HOME Ryogoku / TOKYO SKYTREE(R) Merasakan Tradisi Jepang: Sebuah Panduan Pemula untuk Menonton Sumo
Merasakan Tradisi Jepang: Sebuah Panduan Pemula untuk Menonton Sumo

Merasakan Tradisi Jepang: Sebuah Panduan Pemula untuk Menonton Sumo

Update: 4 April 2017

Sumo adalah bagian penting dari budaya tradisional yang membanggakan sejarah Jepang lebih dari 1.500 tahun. Karena akar yang kuat dan tradisi lama, ada banyak kebiasaan, aturan, dan ritual sekitar olahraga nasional ini - memiliki pengetahuan dasar tentang sumo akan memungkinkan Anda untuk benar-benar menjadi bagian dari pertandingannya!

Sejarah Sumo

Sejarah Sumo

Disebutkan dalam berbagai mitos dan cerita rakyat, bahwa sumo berawal dari sekitar tahun 712. Sumo dipertunjukan sebagai ritual tahunan ketika padi ditanam, sebagai cara untuk berdoa untuk panen yang melimpah. Selama jangka waktu yang panjang, sebuah set aturan telah baku dengan sendirinya dan sumo mulai mengambil bentuk yang kita kenal sekarang. Sebagai salah satu olahraga nasional Jepang yang paling terkenal, sumo tidak hanya menjadi daya tarik bagi orang Jepang saja tetapi juga pengunjung dari seluruh dunia.

Pergi ke Turnamen Besar Sumo untuk Pertama Kalinya

Ada enam turnamen besar sumo per tahun. Pada bulan Januari, Mei, dan September, turnamen besar sumo diadakan di “Ryogoku Kokugikan”. Tempat ini dianggap sebagai tempat sucinya sumo dan banyak pertandingan besar telah dipertunjukan di sini.

Sekilas mengenai Banzuke

Sekilas mengenai Banzuke

Semua pegulat sumo diklasifikasikan dalam sebuah peringkat hirarki disebut “banzuke”, sesuai dengan performa mereka. Peringkat atas disebut “Yokozuna”, peringkat yang lebih rendah berikutnya adalah “Ozeki", diikuti oleh “Sekiwake”, “Komusubi” dan “Maegashira”. Pada “banzuke” itu, pegulat dibagi menjadi sisi timur dan barat. Alokasi ini akan dibuat berdasarkan hasil mereka dari turnamen sebelumnya. Jika pegulat berada di peringkat yang sama, maka pegulat dari sisi timur dianggap lebih tinggi.

Cara Menonton Turnamen Besar Sumo

Cara Menonton Turnamen Besar Sumo

Sama seperti banyak hal-hal lain dalam budaya Jepang, sumo menempatkan banyak penekanan pada tata krama dan ritual. Selain mereka yang turut berkompetisi, ada berbagai aturan yang berbeda untuk dikuti penontonnya juga. Sumo memiliki hubungan yang erat dengan sebuah kehormatan, antara para pesaing, juga terhadap olahraga itu sendiri. Mari kita lihat aturan yang paling penting.

Bagaimana Mendapatkan Tiketnya

Untuk turnamen grand sumo, ada dua jenis tiket yang tersedia: yang dijual di muka dan yang dijual pada hari pertandingan. Anda dapat memesan tiket melalui telepon atau online, atau hanya membeli tiket pada hari pertandingan di tempat acara diselenggarakan. Tentu, turnamen besar seperti ini sangat populer sehingga jika Anda berencana untuk membeli tiket di tempat, perlu diingat bahwa mungkin tiket akan cepat habis.

Tipe Tempat Duduk

Ada tiga jenis tempat duduk: “Tamariseki", “Masuseki", dan tempat duduk di lantai dua.

Letak Tamariseki Terdekat dengan Ring

“Tamariseki" adalah kursi paling bergengsi. Kursi yang terletak paling dekat dengan ring dan juga disebut “Sunakaburiseki” (kursi mandi pasir). Mereka umumnya dicadangkan untuk pejabat tapi ada beberapa tempat duduk yang selalu tersedia untuk masyarakat umum. Karena kedekatan mereka dengan ring, tempat duduk ini memungkinkan Anda untuk benar-benar dekat dengan pertandingannya - Anda bahkan perlu berhati-hati dengan para pegulat sumo yang terjatuh dari ring.

Masuseki Ideal buat Pemula Sumo

Berbeda dengan “Tamariseki” yang bergengsi, makanan ringan dan nasi kotak dapat dinikmati di “Masuseki", tempat duduk kotak gaya Jepang. Hal ini disebut “Masuseki" karena mereka terlihat seperti “masu", cangkir “sake” ukuran persegi. “Masuseki” selanjutnya diklasifikasikan ke dalam kotak A, B, dan C, sesuai dengan jarak dari ring. Didalam kotak-kotak ini tersedia pilihan satu tempat duduk, dua tempat duduk, atau empat tempat duduk dalam satu kotak. Di kotak B dan C hanya tersedia tipe empat tempat duduk. Tempat non-reservasi dapat ditemukan di lantai dua dimana acara diselenggarakan.

Tata Krama Selama Pertandingan Sumo

Sopan santun bervariasi tergantung pada tempat duduk Anda. Dalam “Tamariseki", makan dan minum, mengambil foto dan menggunakan ponsel tidak diperbolehkan. Karena kedekatan mereka dengan pegulat, “Tamariseki" jauh lebih banyak keterbatasannya daripada jenis tempat duduk lainnya. “Masuseki", di sisi lain, adalah kursi yang memberikan lebih banyak kebebasan. Anda dapat menikmati makanan ringan dan minuman dan mengambil foto sesuka Anda. Satu-satunya aturan di “Masuseki" adalah sama seperti di setiap bioskop atau teater: menikmati diri sendiri tanpa mengganggu pelanggan lain, untuk memungkinkan semua orang dapat mendapatkan pengalaman yang luar biasa!

Yokozuna: Upacara Memasuki Ring

Tidak hanya pertandingan itu sendiri yang menarik tetapi juga berbagai macam adat di sekitarnya. Salah satunya adalah upacara memasuki ring yang disebut “yokozuna". Setiap pegulat sumo menggunakan “keshomawashi” (apron hias) mereka sendiri yang unik dan penuh warna untuk upacara yang menjadikannya sebuah tontonan yang sangat mengesankan. Ketika mereka bertepuk tangan dan mulai ritual menginjak-injak, jangan lupa untuk menyerukan "Yoisho!" untuk mereka. Mencermati gerakan para pegulat dengan dekat selama upacara serta selama pertandingan inilah yang membuat sumo begitu menarik.

Memperdalam pengetahuan Anda di Museum Sumo

Memperdalam pengetahuan Anda di Museum Sumo

Museum Sumo yang terletak di lantai 1 “Ryogoku Kokugikan” selalu terbuka untuk umum walaupun sedang tidak diselenggarakan turnamen besar sumo. Pameran yang paling terkenal di museum ini adalah “sumo nishiki-e”, cetakan balok-kayu berwarna tradisional yang mengekpresikan wajah unik dan postur pegulat sumo yang berbeda. Lainnya berkaitan dengan sumo seperti daftar “banzuke” dan “keshomawashi“ juga turut ditampilkan di museum.

  • Sumo Museum
    Sumo Museum 相撲博物館
    • Address 1-3-28 Yokoami, Sumida-ku, Tokyo 130-0015, Japan
*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.