Berkendara Sepeda Motor di Jepang

Berkendara Sepeda Motor di Jepang

Update:

Kami akan menjelaskan hal-hal yang perlu Anda ketahui, seperti peraturan lalu lintas, surat izin mengemudi dan lain-lain jika Anda ingin mengendarai sepeda motor di Jepang.

Surat Izin Mengemudi (SIM)

Orang asing yang tidak memiliki SIM Jepang tetapi hendak mengendarai sepeda motor di Jepang harus memiliki salah satu dari persyaratan berikut ini:

- SIM Internasional berdasarkan Geneva Convention on Road Traffic
- SIM yang diterbitkan di luar Jepang (khusus untuk yang telah diterjemahkan dalam bahasa Jepang oleh Kedubes/Konsulat Jepang di negara Anda atau JAF)

Masa waktu yang diizinkan untuk mengemudi adalah 1 tahun sejak kedatangan Anda di Jepang atau selama masa berlakunya SIM tersebut.

Cara Memperoleh SIM Jepang

Orang asing dapat memperoleh SIM di Jepang. Caranya adalah dengan mendaftar ke tempat ujian SIM di kepolisan prefektur tempat Anda tinggal. SIM akan diterbitkan apabila dinyatakan lulus ujian tulis dan ujian praktik. Apabila Anda memiliki SIM yang diterbitkan di luar Jepang dan dianggap tidak bermasalah dalam hal pengetahuan dan teknik yang diperlukan untuk mengemudi, maka Anda dapat dibebaskan dari sebagian ujian. Selain bahasa Jepang, sebagian besar ujian juga tersedia dalam bahasa Inggris, Cina dan Portugal. Bahasa lainnya yang tersedia dapat berbeda tergantung dari daerahnya. Pengajuan SIM tidak dapat diwakilkan.

Dokumen yang Diperlukan untuk Memperoleh SIM

Terdapat beberapa dokumen yang perlu diserahkan untuk dapat memperoleh SIM Jepang. Dokumen yang perlu disiapkan terlebih dulu adalah paspor dan salinan juminhyo (sejenis Kartu Keluarga) yang diterbitkan di Jepang. Apabila Anda memiliki SIM di luar Jepang, maka bawa SIM tersebut beserta dengan terjemahan SIM dalam bahasa Jepang yang diterbitkan secara resmi oleh Kedutaan Besar. Anda juga perlu membawa dokumen yang membuktikan bahwa Anda telah tinggal lebih dari 3 bulan sejak memperoleh SIM di negara penerbit SIM tersebut. Selain itu juga Anda akan diminta untuk memperlihatkan kartu izin tinggal apabila Anda memilikinya. Dokumen lainnya yang diperlukan dapat dilengkapi di lokasi ujian SIM. Formulir pengajuan SIM, pasfoto untuk formulir pengajuan dan biaya pengajuan dapat dilengkapi di tempat ujian SIM.

Penggunaan Helm

Berbeda dengan mobil, sepeda motor memiliki ukuran yang lebih kecil dan sering diabaikan oleh pengemudi, sehingga penting untuk mematuhi peraturan dan etika lalu lintas agar dapat melindungi diri sendiri. Contohnya adalah dengan mengenakan pakaian yang mencolok atau bahan pakaian yang memantulkan cahaya sehingga mudah dikenali oleh pengemudi lain. Penggunaan helm diwajibkan ketika mengendarai sepeda motor di Jepang. Gunakan helm yang memiliki logo PS(C), JIS atau SG yang telah memenuhi standar SG dan kencangkan juga talinya. Walaupun tidak mengencangkan tali tidak membuat Anda ditilang berdasarkan UU Lalu Lintas di Jepang, tetapi hal tersebut dapat merugikan Anda untuk klaim asuransi apabila mengalami kecelakaan.

Berboncengan dua orang

Sepeda motor telah diatur untuk hanya boleh dinaiki oleh 2 orang. Membonceng lebih dari 1 orang adalah pelanggaran. Mengendarai dengan berboncengan pun terdapat aturannya. Pertama, Anda harus telah melewati tahun yang ditentukan sejak Anda memperoleh SIM. Anda diperbolehkan untuk berboncengan setelah lebih dari 1 tahun memperoleh SIM untuk berkendara di jalan biasa atau lebih dari 3 tahun memperoleh SIM untuk berkendara di jalan tol. Ada juga batasan untuk jenis sepeda motornya sendiri. Selain memiliki komponen yang diperlukan untuk berboncengan, kapasitas mesin sepeda motor harus lebih dari 50 cc untuk di jalan biasa dan lebih dari 126 cc untuk di jalan tol. Apabila hendak berboncengan di jalan tol, pengemudi harus berusia lebih dari 20 tahun.

Cara Berpindah Jalur

Anda dapat berpindah-pindah jalur ketika berkendara di jalanan yang memiliki lebih dari 1 jalur. Nyalakan lampu sein 3 detik sebelum berpindah jalur dan harus terus menyalakannya selama 3 detik.

Modifikasi yang Melanggar Hukum

Modifikasi seperti memasang knalpot yang mengeluarkan suara besar atau melepas speedometer merupakan tindakan yang melanggar hukum. Membuat plat nomor menjadi sulit terbaca atau bengkok juga dianggap melanggar hukum.

Cara Mengemudi yang Berbahaya

Mengemudi sambil mendengarkan lagu melalui earphone tidak membuat Anda dikenai poin pelanggaran berdasarkan UU Lalu Lintas. Namun Anda dapat dikenai denda tergantung peraturan di daerah yang berbeda-beda. Tindakan yang sudah pasti dianggap pelanggaran adalah mengemudi sambil memainkan ponsel. Denda yang harus dibayar untuk kendaraan berkapasitas mesin kurang dari 50 cc adalah 5.000 JPY, sedangkan untuk yang berkapasitas mesin lebih dari 50 cc adalah 6.000 JPY. Selain itu juga akan dikenakan 1 poin pelanggaran.

Penutup

Harap mengetahui peraturan sepeda motor di Jepang dan mari mengendarainya dengan penuh rasa peduli.

*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.