Hak dan Hukum Mengenai Kebangsaan Asing di Jepang

Hak dan Hukum Mengenai Kebangsaan Asing di Jepang

Update: 29 Desember 2016

Mulai dari memasuki negara sebagai turis yang sedang berlibur hingga berimigrasi sebagai seorang profesional yang terampil, Jepang tentunya memiliki hukum untuk melindungi non-Jepang yang sedang berkunjung dang tinggal di Jepang. Ekspat dan turis juga memegang hak-nya dalam mengenai berbagai macam topik,
dan ini tentunta termasuk hak asasi manusia yang digariskan dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Hak Memasuki dan Meninggalkan Jepang

Hak Memasuki dan Meninggalkan Jepang

Secara teknis, semua orang bisa memasuki Jepang. Menurut hukum internasional, Jepang dapat menolak jika orang yang ingin memasuki negara itu dianggap berbahaya, namun, pengunjung internasional yang tidak memiliki paspor Jepang diperbolehkan untuk meninggalkan Jepang setiap saat, namun, masuk dan masuk kembali ke Jepang akan sangat erat dipantau. Selain itu, jika orang tersebut datang ke Jepang sebagai pengungsi, yang berarti bahwa mereka telah dianiaya karena alasan ras, agama, kebangsaan, keanggotaan pada kelompok sosial tertentu atau opini politik. Mereka harus menjalani berbagai macam pemeriksaan untuk menentukan status dan aplikasi mereka sebelum itu akan diterima atau ditolak.

Hak Sekitar Pemerintah dan Politik

Hak Sekitar Pemerintah dan Politik

Hak untuk berpartisipasi dalam politik termasuk hak untuk memilih dalam pemilu dan hak untuk mencalonkan diri dalam pemilu. Konstitusi Jepang tidak memberikan Non-Jepang dengan hak-hak ini, namun, sementara warga asing tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan nasional sebagai warga negara Jepang, mereka mungkin diperbolehkan untuk memilih dalam pemilu lokal, seperti pemilihan walikota terkait erat dengan kehidupan masyarakat. Meskipun setiap orang bisa menjadi pegawai negeri, orang Non-Jepang tidak diperbolehkan untuk memegang posisi eksekutif.

Mengenai Hak-hak Sosial

Mengenai Hak-hak Sosial

Sebuah hak sosial adalah hak standar minimum untuk hidup yang diberikan kepada masyarakat. Ini termasuk hak atas pendidikan, hak untuk diberi kesempatan untuk bekerja, dan hak untuk menerima jaminan sosial. Di Jepang, hak ini hanya berlaku untuk warga negara Jepang. Jika kehidupan warga negara asing terancam tanpa keamanan dari pemerintah Jepang, mereka akan diberikan hak-hak ini sebagai pengecualian.

Hak Asasi Manusia di Kehidupan Sehari-hari

Hak Asasi Manusia di Kehidupan Sehari-hari

Jika Anda telah didiskriminasi karena kebangsaan Anda, silakan berkonsultasi dengan pemerintah Jepang atau organisasi lokal. Kelompok swasta, LSM dan NPO ysng bekerja pada isu-isu hak asasi manusia bisa menawarkan saran yang dapat diakses serta membantu. Tak perlu dikatakan lagi, ini juga berlaku untuk bentuk lain dari diskriminasi, baik itu berdasarkan ras, jenis kelamin, atau agama, sebagai contoh.

Umur yang Sah di Jepang

Umur yang Sah di Jepang

Untuk tidak mendapat masalah dengan pihak yang berwenang, merupakan sesuatu yang penting untuk mengetahui hukum-hukum yang mungkin berbeda dari negara asal. Salah satu perbedaan yang paling jelas adalah usia sah sesuai hukum yang berlaku untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Berikut ini adalah gambaran sederhana:
・Usia sah untuk minum beralkohol: 20
・Usia sah untuk merokok: 20
・Usia sah untuk mengemudi: 18

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.