HOME Ginza Mengetahui Keindahan Jepang Melalui Wagashi
HOME Ikebukuro Mengetahui Keindahan Jepang Melalui Wagashi
Mengetahui Keindahan Jepang Melalui Wagashi

Mengetahui Keindahan Jepang Melalui Wagashi

Update: 6 Oktober 2016

Wagashi (kue manis khas Jepang) yang telah disukai sejak jaman dulu di Jepang memiliki kelembutan rasa manis dan penampilan yang indah sehingga Anda dapat merasakan masing-masing musim. Berikut ini akan diperkenalkan tentang sejarah wagashi, jenis-jenisnya, dan toko penjual wagashi yang memiliki riwayat bersejarah.

Wagashi yang Berkembang dengan Pengaruh Budaya Asing

Wagashi yang Berkembang dengan Pengaruh Budaya Asing

Wagashi dimulai dari mochi yang merupakan makanan olahan yang paling tua di Jepang. Setelah itu, berbagai manisan yang mendapatkan pengaruh dari negara luar seperti "karakudamono" yang dibawa oleh Kentoushi (duta Jepang yang dikirim ke dinasti Tang) yang dikirim sebanyak 19 kali sejak tahun 630, serta castella dan kompeito yang dibawa oleh para misionaris. Pencapaian perkembangannya yaitu pada zaman Edo ketika peperangan di seluruh Jepang sudah tidak ada. Sebagian besar wagashi yang dimakan saat ini, mulai dibuat pada zaman Edo ini. Selain itu, dengan diperkenalkannya budaya Barat, peralatan masak seperti oven pun mulai muncul di Jepang, dan akhirnya lahirlah yakigashi (kue yang dipanggang).

Jenis Wagashi yang Tak Terhitung Jumlahnya

Jenis Wagashi yang Tak Terhitung Jumlahnya

Wagashi yang disajikan di upacara minum teh dimaksudkan untuk menegaskan rasa teh, dengan rasa manis yang sederhana tanpa menggunakan minyak, penyajiannya sangat memperhatikan keindahan penampilannya yang membuat kita merasakan perbedaan musim. Wagashi dibagi menjadi tiga jenis besar, yaitu "namagashi (kue dengan kadar air 30%)", "hannamagashii (kue dengan kadar air 10-30%)" dan "higashi (kue dengan kadar air kurang dari 10%)". Pengelompokan yang tidak begitu ketat, "youkan" yaitu pasta kacang dengan bahan utama kacang azuki yang dikeraskan dengan agar-agar pun, yang bentuknya keras merupakan jenis hannamagashii, dan yang lembut dimasukkan dalam jenis namagashi.

Wagashi yang terkenal di Jepang

Wagashi yang terkenal di Jepang

"Manju" adalah wagashi yang paling dikenal di Jepang. Yaitu pasta kacang yang dibungkus dengan adonan dan dikukus, lalu dipanggang. Yang paling lazim yaitu pasta kacang dari bahan kacang azuki yang dibungkus dengan adonan yang dibuat dari tepung terigu. Ada juga adonan yang dibuat dengan menggunakan tepung beras, tepung soba dan beras ketan, serta pasta kacang dibuat dari miso, kacang polong dipakai untuk isinya. Selain itu, "monaka" yaitu adonan yang dipanggang terbuat dari mochi yang ditipiskan dan dilebarkan, lalu diisi pasta kacang dan "daifuku" yaitu pasta kacang yang dibungkus dengan mochi dan lainnya pun merupakan wagashi yang paling dikenal oleh orang Jepang.

Toko Kelahiran "Anmitsu" yang Mengingatkan Musim Panas

Toko Kelahiran "Anmitsu" yang Mengingatkan Musim Panas

Di Tokyo terdapat beberapa toko yang membuat wagashi baru. Contohnya adalah "Ginza Wakamatsu". Didirikan pada tahun 1894 dan merupakan toko yang melahirkan anmitsu pada tahun 1930. Anmitsu adalah kue yang terdiri dari kacang polong merah yang direbus, agar-agar yang dipotong dadu, gyuhi (sejenis mochi tetapi lebih lembut yang terbuat dari tepung beras ketan dan tepung mochi), jeruk, persik dan lainnya yang diberi sirup, dengan pasta kacang azuki yang disajikan dalam mangkuk dan di atasnya ditambahkan gula merah kental. Awalnya merupakan kue tradisi yang dimakan pada musim panas. Bahan utama anmitsu yang menjadi ciri khasnya adalah pasta kacang yang dimasak dalam waktu singkat dan terasa lembut saat ditelan serta mudah dimakan.

  • Ginza Wakamatsu
    銀座若松
    • Address 5-8-20 Ginza, Chuo-ku, Tokyo 104-0061, Japan

Toko Lama dengan Deretan Jou-namagashi yang Indah Berwarna-Warni

Toko Lama dengan Deretan Jou-namagashi yang Indah Berwarna-Warni

Fukushimaya yaitu toko wagashi yang berdiri lama sejak zaman Edo. Jou-namagashi yang dibentuk lembut dan penuh warna sangat terkenal dan membuat kita dapat menikmati masing-masing musim. Misalnya, salah satu kue yang di dalamnya diberikan warna pucat yang menggambarkan dari awal hingga akhir musim gugur, untuk musim semi, diberi warna gradasi merah muda bunga sakura untuk memperlihatkan alur musimnya, hanya dengan melihatnya saja menyenangkan. Beberapa Jou-namagashi dibuat dari buku contoh wagashi yang disampaikan dari generasi ke generasi sejak zaman Edo. Selain itu, kami juga merekomendasikan kue kastanya dari bahan kastanya lokal yang direbus dengan hati-hati.

  • Fukushimaya
    福島家
    • Address 2-1-1 Sugamo, Toshima-ku, Tokyo 170-0002, Japan
*Informasi pada saat artikel dimuat.

Bagikan artikel ini.