Gaya Arsitektur Kuil Shinto dan Kuil Buddha

Gaya Arsitektur Kuil Shinto dan Kuil Buddha

Update:

Berikut ini akan diperkenalkan mengenai gaya arsitektur Kuil Shinto dan Kuil Buddha di Jepang.

Shinmei-zukuri

Shinmei-zukuri dibuat dari bagian yang lurus, dan hampir tanpa lekukan. Kebanyakan atapnya berbentuk segitiga, terbuat dari papan, dan di atapnya diletakkan tangkai tanaman yang dikeringkan dalam jumlah banyak. Bangunannya sendiri berbentuk takayuya-shiki (lantai tinggi) yang dibuat di tempat yang tinggi dari permukaan tanah dengan menggunakan pilar.

Kuil Shinto yang Mewakili Shinmei-zukuri

Kuil Shinto yang Mewakili Shinmei-zukuri yaitu Ise Grand Shrine yang berada di Mie. Di kuil Shinto besar yang mewakili kuil Shinto Jepang ini, banyak orang yang bersembahyang sejak zaman kuno. Selain kuil tersebut, terdapat juga kuil Atsusa di Aichi.

Taisha-zukuri

Taisha-zukuri adalah gaya arsitektur kuil Shinto di Jepang sejak zaman kuno yang sama dengan shinmei-zukuri. Dibandingkan dengan shinmei-zukuri yang merupakan bangunan yang berbentuk seperti garis lurus, taisha-zukuri memiliki ciri khas menggunakan garis lekukan seperti pada atap dan lainnya. Lantainya berupa takayuya-shiki sama dengan shinmei-zukuri, dan disangga beberapa pilar. Jika kuil Shinto yang bergaya shinmei-zukuri dibangun dengan lebar kanan kiri yang luas jika dilihat dari depan, sebaliknya taisha-zukuri dibangun memanjang ke belakang.

Kuil shinto yang Mewakili Taisha-zukuri

Kuil shinto yang Mewakili Taisha-zukuri yaitu Izumo Taisha yang ada di Shimane. Izumo Taisha terkenal sebagai kuil Shinto tempat berkumpulnya para Dewa di seluruh Jepang setahun sekali.

Wayou-kenchiku

Wayou-kenchiku mengacu pada zenshuuyou (salah satu gaya arsitektur Jepang) yang berkembang karena pengaruh dari Cina, ditujukan untuk para Buddha agung, dan gaya arsitektur yang digunakan di Jepang sejak sebelum itu. Ciri khasnya adalah langit-langitnya yang dirancang pendek. Kebanyakan dirancang dengan ruangan yang tenang seperti rumah yang digunakan para bangsawan pada zaman Heian. Ditambah lagi, di sekeliling bagian luarnya dibuat "engawa" yaitu jalan berlantai kayu. Kuil Buddha yang terkenal dengan gaya wayou-kenchiku yaitu Byodoin yang berada di Kyoto. Byodoin merupakan bangunan indah yang kanan kirinya simetris seperti burung legenda "Houou" yang melebarkan sayapnya.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.