung pada bulan Maret saat upacara masuk biasanya diadakan pada bulan April. Inilah sebabnya mengapa dua bulan ini menjadi khusus, dan tentu saja musim semi secara keseluruhan sering disebut musim perpisahan dan permulaan.

Bunga Musim Semi dan Hanami

Bunga Musim Semi dan Hanami

Musim semi disebut juga musim warna, banyak bunga mulai mekar sepanjang musim, seperti bunga plum yang indah di awal musim semi, serta bunga rape dan wisteria. Terlihat banyak orang yang berjalan melalui taman dan menikmati kedua bunga berwarna-warni dengan suhu hangat.
Diantara bunga yang dikagumi, bunga sakura adalah yang paling terkenal dan misterius. Hanami, atau melihat bunga ceri, adalah fenomena nasional dimana orang berkedatangan untuk berkumpul di bawah pohon sakura yang sedang mekar penuh untuk merayakan keindahan sekilas sepanjang April. pertemuan ini tidak khusuk untuk hanya menonton, namun untuk perayaan hidup. Orang membawa makanan, minuman, dan orang yang mereka cintai untuk menikmati waktu hidup di bawah kelopak yang berjatuhan.

Alergi Musim Semi

Alergi Musim Semi

Seindahnya bunga mekar, mungkin mereka memiliki satu efek samping yang sangat tidak nyaman: alergi musim semi. Di antara banyak pohon yang lain, bunga, dan rumput, pohon cedar Jepang dan cemara adalah yang dikenal sebagai penyebab utama dari mata terbakar, sering bersin, dan hidung meler. Mayoritas orang bereaksi terhadap cedar, karena banyak laporan demam alergi setiap tahunnya. Mekarnya antara Januari dan Maret tergantung pada daerah setempat, barang yang paling populer di apotek adalah masker dan obat demam.

Festifal Anak: Tango No Sekku

Festifal Anak: Tango No Sekku

"Tango no Sekku" adalah sebuah festival yang pernah disebut sebagai Festival Anak tetapi sekarang disebut sebagai "Kodomo no Hi” atau Hari Anak. Jatuh pada tanggal 5 Mei, festival ini dirayakan dengan berbagai dekorasi, seperti ular-ularan berbentuk ikan mas (karper) dan boneka samurai untuk berdoa bagi anak-anak di seluruh negara supaya tumbuh sehat.

Minggu Emas

Minggu Emas

Diantara akhir April dan awal Maret adalah hari libur bertabur dalam seminggu dikenal sebagai Golden Week (minggu emas) dengan segelintir hari bebas satu demi satu. Tanggal 29 April adalah Showa Day, merayakan hari ulang tahun Hirohito, Kaisar Showa, sementara tanggal 3 Mei menandai peringatan hari Konstitusi. Hari penghijauan berlangsung pada 4 Mei, dan 5 Mei adalah Hari Anak tersebut. Ketika ada liburan pengganti dan diantara hari Minggu, Minggu Emas sebenarnya menjadi satu minggu libur. Karena banyaknya orang yang menggunakan waktu ini untuk bepergian, jalan raya menjadi macet dan kereta penuh seperti yang diharapkan. Meskipun menikmati hari libur yang padat, hari itu diisi juga dengan berbagai festival dan acara yang menyenangkan.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.