HOME Area Sekitar Tokyo Keaslian arsitektur Tokyo "Reversible Destiny Lofts of MITAKA"
Keaslian arsitektur Tokyo "Reversible Destiny Lofts of MITAKA"

Keaslian arsitektur Tokyo "Reversible Destiny Lofts of MITAKA"

Update: 19 Oktober 2016

Memperkenalkan "Reversible Destiny Lofts MITAKA -In Memory of Helen Keller-", arsitektur seni dengan desain yang kreatif dari MITAKA Tokyo, yang membuat seluruh kota terkejut sehingga tanpa sadar berkata, "Apa ini...?!" saat melihatnya.

Bentuk seni arsitektur warna desain dari pengalaman pribadi

Bentuk seni arsitektur warna desain dari pengalaman pribadi

Dari stasiun Musashisakai sekitar 10~15 menit dengan bus atau taksi, di lokasi yang menghadap jalan yang cukup padat, saya bertanya-tanya, apa memang benar ada bangunan eksentrik itu...? Ketika saya terus berjalan, muncul bangunan aneh, bola atau kubus yang bertumpuk-tumpuk seperti balok-balok! "Reversible Destiny Lofts MITAKA -In Memory of Helen Keller-" adalah komplek perumahan yang menjulang tinggi tidak beraturan, yang diwarnai penuh warna dari warna dasar, seperti kuning, oranye, hijau, biru, dan lain-lain. Terdapat 3 gedung, dengan 9 buah kamar, dan benar-benar juga sedang dihuni. Dengan menggunakan kamar yang belum berpenghuni, mereka mengadakan open house sebanyak 1~2 kali dalam sebulan.

Dari elevator, koridor, dan beranda, di mana pun semuanya penuh warna! Bangunan seperti ini mungkin belum pernah Anda lihat sampai sekarang. "Reversible Destiny Lofts MITAKA" ini adalah perumahan hasil karya seni dari seniman sekaligus arsitek Shusaku Arakawa dan rekannya Madeline Gins yang dibangun pada tahun 2005. "Membalik takdir", yaitu membalik batas usia, tema seumur hidup yang diadopsi oleh Shusaku Arakawa, menggambarkan hal yang "tidak akan mati". Di seluruh Jepang, ada 3 tempat bentuk karya seni untuk merasakan pengalaman, di sinilah satu-satunya karya seni yang dapat dihuni.

Meninjau tipe kamar 2LDK (Living/Dining/Kitchen). Di sini ada 2 jenis, yaitu kamar 3LDK seluas 60㎡, dan kamar 2LDK seluas 52㎡. Melihat luasnya, akan sangat tepat bila ditinggali 2 orang. Begitu masuk ke dalam kamar, ada terlalu banyak hal yang menarik, seperti dinding, lantai, dan langit-langit, hingga kita tidak tahu lebih baik melihat dari sebelah mana.

Pertama, pengaturan seluruh ruang dibuat bulat! Dalam ruangan bulat tersebut ada 3 kamar kecil berbentuk bulat, setengah lingkaran, dan kubus. Dalam ruangan kecil setengah lingkaran, selain ada tempat mencuci muka dan kamar mandi, di dalamnya juga ada toilet tanpa pintu.

Kemudian, jika melihat ke bawah kaki, lantainya tidak rata. Tentu saja bukan karena kesalahan imajinasi kita, tetapi karena adukan semen dan bahan alami lainnya, dipakai untuk membuat bentuk lekukan. Karena di setiap tempat dibuat miring, kita perlu bersusah payah agar bisa berjalan tanpa jatuh. Sambil merasakan lekukan lantai dengan telapak kaki, tubuh sedikit terbebani, merasakan perasaan sebenarnya ketika berjalan adalah sasaran Shusaku Arakawa dan Madeline Gins. Ada 2 jenis yaitu lekukan besar dan kecil, ini dibuat dengan memikirkan keperluan orang dewasa dan anak-anak.

Dapur ada di tengah ruangan bulat. Meja dapur sendiri pun menjadi bulat, sehingga sambil memasak kita bisa melihat keseluruhan ruangan, dan meja tersebut memungkinkan dijadikan meja makan.

Asal Anda tahu saja, ruangan di bangunan ini tidak mempunyai kloset. Karena bentuk lantai yang berlekuk-lekuk membuat susah meletakkan barang, sehingga kita berpikir apa yang harus dilakukan. Jawabannya adalah menggantungkan pakaian atau tas di pengait yang ada di langit-langit yang tidak terhitung jumlahnya. Karena pengait ini bisa menahan berat hingga 100 kilogram, sebagai ganti sofa, bersantai nyaman dengan tempat tidur gantung mungkin akan lebih modis.

Setelah melihat-lihat ruangan di lantai 3, lihatlah ruangan di lantai 1. Di perumahan ini diperlihatkan kantor manajemen Shusaku Arakawa dan Madeline Gins di Tokyo. Di dalam kantor seperti hidup dalam luapan barang-barang yang banyak.

Di sini ada ayunan! Walaupun tidak stabil, karena bisa dijadikan meja, segera terpikir bahwa ini bisa digunakan untuk macam-macam hal dalam ruangan. Dan orang-orang yang lewat, berapa kalipun jadi melihatnya, ide yang unik.

  • Mitaka Temmei Hanten Juutaku
    三鷹天命反転住宅
    • Address 2-2-8, Osawa, Mitaka-shi, Tokyo, 181-0015

Roti oleh-oleh yang membuat ingin pulang setelah membelinya

Roti oleh-oleh yang membuat ingin pulang setelah membelinya

Sebelum pulang disarankan untuk mampir ke toko roti di dekat area tersebut bernama "Osawa Bakery". Di sana dijual "roti pembalik takdir" yang mendapat pengakuan dari "Reversible Destiny of Lofts MITAKA".

Bagian ruangan yang berbentuk segi empat atau bulat, bisa dibilang mirip dengan Reversible Destiny of Lofts MITAKA. Karena rasa rotinya yang sederhana dan lembut, bagaimana jika mencoba memakannya untuk mengingat kenangan hari ini? Tetapi tidak ada waktu yang ditentukan untuk memanggang roti, dan katanya dipanggang satu minggu sekali pada akhir minggu.

  • Oosawa Behkarih
    オオサワベーカリー
    • Address 2-2-11, Osawa, Mitaka-shi, Tokyo, 181-0015
*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.